Buku HARMONI ITU KITA - A. Hernawan… | Mizanstore
Ketersediaan : Tersedia

HARMONI ITU KITA

    Deskripsi Singkat

    Sebagian dari kita mungkin mulai merasakan jengah berada dalam situasi era sekarang ini. Niat baik sekalipun dipertanyakan, diragukan, bahkan mungkin juga ditampik lantaran datang dari mereka yang berlatar belakang berbeda. Padahal sejatinya, kebaikan adalah hakikat manusia, tak memandang batas dan perbedaan: bisa datang dari siapa saja, dari mana saja, dan… Baca Selengkapnya...

    Rp 59.000 Rp 50.150
    -
    +

    Sebagian dari kita mungkin mulai merasakan jengah berada dalam situasi era sekarang ini. Niat baik sekalipun dipertanyakan, diragukan, bahkan mungkin juga ditampik lantaran datang dari mereka yang berlatar belakang berbeda. Padahal sejatinya, kebaikan adalah hakikat manusia, tak memandang batas dan perbedaan: bisa datang dari siapa saja, dari mana saja, dan ditujukan kepada siapa saja. Dari begitu banyak  perbedaan bersisian dengan kebaikan, ajang penghargaan Kick Andy Heroes kembali memilih tujuh sosok yang bisa mewakili harmoni ini.

    Dari Surabaya, ada Dokter Michael Leksodimulyo, yang punya jabatan mentereng, tetapi rela terjun ke lapangan atau blusukan ke kolong jembatan dan gang kumuh untuk melayani kaum papa dan gelandangan. Secercah kebaikan tanpa melihat titel, status sosial, dan bahkan mungkin mengembalikan profesi dokter kepada hakikatnya sebagai penolong tanpa pamrih.
     
    Apalagi, selama ini layanan kesehatan memang belum prima, bahkan untuk bagian paling hakiki manusia, yakni jiwa. Nah, langkah kebaikan untuk ikut menangani masalah gangguan jiwa justru datang dari seorang kusir atau sais delman dari Bekasi bernama Marsan. Tanpa bekal medis apa pun, bahkan hanya lulusan SMP, dengan hidup serba pas-pasan, Marsan mampu merawat sekitar 300 pengidap gangguan jiwa dan berupaya memulihkan mereka.

    Tedi Ixdiana juga tak ketinggalan. Sebagai pemanjat tebing profesional, kiprahnya tak sebatas menyelamatkan mereka yang mengalami kecelakaan dan musibah di medan-medan sulit. Setelah menyaksikan hambatan sehari-hari yang dihadapi warga di daerah-daerah dengan area membahayakan itu, ia mengerahkan kawan-kawannya untuk membangun seribu jembatan di pelosok Nusantara. Jembatan-jembatan itu tentu akan menyambungkan kebaikan-kebaikan manusia di sana.

    Tak dimungkiri, banyak daerah di Nusantara tercinta ini belum tersentuh sarana-prasarana memadai. Toh, Carlos Ferrandiz, yang semula datang untuk melepas penat dari pekerjaan di Spanyol, justru akhirnya membawa kebaikan lebih besar lagi di suatu desa pesisir di Sumbawa. Kendati sempat dicurigai, Carlos meninggalkan negara dan profesinya untuk total membantu masalah kesehatan dan pendidikan anak-anak di sana.

    Totalitas kebaikan dalam pendidikan juga ditunjukkan Julianto, yang mendirikan dan mengelola sekolah gratis Selamat Pagi Indonesia di Batu, Jawa Timur. Dari “sekadar” kepeleset lidah, pekerja multi-level marketing ini mencurahkan kebaikan lewat sekolah gratis untuk anak-anak miskin. Sekolah itu punya standar pendidikan tinggi dengan menekankan peningkatan keterampilan dan pengembangan diri. Alhasil, bukan hanya tumbuh mandiri, anak-anak itu juga menjadi generasi produktif bagi lingkungannya.

