Buku LADY IN DISGUISE - GEORGETTE HEYER | Mizanstore
  • LADY IN DISGUISE
Ketersediaan : Tersedia

LADY IN DISGUISE

Deskripsi Singkat

Stres karena perjodohan yang dipaksakan keluarganya, Sir Richard Wyndham berjalan pulang dalam keadaan mabuk. Tak disangka, dia malah mendapati seorang pemuda, yang berusaha kabur dari jendela lantai dua sebuah rumah, terjatuh dalam pelukannya! Yang mengejutkan, ternyata pemuda itu adalah seorang gadis yang tengah menyamar! Bukanlah hal yang pantas bagi seorang… Baca Selengkapnya...

Rp 74.000 Rp 51.800
-
+

Stres karena perjodohan yang dipaksakan keluarganya, Sir Richard Wyndham berjalan pulang dalam keadaan mabuk. Tak disangka, dia malah mendapati seorang pemuda, yang berusaha kabur dari jendela lantai dua sebuah rumah, terjatuh dalam pelukannya! Yang mengejutkan, ternyata pemuda itu adalah seorang gadis yang tengah menyamar! Bukanlah hal yang pantas bagi seorang gadis belia untuk berkelairan sendirian tanpa pendamping, maka Sir Richard memutuskan untuk mengawal gadis aneh bernama Pen-Penelope-itu. Banyak petualangan seru yang mereka lalui. Dari kereta yang terperosok masuk parit, perkenalan dengan seorang pencuri, hingga terlibat kasus pembunuhan. Risiko yang lebih besar pun telah menunggu: akan menjadi skandal jika seorang pria lajang ketahuan melakukan perjalanan bersama gadis yang penuh pernah menikah. Maka, Sir Richard-yang tidak ingin reputasi Pen tercoreng-mengajukan lamaran, yang langsung ditolak Pen mentah-mentah. Benarkah Sir Richard hanya merasa bertanggung jawab, ataukah dia telah benar-benar jatuh cinta kepada gadis ceroboh yang imajinatif dan penuh semangat itu? Dan, benarkah Pen sama sekali tidak menyimpan perasaan apa pun terhadap pria itu?

Tentang GEORGETTE HEYER

GEORGETTE HEYER

Georgette Heyer telah menulis lebih dari lima puluh buku, sebagian besarnya laris manis. Dia adalah novelis sejarah paling terkenal dan paling dicintai, sedangkan spesialisasinya adalah kisah yang berlatar belakang pada zaman Regency (1811-1837). Novel pertama Heyer, The Black Moth, yang terbit pada 1921, ditulis ketika usianya lima belas untuk menghibur saudara laki-lakinya yang baru sembuh dari sakit; sedangkan novel terakhirnya adalah My Lord John. Walaupun paling terkenal karena novel-novel sejarahnya, Heyer juga menulis dua belas kisah detektif. Georgette Heyer meninggal pada 1974 dalam usia 71 tahun.




Keunggulan Buku

“Heyer memenangi hati pembaca dengan novel ini. Salah satu karya terbaiknya.”

Ex Libris

“Menghibur, imajinatif, lucu, dan menghanyutkan.”

Maymays Memos

“Buku yang mengagumkan. Bacaan wajib saat hujan.”

Books-are-Life Reviews

“Menarik. Bacaan yang menyenangkan.”

The Curious Reader

“Luar biasa bagus. Georgette Heyer benar-benar tidak tertandingi!”

—India Knight, Sunday Telegraph

“Buku Heyer bersinar dengan humor dan gaya.”

Publishers Weekly

The Cirinthian adalah salah satu buku Heyer yang paling kufavoritkan. Sangat menghibur.”

Lesa’s Book Critiques

“Aku sangat menikmati waktu yang kuhabiskan untuk membaa buku beralur cepat ini. Sangat menyenangkan.”

—Jane Austen’s World

A Lady in Disguise  adalah kisah ringan berbalut komedi. Ini adalah buku Heyer yang akan kubaca ulang lagi nanti.”

A Work in Progress


“Kisah ini sangat seru, dibalut petualangan dan romansa dan adegan-adegan yang berhasil membuatku tertawa.”

Wendi’s Book Corner

“Kisah perjalanan dari era Regency, dengan romansa dan intrik, karakter-karakter yang hebat dan dialog yang penuh humor.

