Buku Berburu Restu - Dimas Abi | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0
Rp 83,300
15% Rp 98,000

Deskripsi

PROYEK BERBURU RESTU DEMI MEMPERSUNTING AJENG-KU YANG GINUK-GINUK

TARGET 1: TANTE CITRA
Si bungsu yang eksentrik dan ogah nikah.
Suka nge-prank. Suaranya enggak pernah didengerin dalam musyawarah keluarga.

TARGET 2: OM GENTA
Olahraga versi Om Genta: keliling GBK 5x buat pemanasan doang. Olahraga versi Dipa: salat.

TARGET 3: BULIK RATIH
Doyan tas mahal.
Anaknya mau nikah dengan pesta besar-besaran. Pasti bakal dibandingin sama Dipa yang PRO NIKAH DI KUA 0 RUPIAH.

TARGET 4: PAK GUNTUR
Pejabat Eselon 2 Kementerian Pertahanan. Ajeng putri semata wayang.
Dinding baja antitembus. Dipa bakal mental.
*mending mental doang, kalau dilarang ketemu Ajeng selamanya?


Pujian/Endorsement


“Sebuah eksekusi luar biasa dari ide yang biasa. Relatable in so many levels. Romance dapat, kocaknya juga ngegas. Cerita yang bikin banyak insan ngebet nikah ngerasa “ini gue banget”. Girls, get yourself
a guy like Dipa. Selain jago ngegombal, dia juga bisa bikin ketawa.
Makin sulit saja menggapai lelaki dunia nyata, karena yang sempurna hanyalah cowok fiksi.”

—Handi Namire, penulis Marriage with Benefit

Dua kata buat novel Berburu Restu: apik tenan! Cerita dibuka dengan hal-hal ringan. Banyolan dan gombalan Dipa bikin aku terpikat. Aku enggak bisa berhenti nyengir baca celetukan Dipa yang kadang di luar angkasa saking banyak dan ada aja. Masalah utama novel ini sederhana, tapi ternyata enggak sesederhana itu. Cerita juga related, apalagi buat yang mau married. Satu lagi, walaupun bikin nyengir, tapi Mas Dimas berhasil juga bikin perasaanku campur aduk dan menitikkan air mata. Pokoknya, apik tenan!”

—Desy Miladiana, penulis Under the Kitchen Table

“Udah lama enggak baca novel semenghibur ini, bikin beban hidup terasa berkurang. Hehehe …. Ide novel tentang Dipa yang lagi berburu restu ini kerasa fresh banget, dan eksekusinya juga pas. Pastinya relate banget sama kaum milenial serba mendang-mending. Btw, Ajeng sabar banget, ya, ngadepin Dipa. Tapi, sabar dan dibutakan cinta emang beda tipis, sih! ????”

—Thessalivia, penulis dan bloger

“Sesuai judulnya, Berburu Restu bercerita seputar Dipa yang berniat menikahi Ajeng tanpa resepsi, sementara Dipa tahu keluarga Ajeng pasti enggak bakal setuju. Dipa pun memutuskan untuk berburu restu keluarganya Ajeng.

Kocak! Novel ini masuk ke selera humorku! Enggak nyangka kalau ngikutin perjalanan Dipa dalam berburu restu bisa seasyik ini! Punya pasangan kayak Dipa sepertinya seru, hahaha …. Belum lagi keluarga Ajeng yang unik-unik.

Selain cerita dan para tokohnya yang kocak, baca ini juga bikin aku terharu. Banyak insight mengenai pernikahan yang terasa super duper relate.”

—Despersa, penulis Fallen Gladly

Keunggulan
• Top 10 Mizan Writing Bootcamp.
• Isunya sangat relevan dari masa ke masa, mengenai nikah di KUA vs resepsi yang selalu ramai dibicarakan.
• Ringan dan menyenangkan. Dikemas dengan unsur komedi yang kental dan menghibur.
• Bab-babnya pendek, jadi cocok dibaca dalam sekali duduk.
• Tokoh-tokohnya unik, tetapi tetap relate, sederhana dan apa adanya. Akan menjadi pengalihan yang segar dari tema cowok- cowok kaya atau anak geng yang sedang menjamur di pasaran. Dipa dan Ajeng, dua tokoh utama Berburu Restu, bekerja di puskesmas, dengan permasalahan sehari-hari yang dialami banyak orang.
• Cocok dibaca oleh remaja hingga dewasa, dari yang belum menikah, ingin menikah, akan menikah, atau bahkan mereka yang sudah menikah dan ingin bernostalgia dengan masa-masa rempong sebelum hari-H.

