Membaca buku ini rasanya seru sekali, bahkan sejak halaman pertama. Dari mulai cerita sang nenek tentang anak-anak yang menghilang karena penyihir, tentang ciri-ciri penyihir, sampai misi mereka menggagalkan rencana para penyihir jahat yang mau memusnahkan anak-anak di seluruh Inggris. Betul-betul page-turner.
Hal lain yang menarik bagi saya adalah ketika misi mereka selesai di bab ketiga dari terakhir. Lantas, apa yang diceritakan di dua bab terakhir? Saya tidak akan spoiler, tapi intinya dua bab terakhir ini buat saya jadi mixed feelings. Di satu sisi, hal ini adalah resolusi happy ending yang paling realistis buat si anak laki-laki dan neneknya. Namun, di sisi lain, ending-nya tidak happily ever after seperti cerita anak pada umumnya.
Aku selalu suka dengan karya Roald Dahl. Absurd walau untuk anak². Begitu pula dengan buku ini. Cerita tentang penyihir dan anak-anak.
Ilustrasi cantik juga disisipkan untuk menambah suasana dalam membaca, walau sedikit gelap dan suram tetap cocok untuk anak-anak. Komedi satirnya bisa dicerna dan tidak terlalu berlebihan. Konyol, seru, lucu, dan menyenangkan.
Ciri khas penulis memang selalu menggunakan anak-anak sebagai tokoh sentral. Dengan antagonis yang kadang unik dan nyentrik.
Tapi, pastinya ada nilai-nilai yang disampaikan. Tanpa mengurangi imajinasi pembaca.
Aku suka dengan karakternya yang dibuat membumi. Tidak terlalu dipaksakan.
Rasa takut yang dihadirkan juga mengajari pembaca untuk lebih berani. Walau kadang tokoh utama itu, tak selalu bernasib mujur.
Ada bagian yang terasa keji, sadis, dan kejam. Namun tetap baik-baik saja, karena penulis pandai membuat cerita itu tampak seperti cerita anak-anak yang normal.
Cerita tentang keluarga juga di selipkan. Bahkan aku merasakan simpati pada tokoh utama yang tak disangka-sangka mengalami tragedi. Benar-benar diaduk² emosinya dengan baik.
Tetap lucu, menyenangkan....
Aku selalu suka dengan karya Roald Dahl. Absurd walau untuk anak². Begitu pula dengan buku ini. Cerita tentang penyihir dan anak-anak.
Ilustrasi cantik juga disisipkan untuk menambah suasana dalam membaca, walau sedikit gelap dan suram tetap cocok untuk anak-anak. Komedi satirnya bisa dicerna dan tidak terlalu berlebihan. Konyol, seru, lucu, dan menyenangkan.
Ciri khas penulis memang selalu menggunakan anak-anak sebagai tokoh sentral. Dengan antagonis yang kadang unik dan nyentrik.
Tapi, pastinya ada nilai-nilai yang disampaikan. Tanpa mengurangi imajinasi pembaca.
Aku suka dengan karakternya yang dibuat membumi. Tidak terlalu dipaksakan.
Rasa takut yang dihadirkan juga mengajari pembaca untuk lebih berani. Walau kadang tokoh utama itu, tak selalu bernasib mujur.
Ada bagian yang terasa keji, sadis, dan kejam. Namun tetap baik-baik saja, karena penulis pandai membuat cerita itu tampak seperti cerita anak-anak yang normal.
Cerita tentang keluarga juga di selipkan. Bahkan aku merasakan simpati pada tokoh utama yang tak disangka-sangka mengalami tragedi. Benar-benar diaduk² emosinya dengan baik.
Tetap lucu, menyenangkan. Petualangan yang seru. Imajinasi penulis itu sangat luar, menghadirkan kisah yang memang telah populer sebelumnya dengan sentuhan yang berbeda.
Lihat selengkapnya
Setelah menutup halaman terakhir The Witches, saya menyadari bahwa buku ini bukan sekadar cerita anak tentang penyihir, tetapi pengalaman membaca yang terasa gelap, jenaka, dan jujur. Roald Dahl membawa saya masuk ke dunia yang absurd namun terasa dekat, di mana ketakutan anak-anak digambarkan apa adanya.
Yang saya suaki dari buku ini adalah hubungan antara tokoh utama dan neneknya terasa hangat dan menjadi penyeimbang di tengah cerita yang kejam dan penuh ancaman. Buku ini membuat saya tersenyum, bergidik, lalu berpikir: bahwa keberanian tidak selalu tentang mengalahkan ketakutan, tetapi tentang tetap melangkah meski takut.
So, buku ini menurutku paling cocok untuk pembaca yang menyukai cerita anak yang jujur, imajinatif, dan sedikit menyeramkan, namun tetap hangat dan bermakna.