Buku Love & Gelato - Jenna Evans… | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0
Rp 22,500
50% Rp 45,000

Deskripsi

Ibumu meninggal dan tiba-tiba saja kau harus tinggal bersama ayahmu—yang bahkan tidak kau ketahui keberadaannya selama ini. Tepat itulah yang dialami Lina Emerson.

Oh, tapi ayahnya tinggal di Italia. Bayangkan saja musim panas, langit cerah, perbukitan hijau, dan tentu saja gelato yang lezat. Sayangnya, semua itu sama sekali tidak membuat Lina bahagia. Lalu, jurnal ibunya mengubah segalanya, dengan kalimat pembuka mengejutkan, Aku membuat pilihan yang salah.

Kini, Lina memiliki tujuan: menguak teka-teki masa lalu sang ibu. Lina bertualang menyusuri Florence ditemani Ren, sahabat barunya. Pada saat yang sama, ada Thomas, pemuda luar biasa tampan beraksen British, yang berhasil memesona Lina pada pandangan pertama. Lina menyukai Thomas, tapi kedekatannya dengan Ren mulai membuat perasaannya goyah.

Ibunya pernah bilang Florence adalah tempat sempurna untuk jatuh cinta, yang juga berarti menjadi tempat terburuk untuk patah hati. Bisakah cinta sesederhana gelato saja? Lembut, nikmat, dan mencuri hati?

Spesifikasi

SKU  :  ND-332
ISBN  :  9786023854240
Berat  :  370 gram
Dimensi (P/L/T)  :  14 cm/ 21 cm/ 2 cm
Halaman  :  404
Tahun Terbit  :  2018
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Dedik   Ariyanto
Dedik Ariyanto 30-01-2026 22:25:55
Cerita remaja yang manis, hangat dan buat pembaca ingin mengunjungi Italia. Yups, latar buku ini keren. Love and Gelato adalah pilihan yang tepat, jika ingin mendapatkan keseruan soal cinta dan menjelajah Italia. Tapi, buku ini sebenarnya bukan tentang cinta saja, ada tentang keluarga, tentang kehilangan, dan berdamai dengan diri sendiri. Fokus buku ini adalah Lina, seorang remaja yang harus tinggal bersama ayahnya setelah ibunya meninggal. Sebelum meninggal, sang ibu berpesan agar Lina pergi ke Italia dan tinggal bersama ayahnya. Padahal, Lina sama sekali belum mengenal sosok ayah itu. Lina juga ogah, harus ke Italia dan bersama orang yang sama sekali belum dikenal, lebih lagi saat hatinya sedang berduka dan berantakan. Di Italia Lina menemukan buku harian ibunya. Dan inilah awal mula kisah Lina bergulir. Keseruan mengulik masalalu ibunya, mengenal sosok ayahnya, teman-teman baru san mencicipi Gelato. Gelato di sini sebagai simbol kebahagian Lina ditengah kesedihan yang dialami. Hal yang paling... Lihat selengkapnya
Anisa                D
Anisa D 19-01-2026 00:27:36
Singkatnya: my 15-year-old wattpadholic self would've loved this book. Buku ini bercerita tentang Carolina (Lina) yang terpaksa pindah ke Italia karena itu adalah permintaan terakhir ibunya sebelum meninggal. Di Italia, Lina harus tinggal bersama Howard, laki-laki yang disebut-sebut sebagai ayahnya. Masalahnya, selama 16 tahun hidup di dunia, dia belum pernah sekali pun ketemu sama ayahnya itu. Ditambah lagi, setelah pindah ke Italia dan baca jurnal lama peninggalan ibunya... dia baru tau kalau ada kemungkinan ayah kandungnya bukan Howard. JUJUR, di awal aku agak geregetan sama Lina. Kalau mengutip kata Ren, "kenapa kita tidak berbicara langsung kepada Howard, atau setidaknya membaca jurnal ibumu sampai selesai?" Tapi gimana yha... kalau Lina ngelakuin dua hal itu, ceritanya bakal langsung selesai, kan? Dan karena ceritanya nggak langsung kelar, pembaca bisa ikutan nebak-nebak deh siapa laki-laki Italia yang jadi cinta pertama ibu Lina, siapa ayah kandung Lina... dan apakah mereka berdua orang yang sama? HEHE.... Lihat selengkapnya
Suci Afiati
Suci Afiati 13-01-2026 07:14:42
Pertama, aku ingin mengomentari cover bukunya yang super lucu, apalagi pembatas bukunya yang berbentuk balon cinta—gemas banget! Kesan selama membaca novel ini terasa sangat menyenangkan—hangat, menenangkan, dan penuh momen berbunga-bunga. Dengan sudut pandang orang pertama dari Lina, aku bisa merasakan pergolakan batinnya, kejengkelannya saat membaca jurnal ibunya, serta perasaan sebenarnya yang ia pendam terhadap Ren dan Thomas. Meskipun alurnya terasa agak meloncat-loncat, aku tetap menikmati ceritanya sampai akhir. Lina digambarkan sebagai karakter perempuan yang ceria dan sangat menyukai makanan. Nafsu makannya besar dan seleranya luas. Jadi, ketika Lina membahas tentang lasagna, gelato, roti pastry Italia, pizza, dan berbagai hidangan lainnya, aku ikut merasa lapar. Membaca novel ini juga serasa diajak jalan-jalan keliling Italia. Mulai dari Duomo yang megah, area belakang Pemakaman Amerika, Ponte Vecchio, hingga Roma. Bahkan, setiap kali penulis mendeskripsikan tempat-tempat tersebut, aku refleks mencarinya di internet. Aku sangat menyukai karakter Howard—hangat, menenangkan, dan tidak pernah memaksa Lina untuk... Lihat selengkapnya