Buku HIT REFRESH - Satya Nadella,… | Mizanstore
  • HIT REFRESH
Ketersediaan : Tersedia

HIT REFRESH

Deskripsi Singkat

Microsoft dikenal sebagai salah satu penyokong besar revolusi digital. Tanpanya, kita semua tak akan menikmati betapa cepat dan nyamannya bekerja menggunakan personal computer. Namun, seiring berjalannya waktu, dunia komputasi mengalami perubahan yang luar biasa cepat. Tanpa inovasi yang benar-benar spektakuler, perusahaan ini diramalkan tak akan mampu mempertahankan popularitasnya. Inovasi tergantikan… Baca Selengkapnya...

Rp 79.000 Rp 67.150
-
+

Microsoft dikenal sebagai salah satu penyokong besar revolusi digital. Tanpanya, kita semua tak akan menikmati betapa cepat dan nyamannya bekerja menggunakan personal computer. Namun, seiring berjalannya waktu, dunia komputasi mengalami perubahan yang luar biasa cepat. Tanpa inovasi yang benar-benar spektakuler, perusahaan ini diramalkan tak akan mampu mempertahankan popularitasnya. Inovasi tergantikan birokrasi. Kerja tim tergantikan politik internal. Microsoft mulai tertinggal.

Hit Refresh berkisah tentang transformasi terbesar yang tengah berlangsung dalam tubuh Microsoft di bawah kepemimpinan Satya Nadella, sang CEO. Selama ini, ketika mendengar kata Microsoft, orang akan langsung mengaitkannya dengan Bill Gates yang cemerlang atau Steve Ballmer yang super energik. Nadella nyaris tak masuk ke radar para selebritas teknologi. Namun dalam tahun-tahun pertamanya memimpin, Nadella melakukan banyak gebrakan baru. Salah satunya adalah menciptakan budaya perusahaan yang menggabungkan antara empati dan teknologi. Dia juga membuat pertaruhan besar dalam beberapa teknologi kunci, seperti artificial intelligence (AI atau kecerdasan buatan) dan cloud computing (komputasi awan), yang membuat Microsoft menjadi unik.

Di tangan Nadella, Microsoft mengubah fokusnya dari sekadar perusahaan pencari keuntungan menjadi perusahaan humanis yang berkontribusi bagi masa depan umat manusia. 

Tentang Satya Nadella, Greg Shaw & Jill Tracie Nichols

Satya Nadella, Greg Shaw & Jill Tracie Nichols

Satya Nadella adalah seorang suami, ayah, dan CEO Microsoft—pemimpin ketiga sepanjang 40 tahun sejarah perusahaan.

Pada ulang tahunnya yang ke-21, Nadella berimigrasi dari Hyderabad, India ke Amerika Serikat untuk mengejar gelar Master dalam Ilmu Komputer. Setelah bekerja di Rust Belt dan Silicon Valley, ia bergabung ke Microsoft pada 1993. Di sini ia memimpin beragam produk serta inovasi dalam bisnis konsumer dan perusahaan. Nadella dikenal luas sebagai pemimpin yang berorientasi pada misi dan inspiratif, yang mendorong batas-batas teknologi sambil menciptakan kesepakatan-kesepakatan kreatif yang terkadang mengagetkan konsumen dan mitra secara global.

Kehidupan Nadella adalah perjalanan untuk mempelajari empati mendalam kepada orang lain, yang kemudian ia terapkan dalam segala hal, yang ia lakukan secara pribadi maupun pekerjaan. Sebagai seorang humanis—sekaligus insinyur dan eksekutif—Nadella menetapkan misi pribadi dan perusahaan yang dipimpinnya untuk memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi di muka bumi ini untuk mencapai hasil lebih baik. Selain menjabat di Microsoft, Nadella menjadi anggota Dewan Direktur di Fred Hutchinson Cancer Research Center dan Starbucks.




