Buku IRIS-HIGH SCHOOL SERIES - Innayah Putri | Mizanstore
Ketersediaan : Habis

IRIS-HIGH SCHOOL SERIES

Deskripsi Singkat

Bagi Iris, Rangga adalah dunianya. Sementara bagi Rangga, Iris adalah semestanya. Keduanya jatuh cinta dengan cara paling sederhana. Lewat tatapan mata, berbagi ceria, dan saling melindungi dengan hangatnya genggaman tangan. Namun rupanya, semua itu belum cukup. Mereka bilang Rangga dan Iris nggak sepantasnya bersatu. Kata mereka Rangga terlalu sempurna untuk… Baca Selengkapnya...

Rp 89.000 Rp 75.650
-
+

Bagi Iris, Rangga adalah dunianya. Sementara bagi Rangga, Iris adalah semestanya. Keduanya jatuh cinta dengan cara paling sederhana. Lewat tatapan mata, berbagi ceria, dan saling melindungi dengan hangatnya genggaman tangan. Namun rupanya, semua itu belum cukup.

Mereka bilang Rangga dan Iris nggak sepantasnya bersatu. Kata mereka Rangga terlalu sempurna untuk Iris, dan gadis itu percaya.

Iris melakukan apa pun demi pantas berada di sisi Rangga, sekalipun usaha-usahanya justru menyakiti diri sendiri. Sampai pada satu titik, mereka menyadari bahwa cinta tak pernah menjadi hal sederhana, karena terlalu banyak syarat untuk jatuh cinta.
 

Tentang Innayah Putri

Innayah Putri

Innayah Putri biasa di panggil Naya, lahir di Tangerang tanggal 10 Mei 1997 sebagai bagian dari keluarga Muslim. Sejak kecil, sudah hobi membaca, mulai menulis sejak kelas V SD. Saat ini, dia sedang berusaha meraih gelar sarjana Jurusan Komunikasi di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta.
Iris adalah novel ketiga Naya yang berhasil di terbitkan dalam bentuk cetak, sementara novel pertamanya Are You? Really? (2017), Kata 3 Hati (2017), dan If Only (2018) bisa ditemukan di toko buku terdekat.
Naya bisa dihubungi di:
LINE: @hrh0498r
Instagram: Innayahp
Wattpad: InnayahPutri
 




Keunggulan Buku

Iris  merupakan salah satu naskah proyek Bentang Belia bersama 9 penulis Wattpad terpopuler  yang diwadahi dalam serial High School Series (HSS). Kesembilan seri HSS ini, termasuk Iris, berada dalam universe yang sama yaitu SMA Nusa Cendekia. Novel karya Innayah Putri ini telah dibaca lebih dari 4,1 juta kali di Wattpad. Ceritanya yang ringan dan gaya penceritaan yang nyaman dibaca, membuat pembaca mudah untuk memahami isi cerita. Temanya juga sangat positif untuk kehidupan remaja, yaitu tentang mencintai diri sendiri, yang tentu saja dibalut kisah cinta dan persahabatan. Terdapat pula pesan-pesan tentang penerimaan, loyalitas persahabatan, dan usaha dalam mengejar mimpi. Naya juga memenuhi cerita ini dengan aksi konyol Rangga yang mampu menghibur pembacanya.

Tentang High School Series
Selamat datang di dunia SMA Nusa Cendekia! Kali ini Bentang Belia mengajakmu mengikuti cerita-cerita seru para siswa SMA Nusa Cendekia melalui High School Series. Apa, sih, High School Series?
Kamu yang ngikutin serinya di akun Wattpad @beliawritingmarathon milik Bentang Belia, pasti udah paham, ya? Bagi yang belum ngintip, silakan deh, main ke sana. Udah lebih dari jutaan kali dibaca, loh! Ada 9 judul cerita di seri ini. Semua cerita berlatar belakang SMA Nusa Cendekia, atau nama bekennya SMA Nuski. Masing-masing judul menggunakan nama tokoh utama. Yuk, kenalan! Ada Barga, Orion, Yasa, Saga. Juga ada Geigi, Iris, Raya, Lavina, Shea. Berarti mereka saling kenal, dong? Hmmm, coba icipin sendiri ya ceritanya, hehehe.
Hayo, siapa yang nyadar, jika setiap huruf depan dari nama para tokoh utamanya itu dirangkai akan membentuk BOYS dan GIRLS! ?. Wuih, wajib koleksi, nih!
Hari-hari Barga, Orion, Yasa, Saga, Geigi, Iris, Raya, Lavina, dan Shea tentunya akan disemarakkan oleh para sahabat dan gebetan. Mereka punya segudang cerita gereget yang akan bikin kamu gemes, senang, sedih, juga haru. Nggak heran karena masing-masing judul ditulis oleh penulis favorit kalian di Wattpad. Siapa aja mereka?
Barga ditulis oleh Yenny Marissa. Orion ditulis oleh Cinderella Sarif. Yasa ditulis oleh Ega Dyp. Saga ditulis oleh Pit Sansi. Geigi ditulis oleh Sirhayani. Iris ditulis oleh Innayah Putri. Raya ditulis oleh Inge Shafa. Lavina ditulis oleh Ainun Nufus. Shea ditulis oleh Asri Aci.
Saat ini kamu akan dibuat ketagihan menyimak kisah Iris dan Rangga.
Selamat bersenang-senang!

