Deskripsi
Sejak ibunya meninggal, Jihad Dabbagh tidak bisa lagi melihat warna.
Dunia yang dulu penuh warna kini berubah menjadi abu-abu. Demi membantunya bangkit, sang ayah mengirim Jihad ke Braxton Academy dengan harapan dia bisa memulai hidup yang baru.
Namun, di sana Jihad kembali dihadapkan pada kenyataan yang sudah terlalu akrab baginya: nama dan keyakinannya membuat orang-orang merundungnya. Karena itu, dia tidak mengerti mengapa Jamie terus berada di sisinya, sementara orang-orang dewasa yang seharusnya melindunginya justru berbalik pergi.
Ketika mural yang Jihad gambar di buku sketsa peninggalan ibunya secara ajaib muncul di dinding-dinding New York, dia menggunakan cara itu untuk menyuarakan semua yang selama ini dipendam. Namun, suaranya itu justru membawanya pada masalah yang baru. Akankah perjuangan Jihad berhasil mengembalikan warna pada dunianya?
Sejak ibunya meninggal, Jihad Dabbagh tidak bisa lagi melihat warna.
Dunia yang dulu penuh warna kini berubah menjadi abu-abu. Demi membantunya bangkit, sang ayah mengirim Jihad ke Braxton Academy dengan harapan dia bisa memulai hidup yang baru.
Namun, di sana Jihad kembali dihadapkan pada kenyataan yang sudah terlalu akrab baginya: nama dan keyakinannya membuat orang-orang merundungnya. Karena itu, dia tidak mengerti mengapa Jamie terus berada di sisinya, sementara orang-orang dewasa yang seharusnya melindunginya justru berbalik pergi.
Ketika mural yang Jihad gambar di buku sketsa peninggalan ibunya secara ajaib muncul di dinding-dinding New York, dia menggunakan cara itu untuk menyuarakan semua yang selama ini dipendam. Namun, suaranya itu justru membawanya pada masalah yang baru. Akankah perjuangan Jihad berhasil mengembalikan warna pada dunianya?
Sejak ibunya meninggal, Jihad Dabbagh tidak bisa lagi melihat warna.
Dunia yang dulu penuh warna kini berubah menjadi abu-abu. Demi membantunya bangkit, sang ayah mengirim Jihad ke Braxton Academy dengan harapan dia bisa memulai hidup yang baru.
Namun, di sana Jihad kembali dihadapkan pada kenyataan yang sudah terlalu akrab baginya: nama dan keyakinannya membuat orang-orang merundungnya. Karena itu, dia tidak mengerti mengapa Jamie terus berada di sisinya, sementara orang-orang dewasa yang seharusnya melindunginya justru berbalik pergi.
Ketika mural yang Jihad gambar di buku sketsa peninggalan ibunya secara ajaib muncul di dinding-dinding New York, dia menggunakan cara itu untuk menyuarakan semua yang selama ini dipendam. Namun, suaranya itu justru membawanya pada masalah yang baru. Akankah perjuangan Jihad berhasil mengembalikan warna pada dunianya?
Sejak ibunya meninggal, Jihad Dabbagh tidak bisa lagi melihat warna.
Dunia yang dulu penuh warna kini berubah menjadi abu-abu. Demi membantunya bangkit, sang ayah mengirim Jihad ke Braxton Academy dengan harapan dia bisa memulai hidup yang baru.
Namun, di sana Jihad kembali dihadapkan pada kenyataan yang sudah terlalu akrab baginya: nama dan keyakinannya membuat orang-orang merundungnya. Karena itu, dia tidak mengerti mengapa Jamie terus berada di sisinya, sementara orang-orang dewasa yang seharusnya melindunginya justru berbalik pergi.
Ketika mural yang Jihad gambar di buku sketsa peninggalan ibunya secara ajaib muncul di dinding-dinding New York, dia menggunakan cara itu untuk menyuarakan semua yang selama ini dipendam. Namun, suaranya itu justru membawanya pada masalah yang baru. Akankah perjuangan Jihad berhasil mengembalikan warna pada dunianya?
