Di novel ini beneran bikin aku klepek klepek sama Liam Gerling. Gimana bisa dia Jatuh Cinta dan mempelajari reinkarnasi Jules akkkkk buset ini orang. Yang tadinya dikira Liam membenci Jules, ternyata kebalikannya ????????. Di novel ini juga akhirnya terungkap apa hubungan Jules dan Caro di masa lalu. Gimana ceritanya mereka yang bersahabat lama-lama jadi musuh. Part menegangkan di novel ini tuh terasa banget apalagi si Jules dan Liam kan dalam persembunyian. Sayangnya pas part ending yang Caro lawan Jules tuh kurang mantep. Entah karena terjemahannya atau memang diceritakan sepotong aja.
Evermore masih main di dunia yang sama, dengan konsep waktu dan darah yang tetap jadi pusat cerita. Taruhannya terasa lebih besar, konfliknya makin melebar, dan rahasia-rahasia dari buku pertama mulai kebuka satu-satu.
Di buku ini, fokus ceritanya lebih ke dampak dari sistem yang rusak itu sendiri. Politik, kekuasaan, dan pilihan-pilihan yang nggak pernah benar-benar hitam putih. World building-nya tetap jadi poin terkuat dan makin terasa kejam.
Untuk karakternya, perasaanku masih sama. Jules tetap keras kepala dan kadang bikin gregetan. Tapi di Evermore, aku bisa lihat dia mulai belajar dari kesalahannya, meski prosesnya nggak selalu mulus.