Buku Perkumpulan Anak Luar… - Grace Tioso | Mizanstore.com
Rp 92,650
15% Rp 109,000

Deskripsi

Shocking Confession from an Indonesian Ex-ASEAN Scholarship Recipient

Judul artikel itu mengguncang media sosial dalam semalam.

Martha, sang tersangka, panik. Keteledoran masa lalunya kini mencuat ke permukaan. Sebagai lulusan Computer Science, bagaimana bisa dia meninggalkan jejak digital yang menghantuinya dengan iming-iming penjara pada masa sekarang?

Pernikahannya guncang, kebebasannya terenggut, anak-anaknya terancam kehilangan sosok ibu hanya karena Martha memainkan “25 Question About Me” di blognya belasan tahun lalu dan menjawab terlalu jujur pertanyaan: “What is the wildest thing you’ve ever done when you’re 17 years old?”

I forged a legal document. Later, I used it to apply for a scholarship, and I got accepted!

Spesifikasi

SKU  :  ND-517
ISBN  :  9786232423985
Berat  :  380 gram
Dimensi (P/L/T)  :  14 cm/ 21 cm/ 2 cm
Halaman  :  396
Tahun Terbit  :  2023
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Chika H
Chika H 15-10-2026 23:51
Perkumpulan Anak Luar Nikah (PALN) merupakan salah satu buku terbaik yang pernah aku baca sepanjang masa. Aku akan menyampaikan rasa terima kasihku kepada temanku, yang pernah menyebut dirinya sebagai buzzer PALN, yang telah berhasil membuatku tertarik untuk membaca buku ini.

Awal membaca judul buku ini, aku sudah sedikit kaget. Perkumpulan Anak … Luar Nikah? Ini ceritanya bakalan tentang apa, sih? Kisah kehidupan orang-orang yang hidup dan besar tanpa orang tua, kah? Lalu, aku baca deskripsi bukunya, dan makin bingung.

“Shocking Confession from an Indonesian’s Ex-ASEAN Scholarship Recipient. Judul artikel itu mengguncang media sosial dalam semalam. Martha, sang tersangka, panik. Keteledoran masa lalunya kini mencuat ke permukaan. Sebagai lulusan Computer Science, bagaimana bisa dia meninggalkan jejak digital yang menghantuinya dengan iming-iming penjara pada masa sekarang? Pernikahannya guncang, kebebasannya terenggut, anak-anaknya terancam kehilangan sosok ibu hanya karena Martha memainkan “25 Question About Me” di blognya belasan tahun lalu dan menjawab terlalu jujur pertanyaan:...
Lihat selengkapnya
Aisyah Qonita
Aisyah Qonita 14-10-2026 06:36
Aku menobatkan novel ini sebagai Best Read ku di tahun 2026.

Menceritakan ketidakadilan yang dialami oleh etnis Tionghoa di Indonesia. Novel ini bergenre historical slight romance.

-

Martha sudah hidup nyaman dengan keluarganya di Singapura. Sampai suatu hari terkuak bahwa dia pernah memalsukan dokumen ketika mendaftar beasiswa di Singapura.

Yang jadi pertanyaan adalah apa yang mendasari Martha melakukan tindakan tersebut? Dokumen apa yang sebenarnya dipalsukan olehnya? Semuanya nanti akan mengarah pada kejadian yang dialami etnis Tionghoa pada tahun '65 dan juga '98

-

Novel ini menggambarkan kekejian dengan bahasa yang sangat mudah dipahami, tapi tetap berhasil menyayat hati dan berakhir menangis membacanya. Nggak berlebihan kalau aku bilang, aku nangis sampai pusing baca buku ini.

Aku suka dengan penggambaran kisah dari berbagai sisi. Tidak hanya Martha, tetapi juga suaminya dan sahabat-sahabatnya. Dari situ kita bisa melihat berbagai sudut pandang kisah masa lalu, dan bagaimana kemudian hal tersebut berdampak pada mereka di masa ini. Ada yang tetap...
Lihat selengkapnya
hens ig @hengsignature
hens ig @hengsignature 31-01-2026 11:47
PALN merupakan salah satu buku yang masuk sebagai nominasi best read 2023 di kalangan bookstagrammer yang saya ketahui. Tentu saya tidak ingin ketinggalan, dan patut saya akui bahwa ini tidak overhype, dan malah saya ingin merekomendasikan ini kepada semua orang.

