Buku Hidup Mau Ngapain?… - Ali Zaenal… | Mizanstore.com

Hidup Mau Ngapain? (Edisi Ke-2 Edisi Diperkaya)


Rp 92,650
15% Rp 109,000

Deskripsi

Sinopsis

 

Ada pertanyaan yang nggak bisa terus kamu hindari.

Apa tujuan hidupmu?

Pertanyaan sederhana ini sering kali terasa mustahil dijawab. Banyak dari kita menghabiskan bertahun-tahun mengejar kebahagiaan, kesuksesan, atau pengakuan, tetapi tetap bertanya-tanya apakah ini benar-benar hidup yang kita inginkan.

Lewat tulisan-tulisan yang hangat, jujur, dan reflektif, Ali Zaenal Abidin mengajak kita melihat kembali hal-hal yang sering dianggap sudah selesai: apa yang membuat hidup bermakna, apa arti bahagia, bagaimana berdamai dengan diri sendiri, serta bagaimana menghadapi kegagalan, ketidakpastian, dan perubahan tanpa kehilangan arah.

Buku ini tidak menjanjikan satu jawaban tentang bagaimana hidup seharusnya dijalani. Sebaliknya, ia mengajak kita untuk berani mempertanyakan jawaban-jawaban yang selama ini kita percaya, dan menemukan sendiri apa yang sungguh layak diperjuangkan.

Karena mungkin pertanyaannya bukan hanya “hidup mau ngapain?”

Tapi: kita mau menjadi siapa selama menjalaninya?

 

“Buku ini sangat mengganggu. Mengganggu keyakinan lama kita.”
—Irfan Amalee, Co-founder Peace Generation dan Penulis Islam Itu Ramah, Bukan Marah

“Jangan baca buku ini, nanti lo senyum-senyum sendiri.”
—Dimas Danang Suryonegoro, Pelajar

“Bagus banget bagi mereka yang masih mencari dan ingin tahu apa tujuan hidupnya.”
—Raditya Dika, Penulis, Influencer, dan Komika

“Penting bagi mereka yang lagi bingung dan ragu-ragu tentang tujuan hidupnya.”
—Najelaa Shihab, Pendidik, Inisiator Semua Murid Semua Guru



 

Isi Buku

 

Kata Mereka tentang Buku Ini — v
Di Balik Layar — xiii
Kata Pengantar — xvii
Prolog: Bahagia Itu Bukan Tujuan Hidup — 1


Part 1: Career & Life Purpose — 6
1. Jangan Tertipu oleh Quarter-Life dan Midlife Crisis — 8
2. Pertanyaan yang Mustahil Dijawab — 13
3. Yang Membuatmu Tidak Akan Mencapai Tujuan Hidup — 20
4. Profesi vs. Tujuan Hidup — 26
5. Jangan Terjebak dalam Mengasah Bakat — 30
6. Hati-Hati dengan “Nobody’s Perfect” — 34
7. Satu Keputusan Terpenting dalam Hidup — 39

Part 2: Happiness — 48
1. Banyak yang Tidak Mengetahui Aspek Mindfulness Ini — 50
2. Dusta Terbesar tentang Kebahagiaan — 53
3. Formula Mengelola Rasa — 60
4. Di Balik Perasaan yang Kamu Berikan — 67
5. Menghilangkan Rasa Bosan — 73
6. Lebih Cerdas Mengelola Rasa — 79
7. Antara Sakit dan Menderita — 87
8. Cara Mudah Mempermudah Hari — 93
9. Yang Menentukan Semua Pengalamanmu — 100

Part 3: Self-Confidence — 106
1. Jangan Terjebak dalam Self-Serving Bias — 108
2. Sesi Tanya Jawab Terpentingmu — 111
3. Fakta Sederhana tentang Hidupmu — 119
4. Menjalani Permainan Kehidupan — 125
5. Nggak Punya Rasa Takut Itu Bodoh — 131
6. Cara Keren Merasa Takut — 137
7. Keyakinan vs. Kemampuan — 142

Part 4: Resilience & Adaptability — 152
1. Menghadapi Stigma dan Omongan Negatif — 152
2. Selamat menjalani Hari Baru — 156
3. Kenapa Jujur pada Diri Sendiri Itu Sulit (Tapi, Sangat Worth It!) — 159
4. Lukamu Penanda Kamu Manusia — 167
5. Kita Masih On the Way — 172

Part 5: Hope — 178
1. Gunakan Cara Ini untuk Upgrade Hidupmu — 180
2. Tentang Harapan-Harapanmu — 182
3. Pelajaran Terpenting tentang Move On — 189
4. Berharap vs. Memutuskan — 196
5. Meretas Masa Lalu demi Masa Depan — 203
6. Jangan Tinggalkan “Comfort Zone” — 211
7. Cara Logis Membangun Kesabaran — 218

Epilog — 223
Tentang Penulis — 224


----------


Di Balik Layar


Orang jarang membaca credit title di akhir film. Begitu pula ucapan terima kasih di akhir buku. Karenanya, saya ingin menyampaikan rasa syukur dan terima kasih di awal buku ini.

