Buku ORION-HIGH SCHOOL SERIES - Cinderella Syarif | Mizanstore
Ketersediaan : Tersedia

ORION-HIGH SCHOOL SERIES

    Deskripsi Singkat

    Orion bukan bad boy yang gemar berbuat onar. Tapi, juga bukan nerd dengan kacamata tebal. Ia Bukan cool boy yang pelit bicara, atau most wanted boy yang menjadi incaran cewek di sekolah. Orion hanyalah Orion, yang hidupnya monoton karena dituntut selalu terdepan dalam bidang akademik. Berjuang dalam meraih prestasi, Orion… Baca Selengkapnya...

    Rp 79.000 Rp 67.150
    -
    +

    Orion bukan bad boy yang gemar berbuat onar. Tapi, juga bukan nerd dengan kacamata tebal. Ia Bukan cool boy yang pelit bicara, atau most wanted boy yang menjadi incaran cewek di sekolah.
    Orion hanyalah Orion, yang hidupnya monoton karena dituntut selalu terdepan dalam bidang akademik. Berjuang dalam meraih prestasi, Orion sudah biasa. Tapi, berjuang untuk cinta? Orion masih buta.
    Di tengah tuntutan belajar dari ayahnya yang keras, Orion tak luput dari peliknya dilema cinta. Mana yang pantas diperjuangkan? Ilona, cewek cantik sempurna yang kali pertama mencuri hatinya. Atau Elsa, cewek ketus yang membuat hidupnya jadi berwarna?
     

    Tentang Cinderella Syarif

    Cinderella Syarif

    Cinderella Binti Md. Sarif Yaacob, atau yang kerap disapa Cinde, lahir di Selangor, Malaysia pada 04 Oktober 1998. Membaca buku cerita, dan novel sudah menjadi kegemarannya sejak awal bisa baca-tulis, sedangkan untuk terjun ke dunia tulis menulis dimulai sejak ia berumur sepuluh tahun, ketika menduduki kelas 5 Sekolah Dasar. Sudah bercita-cita menjadi seorang penulis sejak awal menekuni dunia tulis menulis. Sebelum mengenal situs Wattpad sebagai tempat menyalurkan hobinya, Cinde menyalurkan semuanya dengan menulis langsung di buku catatan yang memang khusus untuk cerita buatannya. Padatahun 2015, Cinde pun mengenal situs Wattpad atas rekomendasi kakak misannya : Mutiara Pratiwi Ningrum Rajasa. Ia memutuskan bergabung dengan nama pena CiinderellaSarif yang nama pena itu sendiri adalah penggabungan antara nama Cinde, dan sang Ayah.
    Bad Boy For Little Girl adalah novel pertama Cinde yang terbit pada tahun 2016, dan Matahari Di Atas Samudra novel kedua Cinde yang terbit pada tahun 2017.
    Gadis Ji Chang Wook ini bisa dikontak melalui ;
    Wattpad              : CiinderellaSarif
    Facebook            : CiinderellaSarif
    Twitter                 : iamciinde
    Instagram            : ciinderella_s
    Email                     : [email protected]


     




    Keunggulan Buku

    Keunggulan
    Orion  merupakan salah satu naskah proyek Bentang Belia bersama 9 penulis Wattpad terpopuler  yang diwadahi dalam serial High School Series (HSS). Kesembilan seri HSS ini, termasuk Orion, berada dalam universe yang sama yaitu SMA Nusa Cendekia. Novel karya Ciinderella Sarif ini telah dibaca lebih dari 2,5 juta kali di Wattpad.
    Testimoni
    Such an incredible story! Gemes, manis, hangat … dan yang paling penting, banyak poin positif yang bisa dipetik dari kisah Orion. I highly recommend it!
    Hana Margaretta, penulis Shaidan, Dignitate, dan Sekaletta

    “Karakter Orion dalam cerita ini berbeda dengan karakter Wattpad pada umumnya, dan itu yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pembaca.”
    —Ni Kadek Pingetania, penulis Kakak Kelas, Different, Juli, dan Scarldo

    “Cerita Orion benar-benar menggambarkan sosok anak sulung yang seperti kenyataannya, dituntut memberikan contoh kepada adik-adiknya. Selain itu, cerita ini pun mempunyai kisah yang manis. Rasanya Nuski nggak akan sempurna jika tanpa kisah Orion di dalamnya :).”
    —Asri Aci, penulis Perfect Couple dan Shea

