Deskripsi
Wastu Wildfell Hall mendapat penghuni baru, seorang perempuan misterius bernama Helen Graham beserta anak laki-lakinya. Praduga tentangnya mulai menjamur. Gosip pun merayap ke lisan tiap penduduk desa. Siapa sebenarnya perempuan yang menjaga jarak dari semua orang itu? Dan di mana suaminya?
Gilbert Markham, seorang petani yang jujur, tertarik pada sosok Helen yang pendiam dan tertutup. Tapi semakin dia mendekat, semakin besar pula bayangan masa lalu yang menyelimuti sang “penghuni” Wildfell Hall. Belum lagi omongan orang yang membuatnya ragu. Kegelapan dan misteri apa yang melingkupi Helen?
Melalui tokoh Helen Graham yang berani memberontak dan pergi dari kungkungan pernikahan yang menyesakkan, Anne Brontë menyoroti isu pernikahan abusif, hak perempuan, dan kebebasan moral—tema-tema yang tabu di Inggris abad ke-19 dan jauh melampaui zamannya.
The Tenant of Wildfell Hall adalah novel kedua Anne yang dianggap kontroversial dan bahkan vulgar oleh beberapa kritikus, termasuk kakak sang penulis, Charlotte Brontë, karena mendobrak batas norma zamannya. Namun dalam perjalanannya, The Tenant of Wildfell Hall menjadi salah satu karya yang mengedepankan independensi perempuan dalam sastra Inggris awal, menjadikannya tak lekang oleh zaman.
Spesifikasi
| SKU | : | QN-149 |
| ISBN | : | 9786024413781 |
| Berat | : | 620 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 13 cm/ 21 cm/ 4 cm |
| Halaman | : | 716 |
| Tahun Terbit | : | 2025 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
The Tenant of Wildfell Hall — Anne Brontë
Aku nggak menyangka buku ini akan meninggalkan kesan sedalam ini.
Yang paling aku suka adalah Helen.
Dia bukan karakter yang dibuat sempurna. Dia punya ketakutan, keraguan, dan pernah membuat keputusan yang ternyata tidak sesederhana yang terlihat. Tapi dia punya sesuatu yang menurutku jauh lebih menarik: prinsip.
Dan buku ini benar-benar membuatku berpikir tentang apa artinya mempertahankan prinsip ketika keadaan sudah tidak lagi berjalan sesuai dengan yang kita harapkan.
Aku suka bagaimana Anne Brontë tidak membuat semuanya terasa hitam-putih. Ada pilihan yang kelihatannya benar, tapi tetap punya konsekuensi. Ada hal-hal yang mungkin awalnya dilakukan karena berharap sesuatu akan menjadi lebih baik, tapi ternyata hidup tidak selalu bekerja seperti itu.
Dari buku ini aku banyak memikirkan tentang pernikahan, tanggung jawab, batas, pilihan, dan terutama tentang bagaimana seseorang seharusnya menjaga dirinya tanpa kehilangan... Lihat selengkapnya