Alhamdulillah.

Rasa syukur yang sebenarnya tidak akan pernah cukup jika dibandingkan nikmat yang saya terima dari-Nya. Dan dari begitu banyak terima kasih yang perlu saya sampaikan untuk Rasulullah Saw., satu yang spesifik terkait buku ini adalah hadis beliau yang membawa saya menemukan tujuan hidup saya sendiri.

Terima kasih yang tak terhitung juga saya perlu dan ingin sampaikan untuk Mamah, Abah, Afaf, dan kakak-kakak saya. Terbentuknya semua pemikiran yang ada di buku ini, terjaganya semangat untuk menuangkan pemikiran-pemikiran pada buku ini, semuanya tidak lepas dari pembelajaran dan dukungan yang tanpa pamrih dan non-stop saya dapatkan dari mereka.

Untuk tim I’m On My Way®, past and present: Mas Irwan, Iim, Fadil, Ebin, Fahmi, Rizky, Khalilah, Faisal, Vena, Ambi, Inez, Ikrom. Hidup adalah perjalanan dan ladang pembelajaran, dan perjalanan bersama kalian memberikan gue pembelajaran yang membawa pada terlahirnya buku ini. Thank you, so very much.

Kepada Prof. Rhenald Kasali, terima kasih sebesar-besarnya atas kata pengantar yang sudah Prof. tuliskan untuk edisi pertama.
 
Saya juga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Rinaldi Nur Ibrahim, kawan sekaligus teman belajar saya tentang hidup, yang sudah bersedia meluangkan waktu, pikiran, dan hatinya untuk menuliskan Kata Pengantar untuk edisi terbaru ini

Special thank you juga untuk teman-teman sekaligus guru-guru saya yang begitu berhati besar untuk membantu dan menyemangati saya:  Alfatih Timur, Asep Kambali, Ayu Kartika Dewi, Coki Pardede, Dimas Danang, Fitra Eri, Habib Husein Ja’far, Irfan Amalee, Iwa K., Kak Najelaa Shihab, dr. Jiemi Ardian, Pandji Pragiwaksono, Pandu Rosadi, Pendeta Yerry Pattinasarany, Raditya Dika, Rene Suhardono, Ria Miranda, Ridwan Hanif, Teteh Khadijah Peggy Melati Sukma, dan tentunya Trinity.

Terima kasih tentunya kepada seluruh pihak di Penerbit Mizan, Bapak Haidar Bagir, Mbak Esti, Mas Hafizh, Mas Luthfi, Mbak Sari, Mas Baiquni, Mas Ilham, Mbak Eka, dan seluruh Mizaners yang terlibat di balik penerbitan buku ini. Waktu, kesabaran, kepedulian, semangat, dan energi positif yang kalian curahkan menjadi inspirasi bagi saya dalam melayani sesama.

Dengan kerendahan hati, sebagai bentuk self-care, saya juga ingin berterima kasih pada diri sendiri yang—dengan dukungan dari semua pihak—terus menjaga semangat untuk belajar, tapi juga tidak menyepelekan waktu beristirahat. Saya berterima kasih pada diri yang tidak pura-pura tidak sakit saat gagal, tapi juga berusaha memperbaiki dan terus melanjutkan usaha. Saya ingin berterima kasih pada diri yang meluangkan waktu untuk meditasi, mengonsumsi konten-konten positif, serta tidak patah semangat dalam menjinakkan ego.
 

Dan saat usaha untuk menjaga konsistensi pada semua hal di atas terhambat, saya berterima kasih pada diri yang mengatakan it’s ok untuk melanjutkan kembali tanpa harus merasa gagal dan kehilangan harapan.

Terakhir dan tentunya tak kalah penting, saya ingin berterima kasih kepada kalian. Pembaca yang telah berinvestasi dengan membeli dan membaca buku ini. Semoga bermanfaat, dan semoga dimanfaatkan.