    Ein entzückender roman, attraktiv und sie warden es nicht bereuen, es gelesen zu haben. Votsicht wird dich verlieben. Ich liebe dich, Cinde! [Novel yang sangat menggemaskan, menarik, dan Anda tidak akan bosan membacanya. Hati-hati, ia akan membuatmu jatuh cinta. I love you, Cinde!]”
    —Sekar Nur Hidayah (@sekarkenang), pembaca Orion di Wattpad

    “Baca Orion itu kayak lihat foto oppa. Nggak bisa berhenti buat melototin mata biar bisa lihat jalan kisahnya.”
    Devi Ratna (@DeviRatna11), pembaca Orion di Wattpad

    “Ciinderella Sarif mampu membuat pembacanya menjadi sosok utama di dalam setiap karyanya, seperti sosok Orion yang dia ciptakan kali ini. Ciinde membuat sosok yang tidak hanya berjuang untuk melepas seseorang yang tidak bisa ia miliki di masa lampau, sehingga akhirnya mampu menemukan seseorang yang lebih layak untuk dia miliki. Dalam cerita ini, kita seperti melihat cerminan diri kita sendiri yang selalu saja berusaha terlihat baik-baik saja meski pada kenyataannya kita tidak sedang dalam keadaan yang baik-baik saja. Banyak penyesalan dan penyesalan yang kita terima karena kita lebih sering diminta untuk menurut pada keinginan orang lain sehingga kita tidak dapat melakukan apa yang kita inginkan dan karena tidak ingin ada pihak yang merasa dikecewakan.”
    Sm. Ardi (@TuanAksara_), pembaca Orion di Wattpad

    Recommended!!! Jalan ceritanya ringan banget, cocok buat semua kalangan umur yang menyukai genre fiksi remaja. Kita dibuat gemes dan gregetan sama tokoh-tokohnya. Poin plus lainnya, cerita ini ngasih kita pemahaman kalau kita nggak boleh menganggap remeh suatu hal, karena semua mempunyai potensi dengan porsi mereka masing-masing. So, yah, simple but worth it bangetlah!”
    Reviana Aditiani/TIA (@revianaaditiani), pembaca Orion di Wattpad

    “Seperti namanya, Orion yang memiliki arti ‘pemburu’, dibuktikan dengan perjuangannya dan ketidakputusasaannya dalam mencapai sesuatu. Cerita ini dikemas apik dengan bahasa yang ringan dan mudah dipahami. Ada bahagianya, ada sedihnya, ada bapernya, ada romantisnya, yah komplet! Novel ini adalah novel fiksi remaja yang bisa bikin kecanduan.”
    —Aulia Dewi (@_mochii_nn), pembaca Orion di Wattpad

    “Menurutku, ceritanya anti-mainstream banget. Setiap tokoh diberi kekurangan dan kelebihan masing-masing yang membuat pembaca jadi merasa semua itu nyata dan itu juga yang memotivasi saya untuk menjadi lebih baik lagi.”
    —Baiq Oryzva Pusparani Danwa (@oryzva), pembaca Orion di Wattpad