Bookfoolery and Babble

“Aku mengagumi buku ini. Aku mengagumi Heyer. Aku ingin ke luar dan melahap semua buku yang dia tulis dan aku akan melakukannya. Perlahan-lahan dan penuh kenikmatan.”
A Hidden Place

Resensi

  • avatar
    2018-04-27 16:07:16

    Segala hal berbau klasik memang everlasting! Itu pekik saya dalam hati setelah melahap novel klasik “A Lady in Disguise” karangan Georgette Heyer. Bagi saya lewat novel ini kita layaknya pelancong yang diajak wisata ke abad di mana tata krama ala ningrat berjaya kala itu. Karya sastra ini salah satu karya yang dapat menembus waktu. Meski versi aslinya terbit pada tahun 1972 dan ceritanya pun berlatar saat lampu belum ditemukan, tetapi humor, pemikiran, dan cara tokoh menyikapi hidup dapat saya pahami dan nikmati. Richard merupakan representasi pemuda perlente, tampan, dan necis hingga ia tercap sebagai pesolek seantero London. Belum lagi ia merupakan anak dari keluarga kaya yang terpadang. Di umurnya yang hampir menginjak 30, perawakannya itu justru tak menjamin dirinya enteng jodoh. Sayangnya ia dipaksa menikah dengan Melissa yang secara terang-terangan hanya ingin mendapat keuntungan darinya. Di tengah rasa stres yang melanda akibat kawin paksa ini, ia secara tak sengaja bertemu Pen alias Penelope yang berusaha kabur dengan menyamar sebagai pria setelah ia juga dipaksa kawin dengan sepupu yang ia tidak suka. Pertemuan ini menjadikan Richard dan Pen teman perjalanan kabur yang tak disangka menjadi perjalanan paling asyik, mendebarkan, dan berkesan dalam hidup mereka. Dulu pada abad ke-18 di Inggris sudah ditemukan fenomena kawin lari dan kawin paksa seperti dalam cerita ini. Bahkan terdapat motif-motif kawin lain, seperti kawin demi reputasi, kawin demi meneruskan nama keluarga, kawin demi hidup terjamin, dan rupa-rupanya kawin demi menjaga harga diri pun laku saat itu. Orang-orang yang melakukan itu ada yang melawan seperti misalnya kabur atau ada yang menerima begitu saja untuk jaminan hidup yang aman dengan dalih urusan cinta belakangan. Disinilah tokoh Pen dan Richard seperti menjadi panutan percontohan yang menghapus jenis-jenis kawin kuno itu. Bagi mereka jelas percintaan dan pernikahan tak semurah itu. Tidak perlu takut bosan membaca kisah Pen dan Richard, seperti misalnya rasa jemu dengan bahasanya yang beberapa tidak familiar diterima telinga atau perihal kisah romantis klasik. Tetapi bagi yang suka hal-hal berbau vintage kita akan termanja oleh gaya berbicara para tokoh dan tata krama layaknya elite Inggris di zaman Regency (1811-1837). Bisa dibilang novel ini cocok sekali menjadi jendela kebudayaan yang menambah wawasan. Ditambah lagi dengan alur percintaan antara Richard-Pen yang mengalir dan tidak terburu-buru. Sementara kekuatan novel ini terletak pada penjabaran karakter tokoh yang kuat dan detail dengan dibumbui gaya bahasa Heyer yang asik hingga jauh dari kesan kuno untuk ukuran novel klasik. Bagi pembaca yang ingin menelusuri kisah si Pesolek Richard yang budiman dan Pen si gadis yang menyamar, siap-siap bertemu kata-kata asing yang akan membuat lidah terpeleset. Untungnya pesona dan kearifan Richard serta keluguan dan keceriaan Pen dengan petualangan mereka yang seru, mendebarkan dan menegangkan mampu mengenyampingkan kesulitan melafalkan kata asing saat membaca novel ini.