Sebagai generasi millennials, saya banyak terbantu melalui pembahasan pada buku ini. Diskriminasi terhadap keturunan Tionghoa pernah saya dengar, namun tidak pernah saya ketahui dengan jelas karena tidak ada sumber informasi yang bisa didapatkan selama di usia aktif pendidikan.
"Bagi Mama, politik dan Chinese adalah dua kata yang tidak boleh berada dalam kalimat yang sama. Ada garis tegas tak kasatmata yang memisahkan kaum mereka dengan politik."

"'Kita, Chinese, harus hati-hati. Hati-hati bicara, hati-hati bertindak.' Suara mamanya dalam dan serak. 'Jangan bikin rusuk. Bisa gawat! Kamu perempuan ..., jangan sampai kamu di—“


Kerusuhan pada tahun '98 merupakan salah satu momok yang paling menakutkan bagi Indonesia, khususnya keturunan Tionghoa saat itu. Toko dijarah, para wanita dilecehkan, para...
Lihat selengkapnya
moodreader yy
moodreader yy 31-01-2026 02:19
Buku ini bagussss banget! Isu “anak luar nikah” di sini nggak cuma soal label moral, tapi soal bagaimana satu status bisa ngunci hidup seseorang dari kecil sampai dewasa. Dari situ, ceritanya melebar ke soal identitas, dokumen, dan pilihan hidup yang diambil bukan karena mau, tapi karena terpaksa.

Lalu juga tentang diskriminasi dan sejarah etnis Tionghoa, aku baru tau kalo permasalahannya sekompleks itu lewat buku ini. Dan semuanya diselipin lewat konflik keluarga, relasi yang rapuh, dan ketakutan akan masa lalu yang bisa muncul kapan aja.

Rasanya related banget sama keadaan sekarang. Novel ini juga nyentil keras soal penghakiman publik. Gimana empati bisa hilang begitu cerita seseorang jadi konsumsi ramai-ramai.

Buku ini juga membuat kita berpikir ulang tentang keadilan, tentang kebenaran, dan tentang luka yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Kadita Kazread_
Kadita Kazread_ 30-01-2026 20:25
Ini adalah novel best readku 2023 dan akan selalu aku rekomendasikan!!!
Termasuk hisfic favoritku sepanjang masa.
Di tengah isu huru hara buzzer politik, pemalsuan dokumen, nggak menyangka tahun 2026 pun novel ini masih relate!!!
Pilihan Martha untuk memasukkan dokumen akta kelahiran tuh kayaknya sepele banget tapi ternyata pada masa itu orang yang pengen mencantumkan nama ayahnya benar-benar susah.
Aku suka banget sama cara penulis mengupas trauma dan flashback kejadian kejadian masa lalu setiap tokohnya menurut aku itu tuh bagus sekaligus sedih banget karena aku bisa membayangkan gimana mencekamnya situasi pada saat itu dan bagaimana trauma diturunkan sampai generasi berikutnya. Baca novel ini tuh benar-benar bikin aku sadar kalo cinta bertepuk sebelah tangan sama negara sendiri itu nyakitin banget. Mereka enggak bisa memilih lahir dari ras apa dari keturunan apa tapi mereka dapat imbas diskriminasi karena situasi politik yang bahkan mereka pun nggak ikut-ikutan.
Part paling ngena tuh yang katanya negara ini...
Lihat selengkapnya
Inten Fajar Utami
Inten Fajar Utami 29-01-2026 10:46
Saya tertarik pada buku ini karena judulnya. Dan setelah membaca isinya, wow banyak sekali hal yang saya baru tahu dari buku ini. Saya banyak mendengar tentang diskriminasi etnis keturunan Tionghoa, tetapi tidak sampai sedalam yang dibahas di buku ini. Terima kasih banyak untuk penulis, karena buku ini meningkatkan awareness kepada orang-orang yang awam, seperti saya. Disuguhkan lewat plot yang sangat menarik sehingga tidak bosan membacanya. Tapi ending-nya... yah, saya hanya bersyukur karena Martha akhirnya bisa move on.