Spesifikasi

SKU  :  ND-518
ISBN  :  9786232423992
Berat  :  320 gram
Dimensi (P/L/T)  :  14 cm/ 21 cm/ 2 cm
Halaman  :  344
Tahun Terbit  :  2023
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Shovy Ramadhanti
Shovy Ramadhanti 31-01-2026 17:56:18
??????????????????? Berburu Restu || Dimas Abi || Penerbit Noura Books || 338 Hlm || Cetakan Pertama, Juni 2023 ??????????????????? "Buka bisnis di mana pun itu sama aja. sama-sama butuh keberanian. Asal kita punya mindset yang tepat, insyaallah profit akan datang." — Tante Citra (Hal 74). "Cinta enggak butuh alasan, Jeng. Kalau ada alasannya, itu bukan cinta, tapi argumentasi." — Dipa (Hal. 110). Q : Kalian tim nikah di KUA saja atau nikah dengan resepsi? Kalau aku pribadi, aku lebih suka akad nikah itu di rumah. Lebih terasa khidmatnya buatku dan aku ingin tetap ada resepsi cuma sesuai dengan budget yang ada tanpa dipaksakan harus megah dan sampai berhutang ke mana-mana karena menurutku nikah hanya sekali seumur hidup, aku ingin mengabadikan momen tersebut dan sebagai wanita aku ingin menjadi ratu dalam sehari. Menikah dengan ada resepsi atau tanpa resepsi hanya di KUA saja itu selera serta pilihan masing-masing individu. Begitu pun... Lihat selengkapnya
hens ig @hengsignature
hens ig @hengsignature 31-01-2026 11:52:24
Pernikahan zaman sekarang—dari dahulu sih sebetulnya—tidak cukup cuma ijab kabul tanpa resepsi. Mau mampu ataupun tidak, pesta mesti diselenggarakan besar-besaran! Buat orang yang tidak punya, biasanya minjem dulu ke sana kemari. Soalnya malu tuh tidak pake resepsi, seringnya disangka tekdung. Bayar-membayar utang, urusan belakangan. Inilah yang menjadi beban pikiran Dipa ketika ingin melamar kekasihnya Ajeng, soalnya ia mengharamkan resepsi. Dipa ketiban sial ketika kakak perempuannya Raras, menikah dengan uang pinjaman. Ketidakmampuan orang tua (ayahnya) membiayai pernikahan tersebut turut serta menyeretnya ke dalam masalah yang menjadi traumanya saat ini. Gimana enggak, akibat dari “pemborosan” itu, ia mesti ikutan menanggung utang dan kuliahnya sempat terbebani pula. Awalnya sempet bersimpati pada Dipa, tapi belakangan aku menyadari dia sebetulnya belum layak untuk Ajeng yang baik, pengertian, dan sabarnya selevel mythical immortal. Tingkat keegoisannya sangat tinggi; pokoknya gak kuat, gak kuat, gak kuat. Somehow aku merasa dia berpikir dunia hanya berputar di sekelilingnya. Saking gondoknya,... Lihat selengkapnya
moodreader yy
moodreader yy 30-01-2026 22:46:40
Novel ini ringan, kocak, dan gampang dibaca. Bahasanya santai, dialognya juga ngalir, dan tingkah tokohnya sering bikin ngakak. Tapi di balik itu, ceritanya ngangkat isu yang relatable banget, yaitu resepsi besar vs nikah di KUA.

Konfliknya berpusat di Dipa yang trauma sama pengalaman keluarga, sampai akhirnya maksa pilihan nikah hemat. Jujur, di sini aku agak gemes sih sama Dipa. Traumanya bisa dipahami, tapi caranya ngehadapin keluarga dan pasangannya terasa egois.

Justru Ajeng yang bikin aku kasian. Dia sabar, pengertian, tapi Dipa nggak melibatkan Ajeng dalam keputusan-keputusannya. Dilema dua keluarga yang beda kelas sosial juga kerasa riil.