Testimoni

 “Kepada siapa pun yang merasa dirinya tidak pernah cukup, kepada siapa pun yang merasa dunia tidak pernah berpihak padanya. Ketahuilah, Iris adalah teman sempurna yang akan mengajarimu bertahan, meski harus merasa kehilangan. Dear Naya, terima kasih atas pelajaran berharga dan air matanya.”
—Anindya Frista (@dizappear), penulis Catatan Tentang Hujan
“Yang paling bikin aku terkesan dari cerita Iris ini adalah tokohnya. Tokoh Iris dan Rangga itu menurutku benar-benar hidup, mereka berhasil bikin aku gemes, baper, kesel, marah, sedih, pokoknya campur aduk, deh! Konfliknya juga oke banget. Dan, yang paling penting, moral value-nya benar-benar ngena buat para remaja. Kak Naya emang jago bikin pembaca jatuh hati dengan karyanya. Well done, Kak Naya!”
—Ega Dyp (@galaxywriters), penulis When Love Walked In dan Yasa
“Cerita ini akan kembali mengingatkan kita, bahwa lebih dulu mencintai diri sendiri itu penting. Agar nantinya bisa mencintai orang lain dengan benar. Dan, Naya, benar-benar berhasil menunjukkan pesan itu dalam kisah Iris.”
—Yenny Marissa (@yennymarissa), penulis Still Into You dan Barga
“Kak Naya pernah bilang ini novel berbeda dengan yang biasa Kak Naya tulis. Ternyata enggak! Sama aja: bener-bener ngena, bikin bolak-balik perasaan, ngakak koar-koar, sampai nangis sesenggukan. Idenya ada sehari-hari, tapi aku jarang nemuin cerita yang ngebahas kepercayaan diri sampai se-‘dalam’ ini. Congrats Kak Nay, aku luluh oleh setiap kalimatmu.”
—@ifahadee, pembaca Iris di Wattpad
“Gue udah baca berulang-ulang, tapi tetap aja masih baper. Ini cerita yang bikin gue paling susah move on, rasanya kayak stuck di mantan aja gitu.”
—@anshca, pembaca Iris di Wattpad
“Iris, cerita yang membuat saya bangkit dari keterpurukan karena cacian banyak orang, cerita yang bikin saya bisa tetap positive thinking sama semua orang, cerita yang bikin saya lebih peduli dan cinta pada diri sendiri.”
—@DaaraPutri586, pembaca Iris di Wattpad
“Kak Naya masih tetap luar biasa menciptakan karya-karyanya yang selalu bikin pembaca mewek, termotivasi, marah-marah, klepek-klepek dengan kisah romansa pasangan Rangga-Iris. ‘Untuk semua Iris di dunia, kuharap kalian bisa tersenyum sambil menatap cermin.’ Ini kutipan terbaik dari Kak Naya. Terima kasih Kak Naya, I love this story.”
—@Triamei, pembaca Iris di Wattpad
I love the way the author writes word by word. I love the way the author tells the moral values from this story. Cerita yang bukan hanya mengisahkan kehidupan percintaan anak remaja, tetapi juga tentang bersyukur, memprioritaskan keluarga dan menghormati orang tua. Cara penulis mengembangkan karakter menurut saya patut diberi empat jempol. Karakter tokohnya super kuat. Bahkan, karakter yang ‘numpang lewat’ saja secara tidak langsung mempunyai pengaruh dalam kelangsungan hubungan Iris dan Rangga. Terima kasih Naya, kamu berhasil membuat saya membuka mata lebar-lebar, and of course cried all night!”
—@auliaalawiyah, pembaca Iris di Wattpad
“Kak Naya berhasil membuat perasaan aku sebagai pembaca jadi gereget, sedih, senang. Begitu pun Rangga yang bisa membuat jutaan readers tergila-gila. Overall, aku suka sama semua yang ada di dalam cerita ini. Mulai dari alur, karakternya, tokohnya, semuanya bikin aku jatuh cinta.”
—Kalbina Nawang Wulan (@_klbnawulan), pembaca Iris di Wattpad
Iris adalah tulisan yang membuat aku bisa menghargai diriku sendiri, selalu bersyukur dan selalu ingat orang yang sayang aku dengan tulus. Lucu juga sih, baca cerita Iris sama Rangga bisa bikin ketawa, tapi juga bisa bikin sedih.”
—@dilalapo, pembaca Iris di Wattpad
“Kisah Iris dan Rangga adalah salah satu tamparan keras untuk para remaja di luar sana yang berusaha sempurna untuk pasangan. Scene-scene penuh pesan berhasil menohok pembaca. Good job author!
—@gliocchiali, pembaca Iris di Wattpad

