Buku Letters Of Enchantment… - Rebecca Ross | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0

Letters Of Enchantment : #2 Ruthless Vows


Rp 126,650
15% Rp 149,000

Deskripsi

Keunggulan:

- Sampul versi Indonesia dibuat oleh Garisinau yang telah menjadi illustrator favorit para pembaca Mizan Fantasi. Kali ini, mengambil tema unik surat kabar, yang menjadi latar belakang cerita seri ini, mengingat kedua otkohnya adalah jurnalis. Ada berbagai artikel menarik yang diselipkan pada sampul untuk memberi pembaca gagasan lebih jauh tentang cerita di dalamnya.
- Buku ini disertai art print karakter yang wajib dikoleksi pembaca.
- Divine Rivals merupakan buku pertama dari dwilogi Letters of Enchantment dan mendapatkan rating 4,19 di Goodreads dan telah mendapatkan banyak penghargaan dan nominasi
- Ruthless Vows merupakan buku terakhir dari dwilogi Letters of Enchantment dan mendapatkan rating 4,05 di Goodreads
- Seri ini menjadi sensasi di TikTok, dan dipuji-puji karena keindahan gaya penulisan dan keunikan ceritanya: tentang dua orang jurnalis yang bersaing dan akhirnya jatuh cinta lewat surat-surat yang dikirim melalui mesin tik ajaib di tengah perang antardewa yang berkecamuk. Khususnya pada buku kedua ini, Rebecca Ross lebih banyak membahas unsur fantasi dan dewa-dewi.
- Ada banyak isu sosial yang diangkat dalam kisah ini dan masih relate dengan masa sekarang meski latarnya didasarkan pada masa Perang Dunia I.


Informasi Produk Letters of Enchantment #2: Ruthless Vows

Teks Belakang Buku

Sudah Terbit! Buku Terakhir Seri Letters of Enchantment!

Roman Kitt terbangun tanpa ingatan. Namun, ketika Dacre, sang dewa dunia bawah sendiri, meyakinkannya bahwa memorinya akan segera kembali, Roman tak punya pilihan selain percaya. Dia menulis artikel-artikel untuk Dacre, membantu sang Dewa membentuk citra publik yang dia kehendaki, tetapi ada kehampaan dan kegelisahan tak tergambarkan yang terus menghantuinya.

Ketika sebuah surat aneh muncul mendadak di lemari pakaiannya, Roman curiga, lalu penasaran. Karena sahabat pena barunya yang misterius, Roman mulai meragukan pilihan-pilihan hidupnya yang sekarang. Dia harus segera mengingat untuk memutuskan apakah dia akan memercayai gadis asing yang sepertinya tahu banyak tentang dirinya dan sosoknya di masa lalu, atau tetap mengabdi kepada dewa yang telah menyembuhkannya ketika dia sekarat sendirian, tanpa didampingi siapa-siapa.

Perang ini …, peran seperti apa yang Roman mainkan di dalamnya hingga nasib suatu kota harus bergantung padanya?

Spesifikasi

SKU  :  ND-535
ISBN  :  9786232424678
Berat  :  600 gram
Dimensi (P/L/T)  :  14 cm/ 21 cm/ 3 cm
Halaman  :  592
Tahun Terbit  :  2025
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Marshella
Marshella 30-01-2026 22:31:05
Cerita dalam buku kedua ini dibuka dengan Roman dalam keadaan masih hidup tapi kehilangan ingatan. Dewa Dacre yang menceritakan bahwa ia adalah orang yang berjasa dibalik keadaan Roman yang masih hidup. Namun kenyataannya jauh berbeda daripada itu. Roman Kitt ditawan oleh Dewa Dacre untuk menuliskan berita propaganda yang akan diterbitkan pada surat kabar menurut POV Dacre.

Dilain sisi Iris selalu berusaha untuk mencari keberadaan Roman Kitt yang menghilang bagaikan ditelan asap. Iris berusaha memutar otak dan mencari solusi bagaimana mencari keberadaan Roman. Pada akhirnya Iris menyadari jika terdapat 1 Allouette yang disimpan dalam sebuah museum.

Museum dibobol oleh Iris dan dicuri Allouettenya. Mesin tik itu digunakan oleh Iris untuk mengirimkan surat kepada Roman dan berhadap mendapatkan balasan. Roman masih menyimpan salah satu Allouette bersamanya sehingga surat-surat tanpa identitas itu dibaca olehnya. Ragu-ragu dengan segala bukti dan pernyataan dari surat itu Roman mulai bingung dengan dirinya sendiri dan informasi Dacre.