    Tentang HSS
    Selamat datang di dunia SMA Nusa Cendekia! Kali ini Bentang Belia mengajakmu mengikuti cerita-cerita seru para siswa SMA Nusa Cendekia melalui High School Series. Apa, sih, High School Series?
    Kamu yang ngikutin serinya di akun Wattpad @beliawritingmarathon milik Bentang Belia, pasti udah paham, ya? Bagi yang belum ngintip, silakan deh, main ke sana. Udah lebih dari jutaan kali dibaca, loh! Ada 9 judul cerita di seri ini. Semua cerita berlatar belakang SMA Nusa Cendekia, atau nama bekennya SMA Nuski. Masing-masing judul menggunakan nama tokoh utama. Yuk, kenalan! Ada Barga, Orion, Yasa, Saga. Juga ada Geigi, Iris, Raya, Lavina, Shea. Berarti mereka saling kenal, dong? Hmmm, coba icipin sendiri ya ceritanya, hehehe.
    Hayo, siapa yang nyadar, jika setiap huruf depan dari nama para tokoh utamanya itu dirangkai akan membentuk BOYS dan GIRLS! ?. Wuih, wajib koleksi, nih!
    Hari-hari Barga, Orion, Yasa, Saga, Geigi, Iris, Raya, Lavina, dan Shea tentunya akan disemarakkan oleh para sahabat dan
    gebetan. Mereka punya segudang cerita gereget yang akan bikin kamu gemes, senang, sedih, juga haru. Nggak heran karena masing-masing judul ditulis oleh penulis favorit kalian di Wattpad. Siapa aja mereka?
    Barga ditulis oleh Yenny Marissa. Orion ditulis oleh Cinderella Sarif. Yasa ditulis oleh Ega Dyp. Saga ditulis oleh Pit Sansi. Geigi ditulis oleh Sirhayani. Iris ditulis oleh Innayah Putri. Raya ditulis oleh Inge Shafa. Lavina ditulis oleh Ainun Nufus. Shea ditulis oleh Asri Aci.
    Saat ini kamu akan dibuat ketagihan menyimak kisah Orion dan Elsa.
    Selamat bersenang-senang!
    Cuplikan
    “Kita pernah menggoreskan kisah yang abu-abu,
    berharap ada kepastian menyapa.
    Namun, tetap saja pada akhirnya,
    takdir menggariskan kita untuk berjalan masing-masing.
    Kau dengan dia yang diidamkan, sementara aku dengan kamu yang tak tergapai.”
    Pemuda berambut hitam pekat itu menenggelamkan wajah ke lipatan tangan yang ditumpukan di atas meja belajar. Mejanya penuh dengan buku, dan sebenarnya sangat tidak nyaman. Namun, ia perlu mengambil waktu untuk beristirahat sejenak. Secara perlahan, rasa penat kembali menggerogoti pikiran dan hatinya dengan ganas.
    Sejak kelas IX, yaitu tepat di penghujung masa sekolah menengah pertama, pemuda itu sudah mulai merasa hidupnya terlalu monoton. Membosankan. Terlalu putih dan sangat kosong, tanpa ada sentuhan warna indah lainnya. Yang ia lakukan hanya belajar untuk memenuhi ekspektasi sang ayah. Pemuda itu bahkan dilarang ayahnya mengikuti kegiatan non-akademik yang berkaitan dengan olahraga atau bela diri. Tidak akan menguntungkan bagi masa depan, begitu kata sang ayah.
    Satu-satunya kegiatan non-akademik yang boleh ia ikuti adalah pramuka. Sebab, kegiatan itu diyakini bisa memberi nilai plus, serta membangun karakter dewasa, mandiri, dan semua sifat baik dalam diri pemuda tersebut.
    Saat remaja seusianya bersenang-senang dengan berbagai pilihan, ia malah tunduk seratus persen pada setiap perintah dan larangan yang keluar dari mulut ayahnya. Bahkan, sampai berusia 16 tahun, ia tak tahu bagaimana rasanya memiliki seseorang yang biasa disebut sebagai teman wanita spesial. Tak hanya itu, ia mengalami kesulitan saat akan memulai hubungan dengan perempuan yang diam-diam disukainya. Karena, doktrin yang ia terima sejak duduk di bangku kelas IX hanyalah tentang pelajaran, dan pelajaran.




    Beban yang ia tanggung di pundak sebagai anak pertama, sekaligus anak lelaki satu-satunya, semakin hari semakin terasa berat. Maka, ketika kesempatan yang ia tunggu-tunggu tak kunjung datang, pemuda itu membulatkan tekad untuk tidak lagi hanya menunggu. Ia ingin menciptakan kesempatannya sendiri. “Pertemuan kita adalah suatu ketidaksempurnaan semesta yang harus segera dilenyapkan.”