Overall, novel ini punya banyak insight dan pandangan baru.
Kadita Kazread_
Kadita Kazread_ 30-01-2026 20:01:06
Novel ini premisnya menarik banget, karena di real life aku belum pernah bertemu orang yang kalau mau menikahi seseorang harus izin dulu ke pakde, bude, om, tante, bulik, paklik, dsb ????. Kalau dibayangkan lucu jadinya, apalagi ketika meminta restu dari satu orang ke orang lainnya, Dipa mendapat tantangan yang harus dilaksanakan dengan baik sebagai modal sepik-sepik sebelum mengutarakan niatnya ????. Yang aku suka dari buku ini adalah cerita perjuangan berburu restu yang dibalut dengan komedi receh yang membuat ngikik ????. Ditambah lagi, setiap tokoh dalam buku ini memiliki sisi uniknya masing-masing. Misalnya Tante Citra yang hobi ngeprank, Rina yang jadi PNS hanya untuk mengisi waktu luang ????, dan Gugum selebtok gym ????, semua tokohnya sangat menghibur dan dialog antar tokohnya bikin ngikik. Hal lain yang aku suka adalah aku dapat beberapa pengetahuan baru dari buku ini, misalnya aku jadi tau rutinitas pegawai puskesmas ????, aku jadi tau juga bagaimana prosesi... Lihat selengkapnya
Kasma Wati
Kasma Wati 30-01-2026 09:50:27
Berburu Restu merupakan novel romansa dengan bumbu humor yang pas :) Buku ini bercerita tentang perjuangan Dipa si Jambul Khatulistiwa untuk mempersunting Ajeng-nya yang Ginuk-ginuk tanpa perlu melaksanakan resepsi pernikahan dan cukup menikah di KUA. Dipa dan Ajeng pun akhirnya membuat serangkaian proyek dan strategi untuk memperoleh "restu" seluruh keluarga. Dengan alur yang tidak terburu-buru dan bahasa yang digunakan sederhana, komunikatif, dan penuh nuansa reflektif yang diselingi humor, pembaca dapat dengan mudah turut merasakan pergolakan batin para tokoh dengan natural tanpa drama berlebihan. Penokohannya pun digarap dengan cukup matang; hubungan antara anak dan orang tua yang kompleks dan manusiawi, penuh kasih sayang yang sering kali terselubung oleh ego, ketakutan, dan perbedaan sudut pandang. Nilai-nilai spiritual dan moral juga disisipkan secara halus melalui dialog dan komedi. Yang saya suka dari buku ini, Pembaca akan diajak merefleksi kembali budaya pernikahan di Indonesia dan beberapa perilaku buruk yang sering dianggap "sudah biasa" dan... Lihat selengkapnya
aynsrtn
aynsrtn 27-01-2026 17:18:45
Ada 47 bab di buku ini—tidak perlu khawatir karena setiap bab isinya pendek-pendek—tetapi yang menjadi “beda” adalah setiap bab-nya dilengkapi dengan 47 pick up lines yang dapat digunakan untuk lempar gombalan kepada pujaan hati. Seperti halnya Dipa—jambul khatulistiwa—kepada Ajeng—my ginuk-ginuk. Mengisahkan tentang Dipa yang anti resepsi, sementara Ajeng—yang sudah dipacarinya selama 3 tahun—adalah anak satu-satunya dari seorang pejabat di Kementerian Pertahanan, wis so pasti keluarga perempuan ingin pesta besar-besaran. Kontradiksi inilah yang membuat Dipa berniat untuk berburu restu. Restu agar diizinkan untuk menikahi Ajeng di KUA tanpa embel-embel pesta resepsi. Konfliknya sangat dekat sekali. Kayaknya hampir yang mau dan sudah menikah setidaknya pernah terlibat dengan polemik resepsi pernikahan ini. Karakter. Dipa ini sebenarnya tokoh yang red flag in disguise, tapi karena penceritaan dan karakternya dibuat jenaka dan mirip lagi stand up comedy, jadi samarlah tuh ke-bendera merah-annya. Ya, gimana nggak? Dia tukuh banget dengan prinsipnya. Padahal biaya resepsi pun nggak... Lihat selengkapnya