Buku MEREKA YANG TAK… - Emha Ainun… | Mizanstore
  • MEREKA YANG TAK PERNAH MATI
Ketersediaan : Tersedia

MEREKA YANG TAK PERNAH MATI

    Deskripsi Singkat

    Mereka yang Tak Pernah Mati adalah kisah tentang orang-orang yang patut menjadi suri tauladan. Lewat perspektif budayawan Emha Ainun Najib, kita akan belajar menjadi manusia yang lebih arif dalam berelasi dengan sesama, dan terutama menaruh hormat terbesar kepada Sang Pencipta. Manusia disayang dan dicintai oleh Penciptanya. Dia diperintahkan hidup di… Baca Selengkapnya...

    Rp 79.000 Rp 67.150
    -
    +

    Mereka yang Tak Pernah Mati adalah kisah tentang orang-orang yang patut menjadi suri tauladan. Lewat perspektif budayawan Emha Ainun Najib, kita akan belajar menjadi manusia yang lebih arif dalam berelasi dengan sesama, dan terutama menaruh hormat terbesar kepada Sang Pencipta.

    Manusia disayang dan dicintai oleh Penciptanya. Dia diperintahkan hidup di Bumi dengan perjanjian cinta: Allah mencintainya dan manusia juga mencintai-Nya. Mencintai Allah berarti mengarahkan hidup untuk kembali menyatu dengan-Nya. Hendak menjadi apa pun di dunia—seniman, petani, pejabat, pengusaha, atau lainnya—sama saja: Manusia harus mengelola seluruh faktor dalam hidup agar tiba kembali dan diterima di rumah-Nya.

    Namun, cara Allah menunjukkan cinta kepada hamba pilihan-Nya bisa dalam macam-macam rupa, dan terkadang seperti siksaan bagi jasad fana ini. Padahal bisa jadi Allah sedang menjaga manusia pilihan itu dengan memagarinya dari berbagai kemungkinan buruk.



    Keunggulan Buku

    Buku ini membahas perspektif Emha Ainun Nadjib, atau Mbah Nun, terhadap orang-orang di sekelilingnya. Dari situ pembaca akan mempelajari seni menjalani kehidupan. Tokoh yang dbahas pun beragam, dari orang sangat terkenal seperti WS Rendra, Koes Ploes sampai orang-orang biasa yang memiliki keistimewaan di balik kesederhanaan. Nilai yang ditawarkan buku ini komplit, ada relasi antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, manusia dan negara.

     

    KATA PENGANTAR

    Buku Cak Nun berjudul Mereka yang Tak Pernah Mati yang berada di tangan teman-teman semua ini, sebagian besar, berisi persaksian (syahadah) Cak Nun kepada beliau-beliau pribadi atau sosok yang  mempunyai tempat tersendiri di dalam hati dan perjalanan hidup Cak Nun. Kepada beliau-beliau ini Cak Nun menaruh rasa hormat, rasa sayang, dan perhatian khusus.

    Allah Swt. menakdirkan sebagian dari beliau-beliau telah lebih dahulu dipanggil kembali ke haribaan-Nya. Pada saat kepergian seseorang di antara mereka, yang kerap kali tidak terduga, seketika Cak Nun  mengungkapkan rasa kehilangan, duka, dan terutama penghormatan dan persaksian ke dalam tulisan. Cak Nun menjumpai pada diri mereka nilai-nilai sejati, prinsip dan jalan hidup, keunikan, dan kontribusi bagi kehidupan yang mereka perjuangkan sepanjang hayat. Bagi Cak Nun, nilai-nilai yang mereka tegakkan sesungguhnya menjadikan mereka tetap hidup walau raganya tak lagi berada di tengah-tengah  kita.

    Kita dapat merasakan hal itu dalam tulisan Cak Nun tatkala Allah memanggil Syeikh Nursamad Kamba, Umbu Landu Paranggi, Iman Budhi Santosa, Bunda Cammana, Pak Yai Muzammil, Ra Lilur,  sastrawan Danarto, dan yang lain-lain. Tidak berlebihan kiranya ketika Penerbit Bentang memberi judul buku ini dengan Mereka yang Tak Pernah Mati. Satu judul yang berpijak dari menghayati Al-Qur’an
    Surat Ali ‘Imran Ayat 169: “Dan jangan sekali-kali kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; sebenarnya mereka itu hidup, di sisi Tuhannya mendapat rezeki.” Ayat ini juga sering Cak Nun uraikan dalam berbagai kesempatan Sinau Bareng.

