Deskripsi
Viktor Frankl pernah berada di empat kamp kematian Nazi yang berbeda, termasuk Auschwitz, antara tahun 1942 dan 1945. Dia bertahan hidup, sementara orangtuanya, saudara laki-laki, dan istrinya yang tengah hamil akhirnya tewas dalam kamp. Di dalam keganasan dan kekejian kamp, Frankl yang juga seorang psikiater belajar menemukan makna hidup. Menurutnya, kita tidak dapat menghindari penderitaan, tetapi kita dapat memilih cara mengatasinya, menemukan makna di dalamnya, dan melangkah maju dengan tujuan baru. Teori Frankl, yang dikenal sebagai logoterapi, menjelaskan bahwa dorongan utama kita dalam hidup bukanlah kesenangan, tetapi penemuan dan pencarian dari apa yang secara pribadi kita temukan bermakna. Banyak orang terinspirasi dari kisahnya dan menjadikan buku ini sebagai satu dari sepuluh buku paling berpengaruh di Amerika dan telah dicetak ulang lebih dari 100 kali dalam edisi bahasa Inggris.
Spesifikasi
| SKU | : | ND-277 |
| ISBN | : | 9786023854165 |
| Berat | : | 220 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 20 cm/ 1 cm |
| Halaman | : | 256 |
| Tahun Terbit | : | 2018 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Menelurusi kisah tahanan nomor 119.104 di kamp konsentrasi tentara Nazi banyak hal yang bisa kita renungkan dan pelajari:
1. Manusia diselamatkan oleh cinta.
2. Dunia ternyata bisa menjadi sangat indah jika kita mau memperhatikan hal-hal kecil disekitar kita.
3. Kesadaran bahwa cepat atau lambat kita akan mati. Jadi sambil menunggu waktunya, kita siapkan sesuatu yang berarti.
4. Memiliki iman, dapat meningkatkan semangat untuk tetap hidup.
Menurutku, membanding-bangingkan dalam suatu titik itu tidak salah. Jika saat ini kamu sedang merasa terpuruk dan gugup sebagai manusia. Kamu bisa coba baca buku ini. Karena kenyataannya, manusia yang diperlakukan mirip hewan pun masih bisa hidup. Don't give up.
Man's Search For Meaning adalah cerita tentang tragedi kemanusiaan pembantaian Orang Yahudi yang dituturkan oleh salah satu penyintasnya, Victor Frankl. Frankl yang juga merupakan seorang psikoterapis kemudian menggunakan pengalamannya selama di kamp konsentrasi untuk menyempurnakan konsep Logoterapi, salah satu aliran psikoterapi yang berargumen kalau tujuan hidup adalah untuk mencari makna.
Awalnya saya kira buku ini bakal banyak membahas hal teknis, ternyata tidak. Saya yang belum pernah belajar psikoterapi sama sekali (let alone baca buku2 psikologi) bisa menangkap kira-kira apa yang ingin disampaikan Frankl. Terus juga, cerita pengalaman dia selama di kamp konsentrasi berkali-kali bikin saya berpikir "kok bisa ya zaman dulu, manusia bisa kepikiran berbuat sesadis itu kepada sesama manusia,"
Beberapa argumen dari buku ini masih saya pegang sampai saat ini, salah satunya mengenai kesulitan hidup. Frankl mengajari pembacanya untuk bertanggung... Lihat selengkapnya
Dan tentu, jawabannya juga masih ada di buku ini. Di bagian separuhnya lagi, penulis ngejelasin teorinya yang disebut Teori Logoterapi (btw, penulis adalah psikiater). Dari yang aku tangkep, intinya, masalah utama manusia bukan trauma, stres, atau kesedihan... tapi kehilangan makna hidup. Penulis percaya manusia bisa bertahan di situasi sebrutal apapun selama masih punya seenggaknya satu pegangan makna (orang, tujuan, prinsip, atau hal yang belum selesai). Penulis juga bener-bener menekankan... Lihat selengkapnya
Mungkin kalo dianalogi, saat kita terbiasa melihat lingkaran putih, setitik hitam bakal bikin kita fokus ke situ. Karena titik itu akan terlihat seperti noda. Tapi ketika kita terbiasa melihat lingkaran hitam, setitik putih bakal ngasih harapan buat kita(?)


