Deskripsi
Sudah Terbit! Buku Pertama Seri Letters of Enchantment!
Ditinggalkan sang kakak, Forest, ke medan tempur tempat perang antara dua musuh abadi, Dewa Dacre dan Dewi Enva, berkecamuk, Iris Winnow terpaksa keluar dari sekolah dan bekerja demi menafkahi keluarga. Di kantor surat kabar, dia malah bertemu Roman Kitt, yang sudah memandang rendah dirinya sejak hari pertama. Persaingan sengit di antara mereka pun berkobar.
Merindukan sang kakak, Iris diam-diam menuliskan surat menggunakan mesin tik warisan neneknya. Ajaibnya, surat-surat yang dia selipkan ke bawah lemari pakaian itu kemudian lenyap begitu saja. Hingga, pada suatu malam, datanglah selembar surat dari orang asing, muncul begitu saja di lantai depan lemari, dan hanya berisi 3 kata: Ini bukan Forest.
Siapa yang menerima surat-surat Iris selama ini? Dan, mengapa Iris terus mengharapkan balasan dari korespondensi ganjil yang membuat candu itu? Pada saat bersamaan, Roman Kitt kerap mengganggu benaknya. Lelaki itu tidak sedingin dan searogan yang Iris kira dan dia merasakan daya tarik aneh di antara mereka.
Namun, ketika yakin kakaknya hilang, Iris tahu dia harus turun tangan meski itu berarti harus meninggalkan segalanya dan terjun langsung ke medan perang!
Spesifikasi
| SKU | : | ND-534 |
| ISBN | : | 9786232424654 |
| Berat | : | 520 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 3 cm |
| Halaman | : | 492 |
| Tahun Terbit | : | 2025 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Cerita Iris yang mencari kerja di sebuah kantor surat kabar The Oath Gazette hingga bertemu dengan rivalnya yang bernama Roman C. Kitt. Pria itu yang terkenal akan ketekunannya dalam melakukan tugas-tugasnya menjadi saingan berat bagi Iris untuk mendapatkan posisi sebagai seorang kolumnis.
Iris yang selalu menghabiskan hari-harinya bekerja sambil merawat ibunya, Aster, yang mengalami depresi dan kecanduan alkohol. Kerinduan yang mendalam membuat Iris menuliskan surat-surat yang ia simpan didalam lemari. Ajaibnya surat yang disimpan didalam lemari itu tiba-tiba lenyap begitu saja.
Suatu hari Iris menemukan sepucuk surat yang berisikan 3 kata "Ini bukan Forest" terangnya. Walaupun Iris sudah mengetahui jika yang membalas suratnya bukanlah Forest, ia tetap melanjutkan proses... Lihat selengkapnya
Di sisi lain, di kantor surat kabar The Oath Gazette, tempat Iris bekerja. Ia memiliki rival yang berebut tempat sebagai kolumnis. Rivalnya seorang pria tampan yang anehnya selalu mengesalkan bagi Iris, yaitu Roman Kitt.
Jika menyukai kisah rivals to lovers, male lead fell first and fell harder, yang dibalut unsur fantasi dengan latar peperangan, maka buku ini sangat direkomendasikan! Bagussss! Well written, diksinya cantik, plotnya rapi. Excellent!
Buku ini tidak hanya cantik mengejawantahkan kebucinan Roman kepada Iris, tetapi juga begitu apik mengeksplorasi peristiwa perang dan dampaknya terutama bagi para frontliners dan... Lihat selengkapnya
Novel ini mengajakku merasakan betapa kacaunya Avalon Bluff pada masa perang. Dentuman bom, kemunculan makhluk-makhluk eithral, serta anjing-anjing milik Dacre bikin suasana terasa mencekam. Aku bahkan ikut menahan napas setiap kali makhluk-makhluk itu muncul.
Di tengah ketegangan perang, ada romansa antara Roman C. Kitt dan Iris Winnow yg begitu manis. Menariknya, Iris belum menyadari bahwa ia dan Roman sebenarnya telah terhubung lewat surat-menyurat menggunakan mesin tik Alouette yang memiliki kekuatan magis. Setiap surat yang mereka ketik akan muncul secara ajaib di bawah lemari. Ajaib, kan? Interaksi keduanya benar-benar membuatku senyum-senyum sendiri.
Aku juga sangat menyukai karakter Roman, yang di luar tampak arogan dan menjadi rival di hadapan Iris,... Lihat selengkapnya
Menurutku buku ini bukan tipe buku fantasi yang bikin pembaca berasa langsung "dihantam" banyak narasi terkait world-building cerita. Di awal, powerfulnya sihir para Dewa-Dewi emang nggak terlalu digembar-gemborin dan sihir yang jadi fokus justru masih berputar di mesin tik ajaib dan perkara surat yang bisa nyampe lewat laci mana pun.
But STILL, the world-building serves the plot & characters well, dilihat dari gimana dampak perang berpengaruh langsung ke kehidupan tiap-tiap karakter dan keputusan yang mereka ambil. Terjemahannya juga enak dan berhasil bikin penggambaran tempat, suasana, dan emosi yang ada jadi hidup.
Aku suka karakter Iris yang bener-bener definisi dari perempuan TANGGUH. Pernah baca kutipan "berani artinya bukan tidak memiliki rasa takut, tetapi memiliki rasa takut dan tetap menghadapinya", nggak? NAH. Kalo jadi orang, kutipan... Lihat selengkapnya
Jatuh cinta sama Roman Kitt! Dia suami fiksiku yang ketiga <3
Aku suka banget trope enemies to lover, terus gimana dinamikanya Iris-Roman yang ngga "tiba-tiba jadi" tapi beneran ada prosesnya. As a psych major aku otomaticly menganalisis profil psikologisnya Iris dan karakter dia ini avoidant mentok, individual mentok. Pokoknya dia karakter yang I think bisa sangat dipahami sama cewe-cewe avoidant yang mencari referensi tentang dirinya sendiri. Ini kalian banget