Keunggulan Buku

- Buku Terlaris Versi The New York Times
- Telah terbit dalam 26 edisi di seluruh dunia
- Penulis (Satya Nadella) masuk ke dalam 100 Orang Paling Berpengaruh di 2018 versi TIME
- Buku ini menjelaskan secara rinci peran Nadella dalam membawa Microsoft kembali ke puncak kejayaan.

ENDORSEMENT
“Saya berharap Hit Refresh akan menggulirkan pembicaraan penting dan memantik gagasan baru, dan orang lain akan berbagi kisah saat-saat hit refresh-nya sendiri.”
—Satya Nadella, LinkedIn

Tumbuh besar di India, Satya Nadella jatuh cinta pada kriket, olahraga yang dengan anggunnya berhasil mengubah seorang bintang menjadi tim yang kohesif dan harmonis. Dalam kriket, tidak ada pemain tunggal nan brillian yang akan menghancurkan tim. Semua bergerak seirama menjadi satu.

“Sejak menjadi CEO Microsoft pada 2014, Nadella telah menggunakan prinsip-prinsip tersebut untuk mengembalikan semangat inovasi perusahaan. Produk terbarunya, yaitu menekankan komputasi awan,  memungkinkan semua orang untuk berkolaborasi di seluruh platform. Nadella juga mengajarkan pentingnya empati dan membuat produk yang dapat diandalkan, ciri-ciri yang diperdalam dalam dirinya ketika anak pertamanya lahir dengan kelainan otak dan membuat hidupnya tergantung pada mesin yang berjalan dengan sistem Microsoft.

“Dalam empat tahun sejak kepemimpinannya, nilai pasar Microsoft telah meningkat 130%. Lebih penting lagi, Microsoft kini selalu membuat produk yang lebih ramah-pengguna.”
—Walter Isaacson, Time

 “Buku Hit Refresh karya Nadella adalah seruan mulia untuk bersiap tempur tak hanya bagi pasukannya, namun juga bagi bisnis secara keseluruhan.”
—John Battelle, Newco

“Buku baru Nadella menjalin kenangan pribadi (termasuk kisah masa kecilnya di India) dengan strateginya untuk merebut kembali posisi Microsoft sebagai pemimpin terdepan dalam industri teknologi.”
Laura Entis, Fortune

“Nadella adalah CEO yang berhasil menekankan pentingnya teknik komunikasi. Meski teknik ini sering dicemooh di dunia politik perusahaan yang kejam, namun di pasar yang bergerak cepat seperti saat ini justru terbukti penting dalam peningkatan kinerja.”
Harry McCracken, Fast Company

“CEO Microsoft, Nadella, menguraikan tentang kepemimpinan empatik yang ia harapkan akan memicu sebuah renaissance dalam raksasa piranti lunak di zaman serba komputasi dan kecerdasan ambien yang akan datang.

“Tiga tahun lalu, saat meneruskan kepemimpinan Bill Gates dan Steve Ballmer, sang penulis menyadari bahwa perusahaan piranti lunak yang pernah berjaya ini sedang “sakit” dan karyawannya “patah semangat” setelah melalui masa mandegnya pertumbuhan. Dunia yang pernah menjadi PC-sentris telah membangkitkan teknologi seluler dan cloud. Sementara itu Microsoft tertinggal dibanding yang lain. Dalam debutnya yang bijaksana, Nadella yang lahir di India ini mengungkapkan kisah kehidupan pribadi dan usahanya sebagai seorang pemimpin pembuat perubahan. Ia juga menjelaskan pentingnya kecerdasan mesin yang akan tiba. Penulis muncul sebagai seorang sederhana, berkepribadian menyenangkan dari keluarga pandai; ibunya, seorang sarjana Sanskrit, mengajarkan pentingnya keseimbangan, dan ayahnya yang ahli ekonomi menghargai kecerdasan. Saat tiba di Amerika Serikat tepat sebelum ledakan teknologi 1990-an, ia meraih gelar sarajana ilmu komputer di University of Wisconsin, Milwaukee, dan gelar master di University of Chicago; Ia bergabung di Microsoft pada 1992. Dengan jujur ia menuliskan tantangan sebagai CEO: ‘hirarki dan pecking order’ yang berkuasa di wilayah perusahaan, mencekik spontanitas dan kreativitas. Ia meresponnya dengan mendengarkan keprihatinan karyawan dengan empati dan membantu membangun serta memilih budaya terbuka yang baru untuk memberdayakan karyawan agar bertindak atas hasrat mereka. Nadella juga membuat perubahan nyata dalam ‘dunia yang mengutamakan seluler dan awan’ yang akan segera menghubungkan tiga milyar orang kepada Internet, sensor, dan internet of things. Untuk mendapatkan budaya tersebut, perusahaan ‘harus menerapkan pola pikir pertumbuhan dengan cara fokus pada konsumen, beragam, inklusif, dan bertindak sebagai Satu Microsoft.’ Bukunya berisi penjelasan tentang retret percobaan, 'meretas' untuk menyalakan gairah, prinsip kepemimpinan, dan saran-saran lain.
“Cetak biru berharga bagi para penggemar teknologi dan yang berpikiran untuk mengubah budaya.”
—Kirkus Review