    Pemuda berkemeja lengan panjang—lengkap dengan celana kain berwarna krem, pantofel hitam mengilap, dan dasi merah marun terkalung di leher—itu mengarahkan titik fokus ke tengah lapangan seraya beberapa kali menghela napas berat.
    Dia Orion. Orion Kalingga Archandra.
    Bukan.
    Orion bukan tipikal cowok the most wanted, bukan tipikal bad boy, bukan cowok dingin yang pelit bicara, bukan kapten basket, bukan juga kapten futsal, atau ketua organisasi lain yang digandrungi hampir semua kaum hawa seantero sekolah seperti biasa tertulis di dalam novel. Meski begitu, Orion bukan tipikal cowok kutu buku yang tak memiliki teman, diasingkan karena mengenakan kacamata tebal yang terkesan norak, atau tak pernah bergaul sama sekali.
    Ya, pemuda itu hanya seorang Orion. Ah, sebenarnya, daripada menonton pameran ekstrakurikuler basket yang kini tersaji di hadapannya, Orion lebih ingin mendekam di ruangan berpenyejuk udara yang dipenuhi aroma buku alias perpustakaan sembari menanti giliran ekskul pramuka untuk tampil. Namun, niatnya tak dapat terlaksana karena kedua sahabatnya terus mendesak agar ia tetap bertahan di pinggir lapangan dan menyaksikan pertandingan basket dadakan tersebut.
    Orion lantas menyisir rambut hitam pekatnya dengan jemari panjangnya seraya lagi-lagi mendesah singkat. Toh, pada akhirnya bibir pemuda itu tetap menyunggingkan senyum ramah.
    “Orion.”
    Kepala Orion menoleh ke arah sumber suara. Ia sempat dibuat tertegun oleh pemandangan yang tersuguh di hadapannya. Seorang gadis bertubuh jenjang itu tampak memesona dengan wajah anggunnya. Gadis yang mengenakan seragam khas hari Senin SMA Nusa Cendekia, yaitu kemeja putih lengan panjang dan rok lipit berwarna krem, itu menatapnya dengan penuh binar. Sempurna seperti biasanya.
    Akan tetapi, kekaguman Orion langsung buyar saat Alfa Damianto, sahabat karibnya, menyikut lengannya dengan keras.
    “Disapa, noh, sapa balik coba,” kata Alfa, yang kemudian diangguki anak lain yang memakai name tag Auriga Alfarizi.
    “Eh? Iya. Hai, Ilona. Long time no see, ya?”
    Gadis yang disapa balik itu terkekeh kecil dengan wajah merona, membuat Orion ikut menyunggingkan senyuman. “Iya. Selama libur, kamu nggak pernah ada kabar sama sekali, sih. Hilang gitu aja.”
    Ilona Yasmine Weigel. Gadis berdarah campuran Indonesia-Jerman ini teman sebangku Orion sewaktu kelas X dulu. Seperti diketahui, SMA Nusa Cendekia alias Nuski menerapkan sistem pembagian jurusan sejak kelas X. Artinya, Ilona pernah berada di jurusan yang sama dengan Orion, yaitu Bahasa. Namun, di pertengahan jalan, Ilona merasa berada di jalur yang salah sehingga akhirnya memutuskan untuk pindah jurusan.
    Sifat Ilona yang ceria, murah senyum, dan lemah lembut berhasil membuat Orion menyukainya. Namun, sayang beribu sayang, ia tidak pernah memiliki cukup keberanian untuk mengungkapkan perasaan pada gadis berkulit putih bersih itu. Alhasil, Orion hanya bisa terus mengagumi Ilona tanpa berani mengambil tindakan apa pun.
    Sampai akhirnya, pemuda itu mengambil keputusan untuk menjauh dan mencoba secara perlahan menghapus nama Ilona dari hatinya. Apalagi berita tentang Ilona yang menerima pernyataan cinta Ahmad Resta Wiraatmaja, si anak futsal, tersebar luas dan sampai di telinganya. Orion benar-benar langsung menjauhi Ilona tanpa menuntut penjelasan apa pun dari gadis tersebut.
    Lagi pula, untuk apa? Untuk menambah rasa sakitnya? Lebih baik tidak, terima kasih. Orion bukan tipikal lelaki yang mau terlalu larut dalam rasa sakit. Orion merasa dirinya juga pasti bisa merasakan bahagia, meski tak bersama Ilona. Hidupnya tidak akan berhenti hanya karena Ilona menjalin hubungandengan pemuda lain. Toh, perempuan di Nuski dan di dunia ini bukan hanya Ilona.

     

    Resensi

    Beri ulasan produk ini

    Spesifikasi Produk

    SKU BE-111
    ISBN 978-602-430-474-4
    Berat 280 Gram
    Dimensi (P/L/T) 14 Cm / 20 Cm/ 0 Cm
    Halaman 292
    Jenis Cover Soft Cover