Buku ISLAM AGAMA UNTUK… - Ahmad Fuad… | Mizanstore
  • ISLAM AGAMA UNTUK MANUSIA
Ketersediaan : Tersedia

ISLAM AGAMA UNTUK MANUSIA

    Deskripsi Singkat

    “Buku ini menemukan relevansinya dengan persoalan yang tengah dihadapi bangsa ini. Fuad berhasil menunjukkan bahwa Islam relevan menjadi sumber humanisme, toleransi dan keadilan.” Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan ______ Kebangkita agama di era postmodernisme ternyta tidak hanya membawa pesan keselamatan, melainkan juga menebar… Baca Selengkapnya...

    Rp 99.000
    -
    +

    “Buku ini menemukan relevansinya dengan persoalan yang tengah dihadapi bangsa ini. Fuad berhasil menunjukkan bahwa Islam relevan menjadi sumber humanisme, toleransi dan keadilan.”

    • Prof. Dr. Muhadjir Effendy, MAP

    Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan

    ______

    Kebangkita agama di era postmodernisme ternyta tidak hanya membawa pesan keselamatan, melainkan juga menebar kecemasan. Salah satu gejala yang mencemaskan itu aalah menguatnya sektarianisme dan intoleransi, yang berpuncak pada ekstremisme dan terorisme. Gejala demikian tentu saja bukan hanya terjadi pada agama Islam tetapi juga pada agama-agama lain; bukan hanya fenomena khas Indonesia, tetapi fenomena global.

    Di sinilah tantangan kepada Islam itu muncul dengan nyata. Bagaimana Islam sanggup membuktikan klaimnya sebagai rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil ‘alamin)? Sanggupkah Islam membumikan misi penyelamatan, keberkahan, kebahagiaan, dan pembebasan? Mampukah umat Islam mengaktualkan ajaran Islam yang menyerukan toleransi, keterbukaan, moderasi, dan kemanusiaan?

    Buku ini mengajak kita semua untuk mengamati pelbagi fenomena keagamaan dan keumatan Islam, serta menawarkan cara pandang dan praksis Islam sebagai agama yang mebawa rahmat untuk umat manusia seluruhnya.

    “Karya Fuad Fanani ini menyoroti isu-isu yang membuat penampilan Islam tidak humanis; tetapi pada saat yang sama juga dia menawarkan sejumlah gagasan untuk membangun Islam dan Muslim humanis.”

    Prof. Azyumardi Azra, CBE

    Guru Besar Sejarah dan Kebudayaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

    “Melalui buku ini Fuad Fanani menggugat sekaligus memberi inspirasi cerdas agar umat Islam secara individu maupun kolektif menjadi ummah yang humanis dan toleran.”

    Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si.

    Ketua Umum PP Muhammadiyah Periode 2015-2020

     

    “Analisis Fuad Fanani berpijak pada kerangka teoretis yang solid terhadap persoalan keagamaan di tanah air. Sebuah kontribusi yang mendorong kehidupan damai dalam masyarakat plural.”

    Prof. Mun’im Sirry, Ph.D.

    Guru Besar Teologi, Universitas Notre Dame, Amerika Serikat

    __________

    Islam sebagai agama yang rahmatan lil 'alamin tidak begitu tampak ke permukaan, melainkan tindakan diskriminatif atas nama agamalah yang selalu mencuat. Buku ini hendak menggugat dikotomi antara Islam dan kemanusiaan. Patut dibaca bagi siapa pun yang gelisah dengan fenomena beragama  era millenial dan era digital.”

    — Prof. Dr. M. Amin Abdullah

    Guru Besar Ilmu Filsafat UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

     

    “Buku ini mengajak pembaca untuk memahami orang Islam dan tidak terjebak pada orientasi keakhiratan semata, tetapi peduli juga pada urusan dunia. Buku ini banyak mengandung gagasan-gagasan brilian. Selamat membaca!”     

