Deskripsi
Anna Fox berdiri di depan jendela. Siap melakukan kegiatan rutinnya: memata-matai para tetangga lewat lensa kamera. Ya, dia hafal kegiatan mereka semua. Ya, dia menyaksikan perselingkuhan. Namun, tidak pernah sebuah pembunuhan.
Hari itu, pemandangannya berbeda. Pisau di dada Jane—tetangga barunya, darah di kaca, jemari yang menggapai meminta pertolongan. Anna bergegas ke luar rumah untuk menyelamatkan wanita itu. Namun, agorafobia parah yang diidapnya membuatnya pingsan saat melangkah ke tempat terbuka. Saat sadar, ada Jane Russel lain di hadapannya, seorang wanita yang tidak dia kenal, Jane Russel sesungguhnya. Tidak ada yang mati, dia mungkin berhalusinasi.
Anna pun mencurigai ingatannya sendiri. Terlalu banyak minum, mereka bilang. Mungkin dia hanya berusaha mencari perhatian karena kesepian. Benarkah?
Spesifikasi
| SKU | : | ND-314 |
| ISBN | : | 9786023853281 |
| Berat | : | 540 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 3 cm |
| Halaman | : | 584 |
| Tahun Terbit | : | 2018 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Tapi karena nggak, ya... here we go:
Anna punya tetangga baru yang dia kenal sebagai Jane Russell. Lewat jendela rumahnya, Anna ngelihat Jane dibunuh. Masalahnya, nggak ada yang percaya... karena muncul perempuan lain (dalam keadaan bernafas plus sehat walafiat) yang mengaku DAN diakui semua orang sebagai Jane Russell.
NAH. Bingung. Tambah bingung lagi soalnya cerita dalam buku ini ditulis dari sudut pandang Anna yang bikin pembaca ngerasa ikutan terjebak di kepalanya. Anna nggak bisa keluar dari rumah karena agorafobia-nya, yang artinyaaaa... sepanjang cerita pembaca juga stuck di rumah Anna dengan segala kesehariannya.
Jujur, awalnya hal itu bikin aku lumayan bosen, ditambah alurnya yang lambat. Sebenernya aku nggak masalah sama alur yang lambat, cuman menurutku emang ada beberapa bagian yang terlalu draggy dan repetitif. Terus buat flashback masa lalunya Anna lumayan bikin penasaran sih, tapi bukan... Lihat selengkapnya
"Mengamati adalah seperti fotografi alam: kau tidak boleh mengganggu kehidupan liar." —p. 6
The Woman in the Window - A. J. Finn
Rating: 4/5 ??
— TENTANG APA SIH, BUKU INI?
Bercerita tentang Anna Fox yang menderita Agrofobia dan kecanduan alkohol akibat suatu kecelakaan, mengakibatkan dia tak pernah keluar rumah dan hanya menghabiskan waktunya mengamati para tetangganya melalui lensa kamera. Hingga suatu hari, dia menyaksikan tetangga barunya—keluarga Russell—Jane Russel ditikam di dada. Meski dia selalu mabuk sepanjang hari, Anna yakin betul kali ini bukan sekadar halusinasi. Satu persatu hal ganjil lainnya bermunculan membantah penglihatan Anna hari itu, membuatnya meragukan ingatan dan dirinya sendiri.
— UNRELIABLE NARRATOR DAN REPRESENTASI PECANDU ALKOHOL
"Kepalaku pernah menjadi seperti lemari arsip. Kini, kepalaku berupa sekumpulan kertas, yang melayang-layang diembus angin."
YOU CAN'T TRUST NO ONE. Buku ini dibawakan melalui perspektif Anna Fox yang lebih sering berada dalam pengaruh obat dari terapisnya atau... Lihat selengkapnya
Awalnya aku kira Anna ini orang gabut, tinggal sendiri dirumah kepo sama tetangganya. Eh ternyata cuma itu yang bisa dia lakukan untuk mengisi waktu luangnya. Alurnya maju mundur tapi nggak bikin bingung, soalnya penulis bisa banget ngasih batasan mana yang masa lalu dan masa kini.
Premisnya cukup umum, seolah-seolah penulis pengen bikin kita ge-er "ih tau nih aku ending ceritanya gimana." Tapi ternyata dia lihai banget berkelit, dropping plot twist demi plot twist. Buku ini cocok banget buat yang suka genre psikologi.
Oh iya dari Anna kita bisa liat, gimana ego manusia itu bikin kita sengsara. I mean, dia tau dia punya gangguan mental, tapi sebagai psikiater dia menunjukkan sikap enggan untuk menuruti pengobatan dari psikiater lain. Jangan lupa juga ya ini genre mystery thriller, kegiatan yang... Lihat selengkapnya
Dengan alur yang dibangun perlahan namun penuh ketegangan,twist tak terduga, dan permainan antara realitas serta ilusi, kita akan dibuat kebingungan dan sulit menebak akhir cerita. Sudut pandang orang pertama nya pun akan membuat pembaca terperangkap dalam pikiran Anna yang rapuh, tidak stabil, dan penuh ketakutan.
Buku ini sangat page turner dan membuat saya penasaran. Kesan yang ditinggalkan adalah sensasi gelisah dan intens, khas thriller psikologis yang membuat pembaca sulit mempercayai siapa pun, termasuk naratornya sendiri hahaha.... Adapun pesan yang saya peroleh dari bacaan ini adalah ternyata dampak trauma itu nyata dan besar... Lihat selengkapnya
Nuansa mencekam dalam novel ini sangat terasa. Penulis menggambarkan suasana & situasi dengan detail, termasuk gerak-gerik pelaku. Meski latar cerita sebagian besar hanya di rumah Anna Fox, ceritanya sama sekali tdk membosankan.
Dengan sudut pandang orang pertama dari Anna Fox, aku benar-benar bisa merasakan apa yang dia rasakan, alami, & yakini. Alurnya maju-mundur, menceritakan masa lalu Anna bersama suaminya, Ed, & anaknya, Olivia. Dari sanalah perlahan terkuak alasan di balik gangguan mentalnya, disampaikan dengan ritme yang pas dan tidak terburu-buru.
Dengan ketebalan hampir 600 halaman, aku berhasil menuntaskan novel ini hanya dalam dua hari karena benar-benar page turner. Meski bagian awal cenderung datar, berisi keseharian Anna yang berkomunikasi lewat laptop dengan komunitas agorafobia dan... Lihat selengkapnya
????Nuansa mencekam dalam novel ini sangat terasa. Penulis menggambarkan suasana & situasi dengan detail, termasuk gerak-gerik pelaku. Meski latar cerita sebagian besar hanya di rumah Anna Fox, ceritanya sama sekali tdk membosankan ?
????Dengan sudut pandang orang pertama dari Anna Fox, aku benar-benar bisa merasakan apa yang dia rasakan, alami, & yakini. Alurnya maju-mundur, menceritakan masa lalu Anna bersama suaminya, Ed, & anaknya, Olivia. Dari sanalah perlahan terkuak alasan di balik gangguan mentalnya, disampaikan dengan ritme yang pas dan tidak terburu-buru.
????Dengan ketebalan hampir 600 halaman, aku berhasil menuntaskan novel ini hanya dalam dua hari karena benar-benar page turner. Meski bagian awal cenderung datar, berisi keseharian Anna yang berkomunikasi lewat laptop dengan komunitas agorafobia... Lihat selengkapnya