“Buku hebat ini sangat saya rekomendasikan bagi siapa pun yang tertarik dengan visi dan strategi baru Microsoft. Buku ini juga bagus dalam menyampaikan sejarah besar Microsoft semenjak Nadella bergabung selama 20 tahun lebih. Inilah buku bagus bagi siapa pun yang membutuhkan nasihat untuk membangun perusahaannya kembali atau melihat bagaimana perubahan Internet dalam sepuluh tahun terakhir. Saya akan merekomendasikan buku ini bagi setiap perusahaan Internet baru atau siapa saja penggemar Microsoft, saya menyukainya dan akan membacanya lagi.”
—The Technology Geek 

NUKILAN

Saya telah mengenal Satya Nadella lebih dari 20 tahun. Saya mulai mengenalnya pada pertengahan ‘90-an, saat saya menjabat CEO Microsoft dan dia bekerja di bagian peranti lunak server yang saat itu baru didirikan. Kami memilih pendekatan jangka panjang dalam membangun bisnis tersebut, yang membuahkan dua manfaat: menjadi mesin pertumbuhan baru bagi perusahaan, dan membina banyak pemimpin baru yang saat ini menjalankan Microsoft, termasuk Satya.

Saya kemudian bekerja secara intensif dengannya ketika dia berpindah bagian untuk memimpin usaha kami membangun mesin pencari kelas dunia. Kami telah tertinggal di belakang Google sementara tim kami sudah menangani hal lain. Satya adalah anggota grup yang masuk dan membalikkan segalanya. Dia rendah hati, berpandangan ke depan, dan pragmatis. Dia melontarkan pertanyaan-pertanyaan cerdas tentang strategi kami. Dia pun bisa bekerja sama dengan baik dengan para insinyur yang sangat berkomitmen.

Oleh karena itu, saya tidak terkejut ketika Satya menjadi CEO Microsoft, dia langsung menunjukkan prestasinya. Seperti yang tersirat dalam judul buku ini, dia tak sepenuhnya melepaskan diri dari masa lalu—ketika Anda menekan tombol refresh di browser Anda, sebagian yang tampil di layar tetap tak berubah. Namun, di bawah kepemimpinan Satya, Microsoft berhasil melakukan transisi besar-besaran dari pendekatan yang sebelumnya terlalu Windows-sentris. Dia memimpin perusahaan dengan mengadopsi misi yang benar-benar baru. Dia selalu menjadi bagian dari percakapan dan tak pernah absen menyapa konsumen, peneliti top, hingga para eksekutif. Hal yang paling krusial ialah dia membuat pertaruhan besar dalam beberapa teknologi kunci, seperti artificial intelligence (AI atau kecerdasan buatan) dan cloud computing (komputasi awan), yang membuat Microsoft menjadi unik.