    — Ahmad Najib Burhani, Ph.D.

    Peneliti Senior LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)

     

    “Islam adalah agama humanis, karena itu jika ada seorang Muslim yang tidak humanis dan memanusiakan manusia, maka sejatinya ia telah melenceng dari kanon resmi Islam. Karya Ahmad Fuad Fanani ini menjabarkan tentang Islam sebagai agama humanis.”

    — Prof. Sumanto Al Qurtuby, Ph.D.

    Dosen Antropologi Budaya, King Fahd University of Petroleum and Minerals, Arab Saudi

     

    “Humanisme, toleransi dan keadilan adalah tema-tema kunci Islam yang kini mulai terkubur. Padahal tema-tema tersebut merupakan inti ajaran Islam yang termaktub di dalam Al-Qur’an dan Hadist. Melalui buku ini, Fuad mengembalikan Islam pada sejarah autentiknya dan merajut (kembali) peradaban islam yang humanis, toleran, dan keadilan.”

    — Andar Nubowo, DEA

    Presiden Direktur Lazismu PP Muhammadiyah

     

    “Karya Ahmad Fuad Fanani ini menyuguhkan satu pandangan keagamaan yang autentik, yakni cara pandang keislaman yang humanis dan ramah terhadap realitas perbedaan”.

    — Muhammad Abdullah Darraz, M.A.

    Direktur Eksekutif MAARIF Institute for Culture and Humanity 2016-2019

    Tentang Ahmad Fuad Fanani

    Ahmad Fuad Fanani

    Ahmad Fuad Fanani adalah Peneliti MAARIF Institute for Culture and Humanity dan Pengajar tamu di FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Sebelumnya ia pernah menjadi Direktur Riset MAARIF Institute pada 2012-2015, peneliti di Pusat Studi Agama dan Peradaban (PSAP) Muhammadiyah, dan International Center for Islam and Pluralism (ICIP). Menyelesaikan pendidikan sarjananya di Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Pendidikan pascasarjananya diselesaikan di School of International Studies, Flinders University, Adelaide, Australia dengan dukungan Australian Development Scholarship (ADS). Menulis skripsi tentang hermeneutika Al-Qur’an dan HAM; menulis tesis tentang Islam dalam kebijakan politik luar negeri Indonesia pasca reformasi. Fuad sedang melanjutkan studi doktornya di Department of Political and Social Change, the Australian National University (ANU), Canberra, Australia. Bidang yang selama ini ditekuni adalah: politik Islam, politik Islam global, Islam dan gerakan sosialdi Asia Tenggara, perbandingan politik,dan problem sosial dan keagamaan kontemporer.

                Beberapa buku karyanya sendiri dan karya kolektifnya yang sudah diterbitkanantara lain: Islam Mazhab Kritis, Menggagas Keberagamaan Liberatif (Jakarta: Kompas, 2004), IjtihadPesantren untuk Toleransi dan Good Governance (Jakarta: ICIP, 2009), Muhammadiyah Progressif: Manifesto Pemikiran Kaum Muda (Yogyakarta: LSIF & JIMM, 2007), Muazin Bangsa dari Makkah Darat: Biografi Intelektual Ahmad Syafii Maarif (Jakarta: Serambi & MAARIF Institute, 2015), Fikih Kebinekaan: Pandangan Islam Indonesia tentang Umat, Kewargaan, dan Kepemimpinan non-Muslim (Jakarta: Mizan & MAARIF Institute, 2015), Kosmopolitanisme Islam Berkemajuan (Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2016), Becoming Muhammadiyah: Autobiografi Gerakan Kaum Islam Berkemajuan (Bandung: Mizan, 2016), dan Reimagining Muhammadiyah: Islam Berkemajuan dalam Pemikiran dan Gerakan(Yogyakarta: Suara Muhammadiyah, 2018). Berbagai analisis keislaman, politik dan sosial keagamaannya bisa ditemui di berbagai media massa nasional seperti: Kompas, Republika, Koran SINDO, Koran Tempo, Media Indonesia, the Jakarta Post, Suara Muhammadiyah, dan the Geotimes. Sedangkan beberapa artikel substantifnya sudah diterbitkan di Majalah Prisma, Jurnal MAARIF, Journal of Indonesian Islam, Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies (IJIMS), Jurnal Inovasi, Jurnal Afkaruna, dan sebagainya.