Cuplikan

Bel masuk sudah berbunyi beberapa menit yang lalu, tapi koridor SMA Nusa Cendekia masih ramai oleh siswa dengan kemeja putih dan bawahan bermotif tartan.
“Permisi, permisi.” Cewek mungil itu menyalip di antara kerumunan. Langkahnya memang pendek, tapi ia bergerak dengan gesit, hingga unggul dari siswa yang lain.
Ia hampir bernapas lega ketika lift yang dituju sudah terlihat. Namun, tiba-tiba sebuah tangan menarik ujung ranselnya.
“Eh, eh, eh, apa ini?” Cewek itu berseru panik, tapi langsung memelotot saat mendengar suara yang familier di telinganya.
“Pagi, Cinta.” Di sampingnya, cowok bertubuh jangkung menyengir tanpa dosa. Kedua ujung bibirnya tertarik, hingga matanya menyipit. “Eh, salah, Cinta mah udah kuno, yayangnya Rangga yang sekarang mah Iris.”
“Aduh, Ga, lepasin, dong! Jam pertama Bu Tyas, nih.” Iris meringis berusaha membujuk Rangga, tapi tentu saja percuma. Rangga adalah spesies yang tidak akan melepaskan Iris meski cewek itu mengemis.
“Ck, siapa suruh telat? Kan, udah gue bilang, gue aja yang jemput, biar nggak telat.” Alih-alih melepaskan rangkulannya, Rangga justru berceloteh panjang lebar. “Tadi malem tidur jam berapa coba? Tuh, lihat mata lo udah kayak mata panda. Udah badan kayak panda, masa mata mau kayak panda juga?”
“Lo mau mati, ya?” Iris memukul lengan Rangga, membuat cowok itu mengaduh kesakitan.
Aw! Sakit, Iyis! Tega banget sama Babang.” Rangga memasang tampang terluka yang hanya disambut Iris dengan decihan.
Kekesalannya pada Rangga membuat Iris lupa dengan masalah utama, Bu Tyas. Ia bahkan tak menyadari Rangga hanya menekan angka 3 di lift.
“Lo bisa nggak sih, normal sedikit? Temenan sama Kak Arsen nggak ketularan cool-nya sedikit apa?”
“Eits, enak aja kamu, Cinta, membandingkan Oppa sama Kanebo Kering.” Rangga menggelengkan kepalanya. “Nggak level lah yaw.”
“Beneran deh, lo kebanyakan nyemil micin.” Rangga terkekeh geli mendengar ucapan Iris.
“Makanya Ris, setiap hari siapin gue makanan, dong, empat sehat lima sempurna. Kalau perlu, gue makan bayam biar kayak Popeye!” Rangga berkelakar heboh. Lift berdenting sekali, keduanya melangkah keluar.
“Lo mau, otot gede, tapi kepalanya kecil?”
“Lo mau nggak punya cowok kayak gitu?”
“Ogah!” seru Iris membuat Rangga mencebikkan bibirnya.
Mereka berdua berbelok ke kanan. Sesekali Rangga menyapa teman-teman seangkatannya yang berpapasan, sementara Iris hanya menundukkan kepala. Ia merasa ada sesuatu yang janggal.
“Tapi, iya juga ya, Ris, kenapa si Popeye punya otot gede, tapi kepalanya kecil begitu?” Rangga mengetuk dagunya dengan telunjuk, pura-pura berpikir.
Seperti tersadar sesuatu, tiba-tiba langkah Rangga terhenti, cowok itu berbalik menatap Iris dengan pandangan horor.
“Iris, gawat!” serunya panik. Cowok itu meremas bahu Iris gelisah, seolah-olah kalimat yang akan ia katakan adalah berita yang urgensinya setingkat dengan perang dunia.
Iris menatap Rangga kebingungan. Sebelum sempat Iris melontarkan pertanyaan, Rangga sudah melanjutkan kalimatnya.
“Lo harus berhenti makan bayam mulai sekarang! Soalnya lo mulai kayak Popeye! Tangan kecil, kaki kecil, tapi badannya gendut!”
Mata Iris sontak memelotot. Ia nyaris tersedak salivanya sendiri karena mendengar kalimat Rangga.
“Rangga sinting!” Iris menjerit kencang. Dengan sadis, tangannya mencubiti perut Rangga. Cowok itu mengaduh di sela tawanya.
Sebenarnya Iris sama sekali tidak gendut, malah tubuhnya termasuk mungil. Satu-satunya bagian dengan lemak berlebih di tubuhnya hanya ada di pipi. Namun, cewek itu selalu kesal dan percaya setiap kali Rangga menyebutnya gendut. Gendut selalu menjadi nama tengah Iris sepanjang ia mengenal Rangga.

 

Resensi

Beri ulasan produk ini

Spesifikasi Produk

SKU BE-110
ISBN 978-602-430-439-3
Berat 370 Gram
Dimensi (P/L/T) 15 Cm / 21 Cm/ 0 Cm
Halaman 396
Jenis Cover Soft Cover