Rp 34,500
50%
Rp 69,000
Deskripsi
“Moi, kamu mau melihat hantu?”
“Caranya?”
“Kamu berjongkok memanggul tampah di kepala, di pinggir jalan tak jauh dari kuburan. Jangan lupa bakar kertas-kertas sembahyang, sediakan daun teh kering, serta tiga atau lima cangkir arak putih. Kamu tunggui mereka lewat. Ingat baik-baik, apa pun yang terlihat mata, kamu jangan menjerit atau tak bergeming. Hanya boleh diam sampai pesta mereka usai.”
*
Kolecer dan Hari Raya Hantu, sekumpulan cerita pendek dari sebelas penulis kenamaan Indonesia. Menghadirkan berbagai tema seperti cinta, pengkhianatan, dendam, amarah, pembunuhan, dan kelicikan yang sering menjadi masalah dasar manusia—dari suku, agama, dan bangsa apa pun. Dalam kumpulan cerita pendek ini, sastra dan sejarah dikemas secara apik, memunculkan wajah asli dari pelbagai tradisi di Indonesia. Inilah kisah-kisah eksotisme Nusantara, sekaligus pintu masuk untuk memahami keindonesiaan yang multikultur.
*
Membaca kumpulan cerita yang khas kedaerahan dan lokalitasnya berikut ini, mau tak mau meminta kita merenung. Tidakkah kehidupan manusia, di mana pun, kapan pun, akan selalu merujuk pada kerinduannya akan kebahagiaan?
—Prof. Riris K. Toha-Sarumpaet, M.Sc., Ph.D., Ilmuwan Sastra dan Guru Besar FIB UI
Antologi ini menyajikan warna lokal yang khas dan mewartakan potret sosial dalam narasi yang memukau. Panorama itu laksana berada di antara garis tipis fakta dan mitos—yang kerap dituding irasional bagi masyarakat Barat dan ditempatkan dalam wilayah supernatural.
—Maman S. Mahayana, Kritikus Sastra dan Dosen Tamu Hankuk University, Korea
Perasaaan, pikiran, permainan emosi, dan pergolakan batin dapat kita terka dari kalimat dan tindakan para tokoh yang mengisi dunia fiksi dalam kumcer ini. Di sinilah, justru pembaca mempunyai ruang yang luas untuk mencoba menginterpretasikan muatan moral yang ingin disampaikan para penulisnya. Bravo Sastra Indonesia!
Perasaaan, pikiran, permainan emosi, dan pergolakan batin dapat kita terka dari kalimat dan tindakan para tokoh yang mengisi dunia fiksi dalam kumcer ini. Di sinilah, justru pembaca mempunyai ruang yang luas untuk mencoba menginterpretasikan muatan moral yang ingin disampaikan para penulisnya. Bravo Sastra Indonesia!
—Arif Gumantia, Ketua Majelis Sastra Madiun
Kearifan lokal selalu menarik untuk disimak, apalagi kalau sudah terbingkai dalam kumpulan cerita beraroma sastra. Hmm ..., nikmat!
—Defi Laila Fazr, Blogger dan Penikmat Sastra
Spesifikasi
| SKU | : | QA-45 |
| ISBN | : | 9786024020927 |
| Berat | : | 180 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 13 cm/ 21 cm/ 1 cm |
| Halaman | : | 236 |
| Tahun Terbit | : | 2017 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Belum ada ulasan
Kamu Mungkin Suka
Lihat Semua
Pidi Baiq
Sampai Jam Berapakah Kau Tersenyum?
Rp 84,150
15%
Rp 99,000
Kazumasa Hayami
Manajerku Bodohnya Kelewatan
Rp 84,150
15%
Rp 99,000
Dzikrika S.r.
My Lovely Ghost (Light Novel)
Rp 41,650
15%
Rp 49,000
Jostein Gaarder
Dunia Sophie(Republish 2025)
Rp 157,250
15%
Rp 185,000
Pidi Baiq
Dilan 1983: Wo Ai Ni
Rp 52,500
50%
Rp 105,000
Grace Tioso
Perkumpulan Anak Luar Nikah
Rp 92,650
15%
Rp 109,000
George Orwell
1984 - Republish (Cov. Hijau)
Rp 92,650
15%
Rp 109,000
Zoulfa Katouh
The Ocean Would Paint Me Blue
Rp 135,150
15%
Rp 159,000
Andrea Hirata
Tak Mau Dirayu Bulan
Rp 109,650
15%
Rp 129,000
Andrea Hirata
Mozaik-Mozaik Terindah
Rp 50,150
15%
Rp 59,000
Andrea Hirata
Laskar Pelangi : Original Story
Rp 84,150
15%
Rp 99,000
Andrea Hirata
Sang Pemimpi : Original Story
Rp 75,650
15%
Rp 89,000