Langkah ini merupakan solusi cerdas tak hanya bagi Microsoft, tetapi juga bagi setiap perusahaan yang ingin sukses pada era digital. Industri komputasi belum pernah sekompleks seperti sekarang ini. Saat ini, banyak perusahaan besar selain Microsoft sedang melakukan inovasi—Google, Apple, Facebook, dan yang lainnya. Ada banyak pengguna teknologi mutakhir di seluruh dunia, dan tak hanya di Amerika Serikat. Pengguna tak lagi menggunakan PC sebagai satu-satunya perangkat komputasi, apalagi sebagai perangkat andalan.

Dunia komputasi sedang mengalami perubahan yang sangat cepat. Walaupun begitu, kita masih berada di awal masa revolusi digital. Sebagai contoh, lihatlah kecerdasan buatan atau AI. Bayangkan berapa banyak waktu yang kita habiskan untuk mengatur dan menjalankan berbagai aktivitas harian secara manual, dari mengatur jadwal rapat sampai membayar tagihan. Pada masa depan, sebuah agen AI akan mampu mengetahui bahwa Anda sedang bekerja dan punya waktu bebas 10 menit. Kemudian, agen ini akan membantu Anda menyelesaikan hal-hal yang berada di puncak daftar kegiatan Anda. AI sudah di ambang pintu untuk membuat hidup kita lebih produktif dan kreatif.

Inovasi juga akan meningkatkan banyak bidang kehidupan lain. Inilah bagian terbesar pekerjaan saya di Gates Foundation, yang memusatkan perhatian untuk mengurangi ketidaksetaraan di dunia. Alat pelacak digital dan pengurutan genetik membantu kami semakin cepat memberantas polio, penyakit kedua yang paling banyak menelan korban jiwa. Di Kenya, Tanzania, dan negara-negara lain, uang digital memungkinkan pengguna berpenghasilan rendah untuk menabung, meminjam, dan mentransfer uang. Ini keadaan yang tak pernah terjadi sebelumnya. Sekolah-sekolah di seantero Amerika Serikat menggunakan peranti lunak pembelajaran pribadi di kelas yang memungkinkan para murid belajar dengan kecepatannya sendiri: menentukan keahlian yang paling ingin mereka tingkatkan.

Tentu saja ada tantangan dalam setiap teknologi baru. Bagaimana kita bisa menolong orang-orang yang pekerjaannya digantikan agen AI dan robot? Apakah para pengguna akan memercayai seluruh informasi dari agen AI? Jika sebuah agen AI dapat memberikan saran tentang gaya bekerja Anda, apakah Anda menginginkannya?

Inilah yang membuat buku Hit Refresh sangat berharga. Satya telah memetakan arah dalam menciptakan peluang terbaik oleh teknologi dengan tetap menjawab pertanyaan-pertanyaan sulit tersebut. Dia juga menyajikan kisah pribadinya yang memesona, dengan kutipan sastra lebih banyak daripada yang Anda kira. Bahkan, ada beberapa pelajaran yang diambil dari olahraga kriket kesayangannya.

Kita harus optimis pada masa depan. Dunia sedang menuju ke arah yang lebih baik, dan kemajuan berjalan lebih cepat daripada sebelumnya. Buku ini adalah panduan bijak menuju masa depan yang menggairahkan dan menantang.

Salam,
Bill Gates

 

 


 

 

Resensi

Beri ulasan produk ini

Spesifikasi Produk

SKU BI-090
ISBN 978-602-291-504-1
Berat 320 Gram
Dimensi (P/L/T) 13 Cm / 21 Cm/ 0 Cm
Halaman 376
Jenis Cover Soft Cover
DILAN DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1990-NEW
15%
DILAN DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1990-NEW

Belum Ada Ulasan

Rp. 69.000 Rp. 58.650
Beli
Pidi Baiq
The Magical Balls
83%
The Magical Balls

Belum Ada Ulasan

Rp. 29.000 Rp. 5.000
Beli
KALISHA, DKK
NEVER FADE, TAKKAN PERNAH PUDAR
15%
NEVER FADE, TAKKAN PERNAH PUDAR

Belum Ada Ulasan

Rp. 98.500 Rp. 83.725
Beli
Alexandra Bracken
BAD ROMANCE
15%