Deskripsi
Sejak Dunia berawal, dipastikan ada 15 orang yang eksis:
ORANG PERTAMA: DIRIKU
Aku yakin aku berusia antara 30–35 tahun.
Tinggiku kira-kira 183 cm dan tubuhku bertipe ramping.
ORANG KEDUA: YANG LAIN
Aku memperkirakan umur Yang Lain sekitar 50–60 tahun.
Dia seorang ilmuwan sepertiku dan satu-satunya manusia lain yang masih hidup.
Piranesi. Seperti itulah dia memanggilku.
Yang terasa aneh karena sejauh yang kuingat, itu bukan namaku.
ORANG KETIGA SAMPAI KELIMA BELAS
Kerangka-kerangka yang kutemukan di berbagai Aula dalam berbagai kondisi.
ORANG KEENAM BELAS
Dan, Kau. Siapa Kau? Kepada siapa aku menulis?
Apakah Kau seorang penjelajah yang mencurangi
Gelombang-Gelombang dan menyeberangi Lantai-Lantai Hancur dan Tangga-Tangga Telantar demi mencapai Aula-Aula ini?
Atau, mungkinkah Kau seseorang yang menghuni Aula-Aulaku sendiri, lama setelah aku mati?
Spesifikasi
| SKU | : | ND-546 |
| ISBN | : | 9786232424920 |
| Berat | : | 300 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 286 |
| Tahun Terbit | : | 2025 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Sedari awal diperkenalkan seorang laki-laki yang tidak diketahui namanya tetapi Yang Lain memberinya nama Piranesi. Piranesi tinggal disebuah aula yang begitu besarnya sampai tidak berujung. Menceritakan bagaimana keseharian Piranesi menjalani kehidupannya dalam aula yang dikenal sebagai Vestibula.
Tinggal disebuah aula besar yang terdiri dari banyaknya curug dan patung-patung. Salah satu patung yang sangat iconic "Faun" yang setengah manusia dan setengah binatang (kambing). Patung Faun disini mengingatkan saya dengan tokoh Mr. Tumnus yang merupakan Faun di Narnia.
Dugaan awal saya bahwa Piranesi ini ingatannya terhapus dan hidup didunia lain itu sudah terbukti setelah selesai membaca buku ini. Kenapa saya bisa menduga ingatannya dihapus? berdasarkan jurnal-jurnal yang ditulis oleh... Lihat selengkapnya
Walaupun yaa.. ini bukan buku yang mudah untuk dibaca. Di awal terasa sulit sekali untuk bisa 'masuk' ke dalam cerita, tapi di pertengahan akhirnya aku bisa 'ikut' mengembara berbagai macam aula bersama Piranesi.
Aku juga suka banget dengan sosok Piranesi ini. Polos, baik banget, tulus. Walaupun kepolosannya bikin gemess. Jadinya kesel banget kalo ada yang memanfaatkan kepolosannya ini..
Novel ini tuh konsep ceritanya bener-bener unik, out of the box. Walaupun (katanya) ini genre fantasy, tapi bisa banget masuk ke ranahnya magical realism, atau sci-fi (?). Gak nyangka sama sekali kalo akhirnya dibawa kesitu.
"Kok bisa buat cerita seperti ini?"
Itu kalimat yang aku utarakan ketika sampai di bagian 3 buku ini. Pantas buku ini mendapatkan penghargaan karena memang setidakbiasa itu bukunya (but in good way). Buku ini tak hanya bercerita tentang keabsurdan suatu tempat, tetapi ada okultisme dan pemikiran yang revolusioner serta radikal yang membuat orang bisa "terjebak" di suatu labirin tanpa bisa keluar lagi.
Buku dengan konsep jurnal yang unik. Buku yang... Lihat selengkapnya


