Spirit Islam Pada Masa Revolusi Indonesia
Deskripsi
Sejarah Revolusi Indonesia dipenuhi penggambaran perang revolusi sebagai perang nasionalistis atau berbasis kelas. Dalam kajian besar ini, Kevin W. Fogg meninjau ulang Revolusi Indonesia (1945-1949) sebagai perjuangan umat Islam. Dalam spirit keagamaan inilah, kaum Muslim taat—yang jumlahnya hampir separuh populasi—berperang. Mereka teryakinkan dengan seruan jihad dari ulama dan kiai bahwa mereka sedang menjalankan perang sabil melawan kaum kafir penjajah.
Namun di kancah politik, para pemimpin nasional mengesampingkan unsur Islam ketika mereka merumuskan dokumen-dokumen pendirian Indonesia. Dengan cara itu, mereka menciptakan preseden revolusi yang terus berdampak pada negara sampai saat ini. Studi tentang perang anti-penjajah negeri berpenduduk Muslim terbanyak di dunia ini menunjukkan bagaimana Islam berfungsi sebagai ideologi revolusi pada era modern.
Spesifikasi
| SKU | : | NA-228 |
| ISBN | : | 9786232421868 |
| Berat | : | 320 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 15 cm/ 23 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 444 |
| Tahun Terbit | : | 2020 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Dalam buku ini, Kevin Fogg (akademisi Oxford) berani menantang narasi mainstream. Ia menyajikan data yang menjelaskan bahwasanya Islam bukan hanya sekedar pelengkap, tapi juga sebagai “aktor utama” revolusi. Tanpa peran masif dari masyarakat muslim, mobilisasi rakyat melawan Belanda pada masa revolusi tidak akan sedahsyat itu.
Mulai dari akar rumput, santri menjadi garis terdepan di medan perang. Dengan semangat jihad fisabilillah para pejuang pantang mundur. Semangat itu dibakar oleh fatwa-fatwa para Ulama yang efektif memobilisasi umat melawan kezaliman.
Selain perjuangan di medan tempur, perjuangan juga dilakukan melalui ruang-ruang elit. Para elit muslim melakukan usaha penyatuan umat dari berbagai daerah dan aliran. Pada akhirnya seluruh umat muslim memiliki satu semangat perjuangan yang sama dalam membela Indonesia.
Tidak bisa dilupakan juga... Lihat selengkapnya


