Deskripsi
Suatu malam, Major, si babi tua yang bijaksana, mengumpulkan para binatang di peternakan untuk bercerita tentang mimpinya. Setelah sekian lama hidup di bawah tirani manusia, Major mendapat visi bahwa kelak sebuah pemberontakan akan dilakukan binatang terhadap manusia; menciptakan sebuah dunia di mana binatang akan berkuasa atas dirinya sendiri. Tak lama, pemberontakan benar-benar terjadi. Kekuasaan manusia digulingkan di bawah pimpinan dua babi cerdas: Snowball dan Napoleon. Namun, kekuasaan ternyata sungguh memabukkan. Demokrasi yang digaungkan perlahan berbelok kembali menjadi tiran di mana pemimpin harus selalu benar. Dualisme kepemimpinan tak bisa dibiarkan. Salah satu harus disingkirkan … walau harus dengan kekerasan. Animal Farm merupakan novel alegori politik yang ditulis Orwell pada masa Perang Dunia II sebagai satire atas totaliterisme Uni Soviet. Dianugerahi Retro Hugo Award untuk novela terbaik (1996) dan Prometheus Hall of Fame Award (2011), Animal Farm menjadi mahakarya Orwell yang melejitkan namanya.
Spesifikasi
| SKU | : | BT-019 |
| ISBN | : | 9786022912828 |
| Berat | : | 140 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 13 cm/ 21 cm/ 1 cm |
| Halaman | : | 148 |
| Tahun Terbit | : | 2016 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Dari segi bahasa, buku ini cukup mudah diikuti dan ceritanya juga tidak terlalu panjang. Jadi, buat yang ingin mulai membaca karya klasik, menurutku Animal Farm bisa jadi pilihan yang bagus. Walaupun begitu, jangan berharap isinya cuma cerita ringan tentang kehidupan di peternakan, karena ada banyak kritik dan pesan yang bisa direnungkan di baliknya.
Secara keseluruhan, aku merasa Animal Farm adalah buku yang menarik karena berhasil menggabungkan cerita sederhana dengan pesan yang cukup dalam. Buku ini mengingatkan kita bahwa kekuasaan, jika tidak diawasi, bisa mengubah tujuan yang awalnya baik menjadi sesuatu yang justru bertentangan dengan... Lihat selengkapnya
Animal Farm | George Orwell
Jadi, ceritanya berawal dari pemberontakan para hewan terhadap manusia. Mereka punya tujuan untuk hidup bebas tanpa perbudakan. Pemberontakan itu dimulai dengan memukul mundur pemilik peternakan mereka, Tuan Jones.
Lalu, secara tidak langsung ada dua tokoh (babi) yang paling mencolok untuk menyusun sistem dari peternakan itu kedepannya, Napoleon dan Snowball. Tapi, rupanya perpecahan terjadi. Dari sinilah awal mula mimpi buruk para hewan kembali.
Awalnya, aku justru sibuk mencocokologi, tokoh ini diumpamakan sebagai apa dan apa di dunia nyata. Tetapi, saat konflik makin memanas, aku ikut meradang juga. GILAAA!! Baru sadar kalau yang terjadi diantara mereka, ternyata amat NYATA!
Pembahasan tentang sistem yang mencemari visi misi bersama. Pembodohan dan pembantaian massal. Ketamakan. Aargh! Ini terlalu real! Tapi, buku ini berlatar di Inggris, jadi aku bertanya-tanya, "Apakah di setiap belahan dunia, sebenarnya kita memiliki keresahan yang sama, ya?" Astaghfirullah!
Apalagi pas para anjing... Lihat selengkapnya
eyeopening, mindblowing, chilling, brilliant, clever. mungkin itu beberapa kata yang paling menggambarkan pengalaman bacaku.
secara singkat, Animal Farm bercerita tentang sekelompok hewan yang merasa tertindas, kemudian memberontak dan mengusir penguasa lama. mereka membuat aturan baru dengan harapan kehidupan akan menjadi lebih baik. tetapi seiring berjalannya cerita, kekuasaan kembali disalahgunakan dan keadaan justru bergerak ke arah yang tidak jauh berbeda, bahkan lebih buruk dari sebelumnya.
yang menarik, Orwell menyampaikan kritik tentang penyalahgunaan kekuasaan dan propaganda melalui tokoh-tokoh yang digambarkan sebagai hewan. ceritanya terlihat sederhana, tetapi semakin dibaca justru semakin banyak hal yang bisa dipikirkan. Orwell juga menggunakan kisah ini sebagai satire terhadap Revolusi Rusia... Lihat selengkapnya