    balas review
  • avatar
    2018-04-27 16:07:19

    Segala hal berbau klasik memang everlasting! Itu pekik saya dalam hati setelah melahap novel klasik “A Lady in Disguise” karangan Georgette Heyer. Bagi saya lewat novel ini kita layaknya pelancong yang diajak wisata ke abad di mana tata krama ala ningrat berjaya kala itu. Karya sastra ini salah satu karya yang dapat menembus waktu. Meski versi aslinya terbit pada tahun 1972 dan ceritanya pun berlatar saat lampu belum ditemukan, tetapi humor, pemikiran, dan cara tokoh menyikapi hidup dapat saya pahami dan nikmati. Richard merupakan representasi pemuda perlente, tampan, dan necis hingga ia tercap sebagai pesolek seantero London. Belum lagi ia merupakan anak dari keluarga kaya yang terpadang. Di umurnya yang hampir menginjak 30, perawakannya itu justru tak menjamin dirinya enteng jodoh. Sayangnya ia dipaksa menikah dengan Melissa yang secara terang-terangan hanya ingin mendapat keuntungan darinya. Di tengah rasa stres yang melanda akibat kawin paksa ini, ia secara tak sengaja bertemu Pen alias Penelope yang berusaha kabur dengan menyamar sebagai pria setelah ia juga dipaksa kawin dengan sepupu yang ia tidak suka. Pertemuan ini menjadikan Richard dan Pen teman perjalanan kabur yang tak disangka menjadi perjalanan paling asyik, mendebarkan, dan berkesan dalam hidup mereka. Dulu pada abad ke-18 di Inggris sudah ditemukan fenomena kawin lari dan kawin paksa seperti dalam cerita ini. Bahkan terdapat motif-motif kawin lain, seperti kawin demi reputasi, kawin demi meneruskan nama keluarga, kawin demi hidup terjamin, dan rupa-rupanya kawin demi menjaga harga diri pun laku saat itu. Orang-orang yang melakukan itu ada yang melawan seperti misalnya kabur atau ada yang menerima begitu saja untuk jaminan hidup yang aman dengan dalih urusan cinta belakangan. Disinilah tokoh Pen dan Richard seperti menjadi panutan percontohan yang menghapus jenis-jenis kawin kuno itu. Bagi mereka jelas percintaan dan pernikahan tak semurah itu. Tidak perlu takut bosan membaca kisah Pen dan Richard, seperti misalnya rasa jemu dengan bahasanya yang beberapa tidak familiar diterima telinga atau perihal kisah romantis klasik. Tetapi bagi yang suka hal-hal berbau vintage kita akan termanja oleh gaya berbicara para tokoh dan tata krama layaknya elite Inggris di zaman Regency (1811-1837). Bisa dibilang novel ini cocok sekali menjadi jendela kebudayaan yang menambah wawasan. Ditambah lagi dengan alur percintaan antara Richard-Pen yang mengalir dan tidak terburu-buru. Sementara kekuatan novel ini terletak pada penjabaran karakter tokoh yang kuat dan detail dengan dibumbui gaya bahasa Heyer yang asik hingga jauh dari kesan kuno untuk ukuran novel klasik. Bagi pembaca yang ingin menelusuri kisah si Pesolek Richard yang budiman dan Pen si gadis yang menyamar, siap-siap bertemu kata-kata asing yang akan membuat lidah terpeleset. Untungnya pesona dan kearifan Richard serta keluguan dan keceriaan Pen dengan petualangan mereka yang seru, mendebarkan dan menegangkan mampu mengenyampingkan kesulitan melafalkan kata asing saat membaca novel ini.

    balas review
    • avatar
      Administrator 2018-05-02 08:44:24

      wow :) terima kasih sekali kak atas reviewnya, semakin banyak yang tertarik untuk membaca nih pastinya :)

Beri ulasan produk ini

Spesifikasi Produk

SKU ND-234
ISBN 978-602-385-251-2
Berat 320 Gram
Dimensi (P/L/T) 13 Cm / 20 Cm/ 0 Cm
Halaman 392
Jenis Cover Soft Cover
DILAN DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1990-NEW
30%
DILAN DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1990-NEW

Belum Ada Ulasan

Rp. 69.000 Rp. 48.300
Beli
Pidi Baiq
The Magical Balls
44%
The Magical Balls

Belum Ada Ulasan

Rp. 29.000 Rp. 16.240
Beli
KALISHA, DKK
NEVER FADE, TAKKAN PERNAH PUDAR
30%
NEVER FADE, TAKKAN PERNAH PUDAR

Belum Ada Ulasan

Rp. 98.500 Rp. 68.950
Beli
Alexandra Bracken
BAD ROMANCE
30%