Hidup Bukan Tentang Benar-Salah
Deskripsi
Pada zaman ketika segala sesuatu cepat dinilai—benar atau salah, kawan atau lawan—manusia sering kehilangan kemampuan paling sederhana: memahami.
Buku ini mengajak pembaca melambat sejenak, keluar dari kebiasaan menghakimi, dan mulai belajar memahami. Memahami diri sendiri yang terus bertumbuh, memahami orang lain yang berjuang dengan caranya masing-masing, dan memahami hidup yang tak selalu bisa dipaksa tunduk pada logika sederhana.
Dalam buku ini, Emha dan Sabrang—ayah dan anak dari dua generasi pemikiran—bertukar gagasan tentang hidup dengan cara yang jernih dan menenangkan. Buku ini bukan panduan untuk memenangkan perdebatan, melainkan ajakan untuk memenangkan kejernihan batin.
Sebuah ruang refleksi bagi siapa pun yang ingin hidup lebih dewasa, lebih tenang, dan lebih manusiawi. Sebab, hidup sering kali menjadi jernih justru ketika kita berhenti memaksakan diri untuk selalu benar.
Spesifikasi
| SKU | : | NA-274 |
| ISBN | : | 9786232425231 |
| Berat | : | 260 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 156 |
| Tahun Terbit | : | 2026 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Penerbit: Noura Books, PT Mizan Publika, isi 153 hal., Cetakan ke 1, 2026, ISBN: 978-623-242-523-1
Jika hidup bukan tentang benar salah lalu tentang apa? Kesan yang muncul pertama kali saat membaca judul buku ini. Bukankah selama ini yang selalu diperdebatkan baik di dunia nyata ataupun dunia maya adalah tentang benar dan salah. Buku ini malah bicara hidup bukan tentang benar dan salah.
Setelah membuka lembaran awal karya Emha Ainun Nadjib dan Sabrang MDP, perlahan pikiran ini sudah diajak untuk berfikir ulang. “Di antara benar dan salah, terdapat ruang luas yang dipenuhi oleh pengalaman, keterbatasan, niat dan proses belajar setiap individu”.
Selama ini, saya lebih cepat menilai dari pada berusaha untuk memahami terlebih dahulu. Pendapat orang yang berbeda dianggap tidak tepat, melenceng, bahkan salah atau sesat. Sehingga cenderung masih ingin menang sendiri.
Kebenaran yang saya yakini, dianggap sudah final dan tidak mengenal kompromi. Padahal kebenaran... Lihat selengkapnya