    Selain berisi tulisan persaksian kepada beliau-beliau yang telah pergi, buku ini juga menghadirkan tulisan-tulisan Cak Nun untuk menghormati beliau-beliau yang masih hidup bersama kita, pada momentum-momentum tertentu. Misalnya, tulisan tentang Cak Fuad saat beliau menghikmati ulang tahun dan pada saat purna tugas sebagai pengajar di Universitas Negeri Malang, tulisan untuk Pak Novi Budianto
    KiaiKanjeng saat menyelenggarakan pameran seni visual di Rumah Maiyah Yogyakarta, tulisan untuk salah satu marja Maiyah Ian L. Betts, dan tulisan untuk memperingati ulang tahun Mas Sabrang Mowo Damar Panuluh.

    Melalui tulisan-tulisan ini, Cak Nun berkomunikasi kepada para jamaah Maiyah yang ditempatkan sebagai anak-cucunya. Dalam konteks terbitnya buku ini, ada dua hal yang barangkali bisa dicatat. Pertama, tulisan-tulisan Cak Nun ditujukan kepada para anak-cucu jamaah Maiyah agar mereka ikut memetik pelajaran dan memahami cara pandang kehidupan yang luas melalui bagaimana Cak Nun menemukan fadhilah dan maqam masing-masing sosok yang beliau tulis. Salah satu contoh pembelajaran yang sangat kuat adalah ketika Cak Nun mengajak para jamaah belajar kepada fenomena legenda putra-putra Koeswoyo dalam seri sepuluh tulisan.

    Kedua, tulisan-tulisan ini merupakan bentuk kedekatan dan perhatian Cak Nun sebagai marja Maiyah kepada para jamaah Maiyah ketika beliau memberikan panduan dan bimbingan menyangkut berbagai hal khususnya tentang apa-apa yang perlu mereka kerjakan sebagai Jamaah Maiyah. Kita dapat membacanya misal pada tulisan seri Untuk Anak Cucu Maiyahku, Kepemimpinan Warga Hidup Negeri Maiyah, dan Bertanam Kesuburan di Kebun-Kebun Maiyah: Haluan Baru Maiyah.

    Dengan bahasa lain, tulisan-tulisan Cak Nun dalam buku ini bukanlah sesuatu yang sedari awal ditujukan sebagai tulisan an sich, melainkan ekspresi perjalanan sehari-hari Cak Nun bersama orang-orang yang dihormati, disayangi, dan diberikan perhatian khusus. Tulisan-tulisan ini juga lahir dalam konteks Maiyah, ketika Cak Nun selalu mengajak para anak-cucu untuk banyak belajar. Tulisan-tulisan beliau adalah salah satu cara untuk belajar.

    Tentu saja Mereka yang Tak Pernah Mati bukan satu-satunya karya yang lahir dari konteks yang sama. Buku seri Daur I-IV, Pemimpin yang TuhanMarkesot Belajar NgajiSiapa Sebenarnya MarkesotSinau Bareng MarkesotLockdown 309 Tahun, dan Mbah Nun Bertutur adalah sejumlah buku Cak Nun yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka yang pada mulanya adalah tulisan-tulisan yang tersebar di berbagai media.

    Tatkala Penerbit Bentang secara istikamah menerbitkan tulisan-tulisan Cak Nun, termasuk buku Mereka yang Tak Pernah Mati ini, kita bersyukur dan berharap manfaat ilmu dapat lebih terabadikan dan tersebar luas memperkaya khazanah cara pandang para Jamaah Maiyah pada khususnya maupun pembaca pada umumnya. Selamat membaca!

    Helmi Mustofa
    Progress (Sekretariat Cak Nun dan KiaiKanjeng)

    Resensi

    Spesifikasi Produk

    SKU BS-544
    ISBN 978-602-291-894-3
    Berat 300 Gram
    Dimensi (P/L/T) 13 Cm / 21 Cm/ 0 Cm
    Halaman 272
    Jenis Cover Soft Cover

    Produk Emha Ainun Nadjib

















    Produk Rekomendasi