Bersama-sama, mari kita jaga semangat untuk terus belajar dan berkarya.

Salam,
Ali

 

--------

 

Kata Pengantar

TENTANG KITA YANG SERING OVERTHINKING, FOMO, DAN LAGI NYARI ARAH HIDUP

 

Pernah nggak kamu lagi asyik scrolling medsos malam-malam, terus tiba-tiba dada terasa sesak? Lihat teman seumuran udah ada yang keterima kerja di perusahaan multinasional impian, mulai bisnis sendiri dan sukses, atau baru aja pamer pencapaian baru di feed mereka. Sementara kamu? Masih rebahan di kamar sambil menatap langit-langit dan mikir: “Gue sebenarnya lagi ngapain, ya? Kok, hidup gue gini-gini amat dan berasa ketinggalan jauh?”

Kalau kamu pernah atau bahkan sering ngerasain hal itu, tarik napas dalam-dalam dulu. Kamu nggak aneh, dan kamu sama sekali nggak sendirian.

Kita hidup di era yang serbacepat, bising, dan penuh dengan standar pencapaian yang semu. Kita dibombardir oleh ekspektasi lingkungan di sekitar kita bahwa sukses di usia muda itu wajib: lulus tepat waktu, karier langsung melejit tinggi, dan serba punya segalanya sebelum usia kepala tiga. Tapi sadar nggak sih, setiap kali satu target atau wishlist berhasil kita capai, rasa senangnya sering kali cuma bertahan sebentar banget? Habis itu langsung balik hampa lagi sambil mikir, “Terus, habis ini gue mau ngapain?”
 

Buku karya Mas Ali Zaenal Abidin ini hadir bukan buat nambahin ceramah panjang atau ngasih tips sukses instan yang klise. Buku ini hadir layaknya teman ngobrol yang jujur dan tulus menampar logika kita yang keliru, tapi di saat yang sama juga bikin hati kita ngerasa tenang, aman, dan divalidasi.

Mindset pertama yang dibongkar habis-habisan dalam buku ini adalah persepsi kita tentang kebahagiaan.

Banyak dari kita yang sering bikin syarat ribet buat diri sendiri: “Gue bakal bahagia kalau IPK gue tinggi,” “Gue bakal bahagia kalau gajiku dua digit,” atau “Gue bakal bahagia kalau keterima di kantor idaman.” Tapi, coba tebak apa yang terjadi? Begitu syarat itu kecentang, kita langsung buru-buru bikin syarat baru lagi dan tanpa sadar terus-menerus menunda bahagia kita sendiri.

Bahagia itu bukan garis finis tempat kita nunggu di ujung jalan. Bahagia adalah bahan bakar batin (skill) yang harus kita rawat dan latih setiap hari biar kita punya cukup tenaga untuk berkarya dan bermanfaat buat orang banyak.

Hal paling bernilai dari buku ini adalah ajakannya untuk berhenti membohongi diri sendiri. Berani membuka semua topeng kepura-puraan di depan orang lain, dan berani mengakui secara jujur bahwa saat ini memang ada kesenjangan (gap) antara kondisi kita sekarang dan impian terbaik yang ingin kita wujudkan.

Masa lalu kamu nggak pernah sama dengan masa depanmu, kecuali kalau kamu sendiri yang memilih untuk menyerah dan membiarkannya tetap sama. Jangan habiskan energi mudamu yang berharga hanya untuk meratapi luka yang sudah lewat. Gunakan energimu untuk pulih, belajar, dan mulai mengambil aksi nyata sekecil apa pun itu.

Kepada teman-teman pembaca, selamat menyelami buku luar biasa ini! Luangkan waktu sejenak untuk hening, renungkan setiap pesannya, dan mari melangkah bersama menjadi anak muda yang tangguh, autentik, dan berdampak bagi sekitar.

Yuk, ambil keputusan, stop banyak alasan, dan jalan terus!

“Hidup tidak akan menunggu. Pilih, dan jalan terus.”

Jakarta, 2026
Salam hangat dan semangat bertumbuh,

Rinaldi Nur Ibrahim
Founder Youtz Media & Youth Ranger Indonesia

Spesifikasi

SKU  :  QA-74
ISBN  :  9786024414191
Berat  :  260 gram
Dimensi (P/L/T)  :  14 cm/ 20 cm/ 2 cm
Halaman  :  248
Tahun Terbit  :  2026
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Belum ada ulasan, jadilah yang pertama memberikan ulasan buku ini. Masuk untuk memberikan ulasan!