Sejak ibunya meninggal, Jihad Dabbagh tidak bisa lagi melihat warna.
Dunia yang dulu penuh warna kini berubah menjadi abu-abu. Demi membantunya bangkit, sang ayah mengirim Jihad ke Braxton Academy dengan harapan dia bisa memulai hidup yang baru.
Namun, di sana Jihad kembali dihadapkan pada kenyataan yang sudah terlalu akrab baginya: nama dan keyakinannya membuat orang-orang merundungnya. Karena itu, dia tidak mengerti mengapa Jamie terus berada di sisinya, sementara orang-orang dewasa yang seharusnya melindunginya justru berbalik pergi.
Ketika mural yang Jihad gambar di buku sketsa peninggalan ibunya secara ajaib muncul di dinding-dinding New York, dia menggunakan cara itu untuk menyuarakan semua yang selama ini dipendam. Namun, suaranya itu justru membawanya pada masalah yang baru. Akankah perjuangan Jihad berhasil mengembalikan warna pada dunianya?
Sejak ibunya meninggal, Jihad Dabbagh tidak bisa lagi melihat warna.
Dunia yang dulu penuh warna kini berubah menjadi abu-abu. Demi membantunya bangkit, sang ayah mengirim Jihad ke Braxton Academy dengan harapan dia bisa memulai hidup yang baru.
Namun, di sana Jihad kembali dihadapkan pada kenyataan yang sudah terlalu akrab baginya: nama dan keyakinannya membuat orang-orang merundungnya. Karena itu, dia tidak mengerti mengapa Jamie terus berada di sisinya, sementara orang-orang dewasa yang seharusnya melindunginya justru berbalik pergi.
Ketika mural yang Jihad gambar di buku sketsa peninggalan ibunya secara ajaib muncul di dinding-dinding New York, dia menggunakan cara itu untuk menyuarakan semua yang selama ini dipendam. Namun, suaranya itu justru membawanya pada masalah yang baru. Akankah perjuangan Jihad berhasil mengembalikan warna pada dunianya?
Sejak ibunya meninggal, Jihad Dabbagh tidak bisa lagi melihat warna.
Dunia yang dulu penuh warna kini berubah menjadi abu-abu. Demi membantunya bangkit, sang ayah mengirim Jihad ke Braxton Academy dengan harapan dia bisa memulai hidup yang baru.
Namun, di sana Jihad kembali dihadapkan pada kenyataan yang sudah terlalu akrab baginya: nama dan keyakinannya membuat orang-orang merundungnya. Karena itu, dia tidak mengerti mengapa Jamie terus berada di sisinya, sementara orang-orang dewasa yang seharusnya melindunginya justru berbalik pergi.
Ketika mural yang Jihad gambar di buku sketsa peninggalan ibunya secara ajaib muncul di dinding-dinding New York, dia menggunakan cara itu untuk menyuarakan semua yang selama ini dipendam. Namun, suaranya itu justru membawanya pada masalah yang baru. Akankah perjuangan Jihad berhasil mengembalikan warna pada dunianya?
Sejak ibunya meninggal, Jihad Dabbagh tidak bisa lagi melihat warna.
Dunia yang dulu penuh warna kini berubah menjadi abu-abu. Demi membantunya bangkit, sang ayah mengirim Jihad ke Braxton Academy dengan harapan dia bisa memulai hidup yang baru.
Namun, di sana Jihad kembali dihadapkan pada kenyataan yang sudah terlalu akrab baginya: nama dan keyakinannya membuat orang-orang merundungnya. Karena itu, dia tidak mengerti mengapa Jamie terus berada di sisinya, sementara orang-orang dewasa yang seharusnya melindunginya justru berbalik pergi.
Ketika mural yang Jihad gambar di buku sketsa peninggalan ibunya secara ajaib muncul di dinding-dinding New York, dia menggunakan cara itu untuk menyuarakan semua yang selama ini dipendam. Namun, suaranya itu justru membawanya pada masalah yang baru. Akankah perjuangan Jihad berhasil mengembalikan warna pada dunianya?
Sejak ibunya meninggal, Jihad Dabbagh tidak bisa lagi melihat warna.