Perlahan-lahan Roman merasa...
Lihat selengkapnya
aynsrtn
aynsrtn 27-01-2026 16:55:02
Roman terbangun tanpa bisa mengingat apapun. Di tengah ingatannya yang masih kabur, Roman diminta Darce, sang Dewa Penyembuh yang telah menyelamatkannya dari perang, untuk menulis artikel tentangnya. Membalikkan fakta-fakta yang tersaji sebelumnya tetapi dengan sudut pandang Darce. Lalu, Roman menemukan surat dari lemari. Dan ia pun melakukan korespondensi dengan seorang perempuan secara magis. Ingatan Roman lambat laun semakin nyata. Iris E. Winnow. Nama itu kian jelas di tengah perang antar dewa-dewi yang semakin sengit.

Pada buku pertamanya yaitu Divine Rivals, ku memberikan 5 bintang karena semua lini ditulis dengan apik. Di buku kedua ini, sudah jelas aku menaruh ekspetasi yang besar. Tetapi, apakah memenuhi ekspetasiku?

Pada 1/3 buku seperti merangkum apa yang ada di buku pertama, tetapi versi kebalikannya. Sebelumnya Roman, sekarang Iris. Sebelumnya Iris, sekarang Roman. Bedanya buku kedua ini vibe-nya lebih sedih. Kek ada ajaaaa cobaannya ini pasutri. Ku rasa yang jadi antagonis bukan Darce deh, tapi penulisnya, haha.

Roman-Iris terlihat...
Lihat selengkapnya
bookish trynabe
bookish trynabe 24-01-2026 18:09:08
Waktu baca ini, at first, aku mengharapkan sesuatu yang dramatis. Tapi ternyata couple fav ku ini sangat normal, guys. Sepertinya mereka lebih manusia daripada aku terlepas dari dunia mereka yang sangat khayal tp masuk akal. Soalnya di buku sebelumnya aku udah tersayat-sayat dan ingin amnesia seperti Roman Kitt. Di sini aku cukup emosional tp ga setersayat itu saat membaca part Iris ketemu Forest (iykyk). A must read book def! Di tengah-tengah gempuran romantasy drama gajelas, buku ini adalah satu dari banyak yang masih BAGUS
Suci Afiati
Suci Afiati 16-01-2026 16:19:41
Di buku keduanya ini, menurutku ceritanya terasa jauh lebih seru, lebih emosional, dan terasa lebih mencekam karena Iris dan Roman terlibat secara langsung dengan dewa Dacre. Roman diculik oleh Dacre dan kehilangan ingatannya akibat ulah Dacre.

Akibat penculikan itulah, romansa di antara Iris dan Roman dipenuhi oleh kerinduan yang pekat. Mereka terpaksa berpisah untuk sementara waktu. Untuk mengobati rasa rindu, mereka masih berkomunikasi secara diam-diam menggunakan mesin tik Alouette yang ajaib. Iris, dengan kecerdasan dan keberaniannya, tidak kehabisan akal, dong. Ia menyusun strategi diam-diam untuk mengalahkan Dacre.

Strategi tersebut dirancang dengan sangat hati-hati, dan ketegangan dibangun perlahan di setiap bab, membuatku ikut waspada dan larut dalam konflik.

Dunia magis dalam novel ini juga terasa semakin gelap. Dunia bawah tempat Dacre berkuasa digambarkan penuh dengan makhluk-makhluk eithral yang buas dan menyeramkan, serta gedung-gedung yang tahan serangan bom yang membuatku takjub.

Alasan aku menyebut novel ini lebih emosional adalah karena ending-nya terdapat twist yang membuat dadaku...
Lihat selengkapnya
Anisa                D
Anisa D 09-01-2026 08:24:40
Buku kedua ini dibuka pake amnesia-trope alias Roman yang sama sekali nggak inget apa aja yang dia & Iris udah lewatin bersama di buku pertama~

Tbh, secara personal aku bukan penyuka trope ini, BUT surprisingly, amnesianya Roman nggak dibuat berlarut-larut dan emang PENTING buat perkembangan plot cerita & penyelesaian konflik terberatnya: perang antara Dacre vs Enva (beserta pengikutnya masing-masing). Jadi, ceritanya bisa kunikmatin walaupun aku sefrustasi Iris pas Roman "ilang"... ya bayangin aja abis bersumpah mau bersama sehidup semati eh malah asing & balik lagi ke era #sahabatpena :')

OKE, LANJUT tentang perang. Perang Dacre vs Enva disini bukan duel adu sihir yang DARDERDOR gitu, tapi lebih ke manipulasi, penyebaran propaganda, dan terror. Buat mengukuhkan kekuasaannya, Dacre nyebarin rasa takut lewat ancaman, monster, gas beracun, sampe bom yang merenggut banyak hidup... terus ngehapus ingatan para manusia pake kekuatannya & tampil seolah dia pahlawannya. That makes it even more DEVASTATING to read.

Yang aku...
Lihat selengkapnya