Deskripsi
“Jangan lupa, Ayah, satu dongeng setiap malam.”
Sebagai ayah yang baik, Tuan Bianchi memenuhi permintaan tersebut. Setiap malam, saat berkeliling Italia untuk menjual obat-obatan, dia pergi ke telepon umum untuk mengisahkan dongeng kepada anak gadisnya. Dongeng-dongengnya ajaib, aneh, lucu, tetapi sekaligus mencerdaskan pikiran dan menghangatkan hati. Dongeng-dongeng itu terkumpul dalam buku ini.
Gianni Rodari adalah penulis cerita anak paling penting di Italia, yang mengubah wajah pendidikan pada zamannya dan meraih penghargaan Hans Christian Andersen pada 1970.
“Anak-anak akan menyukai cerita-cerita ini karena membangkitkan rasa ingin tahu dan membuat mereka merasa cerdas, sementara orang dewasa akan menyukainya karena mengingatkan mereka akan kerinduan menjadi diri sendiri.” —Feby Indirani, penulis
Keunggulan:
- Gianni Rodari adalah penulis anak klasik yang keberadaannya jarang diketahui oleh masyarakat dunia, padahal ia sangat dicintai oleh warga Italia karena telah menulis buku-buku anak yang sangat indah.
- Gianni Rodari merevolusi pendidikan di Italia.
- Buku-buku Gianni Rodari menjadi bacaan wajib bagi anak sekolah dasar di Italia.
- Telephone Tale telah diterjemahkan ke dalam 50 bahasa.
- Jutaan eksemplar telah terjual di seluruh dunia.
- Cerita pendeknya unik dan merangsang imajinatif anak.
- Buku full color dengan banyak ilustrasi di dalamnya.
Spesifikasi
| SKU | : | NR-450 |
| ISBN | : | 9786238094455 |
| Berat | : | 300 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 260 |
| Tahun Terbit | : | 2024 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Di balik cerita-ceritanya yang singkat dan terkesan polos, tersimpan simbol tentang perang, kekerasan negara, kehilangan, dan kekonyolan hdup yang getir sekaligus jenaka.
Buku ini lahir dari pengalaman personal Rodari yang harus bekerja jauh dari keluarganya dan hanya bisa membacakan dongeng untuk anaknya lewat telepon setiap malam. Karena keterbatasan waktu telepon koin, cerita-cerita ini ditulis ringkas dan padat. Latar hidup Rodari yang tumbuh di masa Perang Dunia kedua dan bekerja sebagai reporter turut memberi lapisan historis pada dongeng-dongeng ini. Kesederhanaannya justru menjadi medium untuk menyampaikan pengalaman pahit dengan cara yang halus.
Dengan membaca kata pengantarnya, pembaca akan lebih memahami kenapa dongeng-dongeng ini terasa sederhana namun tidak biasa. Dongeng Telepon adalah buku anak-anak yang bisa dinikmati siapa saja, berkat lapisan... Lihat selengkapnya
Selanjutnya pada dongeng yang lain "Sejarah Kerajaan Mangionia" (Hal 89) Gianni Rodari memperlihatkan bagaimana keserakahan, ketamakan hanyalah kefanaan. Dapat menghancurkan, menghilangkan segalanya.
Ada satu dongeng yang membuat saya terkekeh "Hidung yang Kabur" (Hal 109) Bagaimana bisa Gianni Rodari memiliki ide cerita seperti itu. Konyol tapi jika direnungkan kembali terdapat pesan mendalam yang jika ditafsirkan kurang lebihnya begini... Lihat selengkapnya