    Semangat, komitmen, dan kebaikan di bidang pendidikan juga digalang para pemuda di Yayasan Hoshizora. Bermula dari sekelompok mahasiswa diaspora di Jepang, lembaga yang digerakkan Reky Martha dari sebuah desa di Bantul ini mampu menghimpun kebaikan berupa donatur beasiswa untuk lebih dari dua ribu anak miskin berprestasi.
    Melalui pendidikan itulah, generasi baru bakal menyebarkan dan menyambung kebaikan kita kini dan nanti. Sama halnya dengan yang dilakukan dua bersaudara Melati dan Isabel Wijsen dari Bali. Melihat sampah plastik merajalela di lingkungan mereka—destinasi wisata dunia yang dikenal sebagai Pulau Dewata—remaja belasan tahun ini bergerak nyata, berkampanye dan turun ke lapangan mengganti tas plastik dengan karya kreasi mereka agar tak menambah pencemaran lingkungan. Suara dan langkah kebaikan mereka bergaung hingga forum dunia PBB.


    Secercah harapan dan kebaikan yang terwujud harmoni, itulah gambaran yang mereka tunjukkan. Meski berkiprah dengan cara yang berbeda, mereka memberikan contoh upaya yang dilakukan. Dan sepatutnya kita lanjutkan.

    Tentang A. Hernawan & Tim Kick Andy

    A. Hernawan & Tim Kick Andy

    Kick Andy adalah sebuah acara talkshow di MetroTV yang dipandu oleh Andy F. Noya. Kick Andy tayang setiap hari Jumat malam. Meski tema yang diangkat cukup beragam, tetapi program ini tak beranjak dari human interest. Tak jarang, Andi F. Noya menampilkan narasumber dari tempat terpencil yang karya dan kisah hidupnya menjadi inspirasi banyak orang. Itulah mengapa akhirnya MetroTV juga menambahkan acara turunan bertajuk Kick Andy Hero's, Kick Andy Young Hero's, Kick Andy Hope, dan Kick Andy On Location.




    Keunggulan Buku

    • Kick Andy Heroes adalah penghargaan tahunan yang diberikan Kick Andy kepada mereka yang menghasilkan karya nyata, menunjukkan pengabdian dan memberi manfaat positif pada lingkungan atau kelompok masyarakat. Tujuh pahlawan dipilih langsung oleh para juri yang terdiri dari akademisi, aktivis, dan penggerak, menjadikan penghargaan ini bertahan dan bergerak lebih baik dari tahun ke tahun.

    • Dalam buku ini, kisah ketujuh pahlawan kita diceritakan dengan sangat lepas, hangat, tetapi mampu menggelitik sisi “generous” dalam diri, mengingatkan kita pada tulisan-tulisan Andy F. Noya sebelumnya.

    • Buku ini siap melengkapi pemahaman dan menggugah semangat kita untuk mulai melakukan sesuatu yang berarti.

    • Launching buku selalu diselenggarakan saat estafet Kick Andy Heroes diserahkan pada penerima baru setiap tahunnya. Tahun ini malam penganugerahan sekaligus launching juga berlangsung di bulan Maret.

    • Para pahlawan terpilih di buku ini memiliki kesamaan tekad, mereka punya semangat tanpa batas untuk mengubah kehidupan diri mereka dan orang-orang di sekitar, semangat yang tidak surut dengan banyaknya tantangan dan pandangan meremehkan dari masyarakat. Dari Surabaya, ada Dokter Michael Leksodimulyo, yang punya jabatan mentereng, tetapi rela terjun ke lapangan atau blusukan ke kolong jembatan dan gang kumuh untuk melayani kaum papa dan gelandangan. Secercah kebaikan tanpa melihat titel, status sosial, dan bahkan mungkin mengembalikan profesi dokter kepada hakikatnya sebagai penolong tanpa pamrih.

     Apalagi, selama ini layanan kesehatan memang belum prima, bahkan untuk bagian paling hakiki manusia, yakni jiwa. Nah, langkah kebaikan untuk ikut menangani masalah gangguan jiwa justru datang dari seorang kusir atau sais delman dari Bekasi bernama Marsan. Tanpa bekal medis apa pun, bahkan hanya lulusan SMP, dengan hidup serba pas-pasan, Marsan mampu merawat sekitar 300 pengidap gangguan jiwa dan berupaya memulihkan mereka.

