Buku Detail Kecil - Adania Shibli | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0
Rp 67,150
15% Rp 79,000

Deskripsi

“Mungkin memang tidak ada hal yang lebih penting dari detail kecil seperti ini. Detail kecil yang bisa menjadi jalan untuk mengetahui kebenaran utuh tentang kisah si gadis. Detail kecil yang sayangnya justru tidak diungkap dalam artikel di koran pagi itu.”

Di Palestina, yang luar biasa—rudal, gedung hancur, dan mayat—sudah jadi biasa. Dari situlah, novel ini mengantarkan pembaca melihat Palestina lewat “detail kecil” yang kerap disepelekan. Lewat beda debit air mandi antara di Israel dan Palestina, lewat berita pemerkosaan gadis Badui tanpa nama setahun setelah Nakba 1948. Melalui tuturan dua naratornya—tentara Israel dan pegawai Palestina—Shibli menyuguhkan jeroan hati para tokohnya sekaligus mengekspos bagaimana penjajah bekerja.

Sebuah inisiatif yang dianugerahi penjegalan oleh Frankfurt Book Fair dan penghargaan LiBeraturpreis 2023.

“Brilian dan mencekam.”
—Intan Paramaditha

“Minor Detail mampu menjadikan satu insiden ‘kecil’ di satu tempat [Palestina] sebagai contoh sempurna tentang penjajahan atas nama apa pun, di mana pun.”
—Juri International Booker Prize 2021


Keunggulan

- Masuk nominasi International Booker Prize 2021. Penghargaan yang diberikan kepada novel dari berbagai bahasa yang diterjemahkan ke bahasa Inggris. Dengan masuk ke nominasi ini, Minor Detail setara dengan karya-karya dari pengarang besar dunia seperti Carlos Fuentes (Meksiko), Margaret Atwood (Kanada), Mario Vargas Llosa (Peru), dan Amin Maalouf (Lebanon), Kenzaburo Oe (Jepang), Han Kang (Korea), dan lain-lain.

- Masuk nominasi National Book Award 2020 di Amerika Serikat. Setara dengan karya-karya seperti The Memory Police karya Yoko Ogawa dan Septology Vi-VII karya Nobelis Sastra 2023, Jon Fosse.

- Pemenang LiBeraturpreis 2023, penghargaan yang diselenggarakan oleh LitProm, lembaga kesusastraan Jerman, kepada sastrawan perempuan dari dunia ketiga yang karyanya baru diterjemahkan ke bahasa Jerman di tahun tersebut. Dengan demikian, Adania Shibli setara dengan pengarang-pengarang perempuan seperti Marysse Conde (Guatemala), Claudia Pineiro (Argentina), dan Laksmi Pamuntjak (Indonesia).

- Pembatalan penganugerahan LiBeraturpreis di Frankfurt Book Fair 2023 dengan alasan "perlunya memberi ruang bagi narasi pro-Israel untuk melawan arus antisemitisme" justru membuat novel ini kian bergaung.

- Di Indonesia, novel ini sekaligus pengarangnya sering direkomendasikan sebagai bacaan penting untuk memahami situasi Palestina dan bagaimana penjajah Israel beraksi.

Spesifikasi

SKU  :  BT-619
ISBN  :  9786231864314
Berat  :  150 gram
Dimensi (P/L/T)  :  13 cm/ 21 cm/ 3 cm
Halaman  :  128
Tahun Terbit  :  2024
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Cindy Cecillia
Cindy Cecillia 16-01-2026 01:27:28
Tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan bagaimana perihnya hatiku saat selesai membaca buku ini.

Mungkin bagi kamu yang ingin belajar lebih mengenai pembantaian di Palestina oleh kaum zionis, bisa membaca buku ini sebagai salah satu referensi.

Disuguhkan oleh dua narator yang berbeda, hatiku hancur saat membaca keduanya.
Marah saat membaca dari kisah narator pertama, dan pedih saat membaca dan membayangkan dari kisah narator kedua.

Bahkan untuk memikirkan kembali isi cerita dari buku ini jujur saja aku tak sanggup.
Terlalu pedih dan perih rasanya.

Mungkin cerita dalam buku ini hanya segelintir dari kisah nyata yang sedang dialami oleh bangsa Palestina sekarang ini, dan ini adalah salah satu contoh yang tertuang dalam tulisan, supaya kita yang hanya mempunyai satu mulut untuk bicara bisa berbicara dengan mulut yang lebih banyak lagi untuk disebarkan.