                Fuad aktif di persyarikatan Muhammadiyah semenjak tahun 1997 hingga sekarang. Ia pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Ciputat (2000-2001), Ketua Lembaga Studi Islam DPP Ikatan Mahasiswa Muhammmadiyah (2001-2003), Pengurus PP Pemuda Muhammadiyah (2006-2014), Ketua Program JIMM (2003-2006), Presidium Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah (JIMM) (2006-2014), dan anggota Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah (2015-2020). Ia bisa dihubungi melalui email: [email protected], twitter: @fuadfanani




    Keunggulan Buku

    Tema pokok buku ini sangat tepat waktu karena di berbagai pelosok dunia Islam tampil dengan wajah yang kurang humanis disebabkan meruyaknya aksi kekerasan dan intoleran yang dilakukan orang atau sekelompok kecil Muslim--tidak jarang atas nama Islam atau atas nama kelompok radikal dan teroristik. Karena itu, penampilan Islam seperti itu memperkuat mispersepsi dan Islamo-fobia khususnya di kalangan masyarakat Barat. Karya Fuad Fanani ini membahas berbagai isu yang sedikit banyak membuat penampilan Islam dan Muslim tidak humanis; dan pada saat yang sama dia menawarkan sejumlah gagasan dan praksis untuk membangun Islam dan Muslim humanis. Mengingat kandungannya yang sangat penting, karya ini niscayalah merupakan sumbangan signifikan untuk mewujudkan Islam rahmatan lil 'alamin"  yang tampil secara humanis". 
    —Prof Azyumardi Azra, CBE, 
    Gurubesar sejarah dan kebudayaan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

    “Buku karya Fuad Fanani ini menggugat sekaligus memberi inspirasi cerdas bagaimana setiap muslim secara individu maupun kolektif menjadi ummah yang humanis serta menyebar benih toleransi dan keadilan yang autentik. Fanani sebagai intelektual muda Muhammadiyah yang humanis, merindukan Islam dijadikan referensi moral dan pemikiran aktual yang mencerahkan  bagi  kehidupan  bersama yang serbamelintasi. Bukan Islam yang garang dan tak bersahabat dengan sesama dan ranah semesta, di mana atasnama Islam justru memproduksi perangai-perangai anti-kemanusiaan dan anti-kesemestaan. Bukankah Islam lahir untuk menebar misi rahmatan lil-'alamin?”
    —Dr Haedar Nashir
    Ketua Umum PP Muhammadiyah

    “Tema-tema yang dididiskusikan dalam buku ini bukan hanya relevan tapi juga penting menjadi perbincangan publik.  Fuad Fanani menawarkan sudut pandang yang berpijak pada kerangka teoritis yang solid dan pengamatan yang cermat terhadap fenomena keberagamaan di Tanah Air. Sebuah kontribusi signifikan bagi upaya memelihara dan mendorong koeksistensi kehidupan damai dalam masyarakat plural, seperti di Indonesia. 
    Sangat direkomendasikan!”
    —Prof Mun'im Sirry
    Gurubesar Teologi, Universitas Notre Dame, Amerika Serikat

    Resensi

    Spesifikasi Produk

    SKU MW-017
    ISBN 9876024410681
    Berat 340 Gram
    Dimensi (P/L/T) 16 Cm / 24 Cm/ 0 Cm
    Halaman 212
    Jenis Cover Soft Cover

    Produk Ahmad Fuad Fanani

















    Produk Rekomendasi