    Tedi Ixdiana juga tak ketinggalan. Sebagai pemanjat tebing profesional, kiprahnya tak sebatas menyelamatkan mereka yang mengalami kecelakaan dan musibah di medan-medan sulit. Setelah menyaksikan hambatan sehari-hari yang dihadapi warga di daerah-daerah dengan area membahayakan itu, ia mengerahkan kawan-kawannya untuk membangun seribu jembatan di pelosok Nusantara. Jembatan-jembatan itu tentu akan menyambungkan kebaikan-kebaikan manusia di sana.

    Tak dimungkiri, banyak daerah di Nusantara tercinta ini belum tersentuh sarana-prasarana memadai. Toh, Carlos Ferrandiz, yang semula datang untuk melepas penat dari pekerjaan di Spanyol, justru akhirnya membawa kebaikan lebih besar lagi di suatu desa pesisir di Sumbawa. Kendati sempat dicurigai, Carlos meninggalkan negara dan profesinya untuk total membantu masalah kesehatan dan pendidikan anak-anak di sana.

    Totalitas kebaikan dalam pendidikan juga ditunjukkan Julianto, yang mendirikan dan mengelola sekolah gratis Selamat Pagi Indonesia di Batu, Jawa Timur. Dari “sekadar” kepeleset lidah, pekerja multi-level marketing ini mencurahkan kebaikan lewat sekolah gratis untuk anak-anak miskin. Sekolah itu punya standar pendidikan tinggi dengan menekankan peningkatan keterampilan dan pengembangan diri. Alhasil, bukan hanya tumbuh mandiri, anak-anak itu juga menjadi generasi produktif bagi lingkungannya.

    Semangat, komitmen, dan kebaikan di bidang pendidikan juga digalang para pemuda di Yayasan Hoshizora. Bermula dari sekelompok mahasiswa diaspora di Jepang, lembaga yang digerakkan Reky Martha dari sebuah desa di Bantul ini mampu menghimpun kebaikan berupa donatur beasiswa untuk lebih dari dua ribu anak miskin berprestasi.

    Melalui pendidikan itulah, generasi baru bakal menyebarkan dan menyambung kebaikan kita kini dan nanti. Sama halnya dengan yang dilakukan dua bersaudara Melati dan Isabel Wijsen dari Bali. Melihat sampah plastik merajalela di lingkungan mereka—destinasi wisata dunia yang dikenal sebagai Pulau Dewata—remaja belasan tahun ini bergerak nyata, berkampanye dan turun ke lapangan mengganti tas plastik dengan karya kreasi mereka agar tak menambah pencemaran lingkungan. Suara dan langkah kebaikan mereka bergaung hingga forum dunia PBB.

     

    Resensi

    Kebaikan sesungguhnya bisa datang dari siapa saja, dari mana saja, dan ditujukan kepada siapa saja. Kebaikan sejatinya tak memandang batas apa pun, entah itu asal-usul, etnis, negara, agama, ataupun status sosial.

    Pada era saat media sosial menjadi bagian yang tak bisa dilepaskan dari keseharian, niat baik saja kadang dipertanyakan, diragukan, bahkan mungkin juga ditampik. Padahal kebaikan sejatinya adalah hakikat manusia. Kebaikan bisa datang dari orang-orang biasa, kadang tak kita kenal, kadang tak kita sangka kebaikan itu bisa datang dari mereka.
    Secara rutin, program Kick Andy seakan-akan tak henti mengingatkan hakikat sifat manusia itu. Melalui ajang penghargaan “Kick Andy Heroes”, dari begitu banyak manusia yang menampilkan kebaikan, dipilih sejumlah sosok yang bisa mewakili harmoni ini.

    Dari Surabaya, ada Dokter Michael Leksodimulyo, yang punya jabatan mentereng, tetapi rela terjun ke lapangan atau blusukan ke kolong jembatan

    Spesifikasi Produk

    SKU BI-145
    ISBN 978-602-291-532-4
    Berat 130 Gram
    Dimensi (P/L/T) 13 Cm / 21 Cm/ 0 Cm
    Halaman 164
    Jenis Cover Soft Cover

    Produk A. Hernawan & Tim Kick Andy

















    Produk Rekomendasi