Dunia yang dulu penuh warna kini berubah menjadi abu-abu. Demi membantunya bangkit, sang ayah mengirim Jihad ke Braxton Academy dengan harapan dia bisa memulai hidup yang baru.
Namun, di sana Jihad kembali dihadapkan pada kenyataan yang sudah terlalu akrab baginya: nama dan keyakinannya membuat orang-orang merundungnya. Karena itu, dia tidak mengerti mengapa Jamie terus berada di sisinya, sementara orang-orang dewasa yang seharusnya melindunginya justru berbalik pergi.
Ketika mural yang Jihad gambar di buku sketsa peninggalan ibunya secara ajaib muncul di dinding-dinding New York, dia menggunakan cara itu untuk menyuarakan semua yang selama ini dipendam. Namun, suaranya itu justru membawanya pada masalah yang baru. Akankah perjuangan Jihad berhasil mengembalikan warna pada dunianya?
Sejak ibunya meninggal, Jihad Dabbagh tidak bisa lagi melihat warna.
Dunia yang dulu penuh warna kini berubah menjadi abu-abu. Demi membantunya bangkit, sang ayah mengirim Jihad ke Braxton Academy dengan harapan dia bisa memulai hidup yang baru.
Namun, di sana Jihad kembali dihadapkan pada kenyataan yang sudah terlalu akrab baginya: nama dan keyakinannya membuat orang-orang merundungnya. Karena itu, dia tidak mengerti mengapa Jamie terus berada di sisinya, sementara orang-orang dewasa yang seharusnya melindunginya justru berbalik pergi.
Ketika mural yang Jihad gambar di buku sketsa peninggalan ibunya secara ajaib muncul di dinding-dinding New York, dia menggunakan cara itu untuk menyuarakan semua yang selama ini dipendam. Namun, suaranya itu justru membawanya pada masalah yang baru. Akankah perjuangan Jihad berhasil mengembalikan warna pada dunianya?
Spesifikasi
| SKU | : | QN-171 |
| ISBN | : | 9786024414146 |
| Berat | : | 490 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 13 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 488 |
| Tahun Terbit | : | 2026 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Penulis : Zoulfa Katouh
Penerbit : Mizan
Jumlah Halaman : 484
Overview :
Buku ini page turner buat aku. Bahasanya ringan dan bikin mengalir aja bacanya. Topik yang diangkat ada 2. Islamophobia dan Bullying.
Islamophobia digambarkan sebagai isu yg erat banget sama keluarga Jihad. Kebahagiaan kabar ibunya sembuh dari kanker hanya sementara. Karna tak lama, ibu Jihad meninggal setelah ditembak org yg benci sama Islam.
Sepeninggal ibunya, Jihad masih belum bisa sepenuhnya berdamai sama trauma. Eh, Jihad malah harus pindah ke sekolah baru. Ditambah lagi sang kakak, Amal harus pindah dari New York ke Qatar. Jihad merasa gapunya siapa siapa.
Perjalanan Jihad di sekolah barunya, Braxton Academy pun sangat terjal. Jihad menjadi korban bullying yg tidak bisa berbuat apa2 selain bertahan. Namun, di setiap perjuangan jihad, ada kehadiran Jamie dan Audrey yang selalu berusaha membantu.
????????????????????????????????????
The Main Character
Jihad Dabbagh. Seorang muslimah berdarah Suriah-Amerika yang menetap New York.
Jihad digambarkan sbg sosok... Lihat selengkapnya
ceritanya ngikutin perjalanan jihad, cewek keturunan suriah di new york yang dunianya mendadak kehilangan warna sejak ibunya meninggal. buat bantu dia bangkit dari rasa duka, keluarganya memindahkan jihad ke sekolah baru. tapi di sana dia malah harus ngadepin perundungan dan hidup sebagai minoritas berhijab yang sering disalahpahami. kisah di balik meninggalnya sang ibu jujur sedih banget pas dibaca. kadang emang kerasa gemes kenapa jihad gak ngelawan pas dibully, tapi pas liat dari sudut pandangnya, semua alasannya tuh kerasa... Lihat selengkapnya


