Buku Dongeng Telepon - Gianni Rodari | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0
Rp 92,650
15% Rp 109,000

Deskripsi

“Jangan lupa, Ayah, satu dongeng setiap malam.”

Sebagai ayah yang baik, Tuan Bianchi memenuhi permintaan tersebut. Setiap malam, saat berkeliling Italia untuk menjual obat-obatan, dia pergi ke telepon umum untuk mengisahkan dongeng kepada anak gadisnya. Dongeng-dongengnya ajaib, aneh, lucu, tetapi sekaligus mencerdaskan pikiran dan menghangatkan hati. Dongeng-dongeng itu terkumpul dalam buku ini.

Gianni Rodari adalah penulis cerita anak paling penting di Italia, yang mengubah wajah pendidikan pada zamannya dan meraih penghargaan Hans Christian Andersen pada 1970.

“Anak-anak akan menyukai cerita-cerita ini karena membangkitkan rasa ingin tahu dan membuat mereka merasa cerdas, sementara orang dewasa akan menyukainya karena mengingatkan mereka akan kerinduan menjadi diri sendiri.” —Feby Indirani, penulis

Keunggulan:

 

  • Gianni Rodari adalah penulis anak klasik yang keberadaannya jarang diketahui oleh masyarakat dunia, padahal ia sangat dicintai oleh warga Italia karena telah menulis buku-buku anak yang sangat indah.
  • Gianni Rodari merevolusi pendidikan di Italia.
  • Buku-buku Gianni Rodari menjadi bacaan wajib bagi anak sekolah dasar di Italia.
  • Telephone Tale telah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.
  • Jutaan eksemplar telah terjual di seluruh dunia.
  • Cerita pendeknya unik dan merangsang imajinatif anak.
  • Buku full color dengan banyak ilustrasi di dalamnya.

Spesifikasi

SKU  :  NR-450
ISBN  :  9786238094455
Berat  :  300 gram
Dimensi (P/L/T)  :  14 cm/ 21 cm/ 2 cm
Halaman  :  260
Tahun Terbit  :  2024
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Nezli Rohmatullaili
Nezli Rohmatullaili 30-01-2026 12:43:18
Ini bukan dongeng biasa. Dongeng Telepon adalah salah satu buku terbaik yang kubaca di bulan Januari. Meski berisi dongeng pengantar tidur yang surealis, tapi ternyata makna cerita itu bisa berbeda ketika orang dewasa yang membaca. Di balik cerita-ceritanya yang singkat dan terkesan polos, tersimpan simbol tentang perang, kekerasan negara, kehilangan, dan kekonyolan hdup yang getir sekaligus jenaka. Buku ini lahir dari pengalaman personal Rodari yang harus bekerja jauh dari keluarganya dan hanya bisa membacakan dongeng untuk anaknya lewat telepon setiap malam. Karena keterbatasan waktu telepon koin, cerita-cerita ini ditulis ringkas dan padat. Latar hidup Rodari yang tumbuh di masa Perang Dunia kedua dan bekerja sebagai reporter turut memberi lapisan historis pada dongeng-dongeng ini. Kesederhanaannya justru menjadi medium untuk menyampaikan pengalaman pahit dengan cara yang halus. Dengan membaca kata pengantarnya, pembaca akan lebih memahami kenapa dongeng-dongeng ini terasa sederhana namun tidak biasa. Dongeng Telepon adalah buku anak-anak yang bisa dinikmati siapa... Lihat selengkapnya
Yayuk Khadijah
Yayuk Khadijah 28-01-2026 11:34:50
Membeli ini sebagai tambahan referensi untuk kukisahkan kepada anakku, karena dia suka sekali dengan cerita dongeng dan semacamnya. Berisi kumpulan cerita anak yang imajinatif namun tetap sarat makna dan nilai kebajikan. Membacanya rasanya seperti kembali ke masa kanak-anak. Di mana kita bisa bebas berimajinasi secara liar dan menyenangkan. Disertai dengan ilustrasi menarik di beberapa bagian, sehingga bisa turut mengajak anak untuk mencermati tiap kisah yang disuguhkan.
Sefri Ayuliana
Sefri Ayuliana 21-01-2026 10:33:46
Dongeng Telepon menyajikan 71 cerita dongeng yang pendek-pendek yang sangat menarik, dan sebetulnya untuk orang dewasapun perlu merenungi maksud ceritanya. Untuk saya, anak-anak yang masih kecil mungkin akan bingung dengan alur ceritanya, sehingga perlu ditemani orang tua untuk menjelaskan. Alasan mengapa judul bukunya "Dongeng Telepon", juga sangat menarik: seorang ayah yang membacakan satu cerita setiap malam lewat telepon umum untuk anaknya di rumah sebelum tidur. Cerita-ceritanya khas anak-anak, sarat makna, dan menganduk absurditas. Mungkin karena buku klasik dan ada perbedaan budaya, saya sendiri masih perlu mencerna kelucuannya untuk bagian cerita yang absurd. Di beberapa cerita juga mengandung sindiran, atau kritik sosial, yang mungkin hanya dimengerti orang dewasa, sedangkan anak-anak cukup menikmatinya sebagai cerita yang menarik. Tapi yang paling menarik, ilustrasinya bagus sekali. Bukunya juga full color. Recommended untuk dibaca orang dewasa, dan dibacakan untuk anak-anak. Mungkin anak-anak yang sudah agak besar bisa menikmati buku ini tanpa bantuan.
Citra Agustin
Citra Agustin 19-01-2026 19:43:07
Imajinatif, inspiratif, dua kata yang pas untuk menggambarkan buku ini. Anak-anak diajak untuk lebih mengembangkan imajinasi mereka tanpa batas. Selain itu Gianni Rodari bukan hanya sekedar meramu cerita agar menarik untuk dibaca, tetapi Gianni Rodari menyisipkan sebuah nasihat baik kepada anak-anak, maupun kepada orang tua. Contohnya saja dalam sebuah dongeng berjudul "Si Ceroboh Jalan-Jalan" (Hal 33) Pada cerita itu Gianni Rodari seakan berbisik kepada anak-anak berhati-hatilah, ingat yang kalian bawa, jangan meninggalkan apapun. Dan Gianni Rodari pun berbisik kepada orang tua bersabarlah, berlembah lembutlah, berikan kecupan dan pelukan hangat walaupun anakmu berbuat kesalahan. Selanjutnya pada dongeng yang lain "Sejarah Kerajaan Mangionia" (Hal 89) Gianni Rodari memperlihatkan bagaimana keserakahan, ketamakan hanyalah kefanaan. Dapat menghancurkan, menghilangkan segalanya. Ada satu dongeng yang membuat saya terkekeh "Hidung yang Kabur" (Hal 109) Bagaimana bisa Gianni Rodari memiliki ide cerita seperti itu. Konyol tapi jika direnungkan kembali terdapat pesan mendalam yang jika ditafsirkan kurang lebihnya begini... Lihat selengkapnya