Rp 93,000
25%
Rp 124,000
Deskripsi
Ini zaman ketika darah menjadi alat pembayaran.
Semakin banyak kau menginginkan sesuatu,
semakin singkat rentang hidupmu.
Spesifikasi
| SKU | : | ND-428 |
| ISBN | : | 9786232420878 |
| Berat | : | 340 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 360 |
| Tahun Terbit | : | 2022 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Beberapa hari yang lalu baru namatin drakor yang salah satu dialognya kira-kira begini, "...semua permasalahan di dunia jika ditelusuri sumbernya berasal dari satu hal: uang."
NAH, di buku ini, uang bisa didapetin dengan menukar darah. Konsekuensi dari pertukaran tersebut? Umur orang tersebut bakal berkurang sesuai dengan banyaknya darah yang diambil.
Waktu adalah uang, dan di dunia tempat Jules hidup, pepatah itu berlaku secara literal. Jules sampe harus kembali ke Everless, tempat yang udah dia tinggalin karena suatu hal, buat kerja nyari uang alias tambahan waktu buat Papanya.
Aku suka world-building buku ini. Menurutku konsepnya fresh, soalnya waktu sebagai alat pembayaran tuh mashoook banget buat menggambarkan kesenjangan kekayaan dan eksploitasi kelas bawah. Kurang lebih sama lah cara kerjanya kayak sistem kapitalis yang bikin orang miskin harus "jual nyawa" alias kerja keras banting tulang demi upah imut cuman buat survive, sementara orang kaya bisa hidup "abadi" dan ngehabisin waktu buat foya-foya.
Tapi JUJUR, karakter... Lihat selengkapnya
NAH, di buku ini, uang bisa didapetin dengan menukar darah. Konsekuensi dari pertukaran tersebut? Umur orang tersebut bakal berkurang sesuai dengan banyaknya darah yang diambil.
Waktu adalah uang, dan di dunia tempat Jules hidup, pepatah itu berlaku secara literal. Jules sampe harus kembali ke Everless, tempat yang udah dia tinggalin karena suatu hal, buat kerja nyari uang alias tambahan waktu buat Papanya.
Aku suka world-building buku ini. Menurutku konsepnya fresh, soalnya waktu sebagai alat pembayaran tuh mashoook banget buat menggambarkan kesenjangan kekayaan dan eksploitasi kelas bawah. Kurang lebih sama lah cara kerjanya kayak sistem kapitalis yang bikin orang miskin harus "jual nyawa" alias kerja keras banting tulang demi upah imut cuman buat survive, sementara orang kaya bisa hidup "abadi" dan ngehabisin waktu buat foya-foya.
Tapi JUJUR, karakter... Lihat selengkapnya
Novel ini itu premis nya menarik karena gimana jadinya kalau mata uang itu dari darah. Awalnya pembaca dibuat bertanya tanya tentang apa yang terjadi dengan Jules dan apa kaitannya dengan everless.
Premisnya menarik, apalagi Liam Gerling yang bikin aku penasaran ????. Tapi di novel ini agak kesel juga sama Jules yang ngeyelan. Masalah tentang warisan tahta ini juga seru. Apa kaitannya si Jules dengan Sang Penenung yang ada di cerita-cerita rakyat. Sayangnya endingnya masih gantung. Jadi perlu baca buku selanjutnya supaya lebih jelas.
Premisnya menarik, apalagi Liam Gerling yang bikin aku penasaran ????. Tapi di novel ini agak kesel juga sama Jules yang ngeyelan. Masalah tentang warisan tahta ini juga seru. Apa kaitannya si Jules dengan Sang Penenung yang ada di cerita-cerita rakyat. Sayangnya endingnya masih gantung. Jadi perlu baca buku selanjutnya supaya lebih jelas.
Everless punya world building yang kuat banget. Konsep darah sebagai alat pembayaran itu kejam, dingin, dan kerasa nggak adil sejak awal. Yang kaya bisa hidup panjang, yang miskin ya siap-siap kehabisan waktu. Ide ini sukses bikin dunia Everless terasa berat dan penuh tekanan.
Sayangnya, aku nggak terlalu klik sama tokoh utamanya. Jules itu keras kepala dan sering bikin keputusan yang bikin aku geram sendiri. Bukannya tipe karakter yang gampang disayang, malah sering terasa ngeselin.
Sayangnya, aku nggak terlalu klik sama tokoh utamanya. Jules itu keras kepala dan sering bikin keputusan yang bikin aku geram sendiri. Bukannya tipe karakter yang gampang disayang, malah sering terasa ngeselin.
Karya Sara Holland
Lihat Semua
Kamu Mungkin Suka
Lihat Semua
Zoulfa Katouh
The Ocean Would Paint Me Blue (Illustration Edges) - Exclusive Pre Order + Acrylic Bookmark, Pouch & Sticker Set
Rp 169,150
15%
Rp 199,000
Intan Savitri
Perempuan Suamiku
Rp 12,500
74%
Rp 49,000
Rick Riordan
Percy Jackson And The Olympians #7: Wrath Of The Triple Goddess
Rp 101,150
15%
Rp 119,000
Silvarani
Terbang
Rp 17,500
70%
Rp 59,000
Khrisna Pabichara
Barichalla #1: Barichalla Penunggang Kuda Terbang
Rp 17,500
75%
Rp 69,000
Endik Koeswoyo
Love For Sale
Rp 15,000
75%
Rp 59,000
Francesca Haig
The Fire Sermon #2: The Map Of Bones
Rp 25,000
75%
Rp 99,000
Brandon Sanderson
Reckoners Trilogy #3: Calamity
Rp 22,500
75%
Rp 89,000
Noor Huda Ismail
Jihad Selfie Dying For Significance
Rp 15,000
75%
Rp 59,000
Dee Lestari
Supernova 2: Akar Republish 2025
Rp 92,650
15%
Rp 109,000
Jostein Gaarder
The Magic Library (Edisi Ke-4, Republish 2025) Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken
Rp 84,150
15%
Rp 99,000
Christina Juzwar
Salon Tua: Hati-Hati Dengan Rambutmu! (Darklit)
Rp 75,650
15%
Rp 89,000


