Buku Orang-Orang Bloomington - Budi Darma | Mizanstore.com
Orang-Orang Bloomington
Rp 84,150
15% Rp 99,000

Deskripsi

“Janganlah mengurusi kepentingan orang lain dan janganlah mempunyai keinginan tahu tentang orang lain. Hanya dengan jalan demikian, kita dapat tenang.”
 
Sejak kali pertama terbit, tujuh cerita yang dihimpun dalam antologi Orang-Orang Bloomington sukses memukau pembaca lintas generasi melalui permasalahan yang diangkat—emosi-emosi terdalam manusia.
 
Manusia dengan segala dinamika kehidupannya dikisahkan melalui sudut pandang orang pertama—menjadikan suasana batin tokoh-tokohnya tergali dalam. Cerita-ceritanya tampak sederhana, tapi menyuguhkan sisi lain kehidupan nyata yang kompleks dan kelam. Dengan cara yang tidak biasa, Budi Darma mengungkap konflik antarmanusia yang lazim kita hadapi dalam keseharian—prasangka, kesepian, kedengkian. Semua berpadu menjadi satu formula kisah yang realistis, menyentuh, bahkan cenderung menampar.
 
Melalui Orang-Orang Bloomington, Budi Darma berhasil menyabet penghargaan S. E. A. Write Award 1984 dari Pemerintah Thailand. Cerpen-cerpen yang menginspirasi ini kami hadirkan kembali untuk memperkenalkannya kepada pembaca muda, sekaligus mengobati kerinduan para pembaca setia Budi Darma.
 

Spesifikasi

SKU  :  NA-112
ISBN  :  9786023850211
Berat  :  260 gram
Dimensi (P/L/T)  :  13 cm/ 20 cm/ 1 cm
Halaman  :  316
Tahun Terbit  :  2016
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Nini Maryana Rayanti Sari Dewi
Nini Maryana Rayanti Sari Dewi 15-10-2026 17:05
Gak sulit buat untuk jatuh suka sama cerita-cerita Pak Budi Darma dalam buku ini. Pengisahannya lincah, bahasanya juga gak rumit. Buku ini memuat kisah-kisah ganjil yang dijalani para penyendiri di Bloomington. Setiap ceritanya dikisahkan dari sudut pandang orang pertama yang kesemuanya lelaki dan berwatak mirip. Mereka penggerutu, sinis, mudah menghakimi orang lain, tapi kepengin punya hubungan sosial dengan orang lain. Kesamaan mereka adalah, mereka semua orang-orang yang kesepian. Bahkan orang-orang yang hidup di sekeliling para narator dalam cerpen-cerpen di buku ini juga kesepian.

Meski tak punya tokoh favorit, tetapi beberapa cerita masih mengendap lama di benak saya. Salah satunya, cerita yang berjudul “Ny. Elberhart”. Sang Aku yang tertarik dengan keanehan sikap Nyonya Elberhart akhirnya memutuskan untuk menjadikan Nyonya Elberhart sebagai teman. Dengan cara yang ganjil, mereka menumbuhkan saling ketergantungan dan mengisi kekosongan masing-masing.

Nuansa setiap cerita membuatku merasa berada di sebuah kota yang asing. Dan ketika mencoba menyelami tokoh-tokohnya, aku juga...
Lihat selengkapnya
Endah Wijayanti
Endah Wijayanti 15-10-2026 14:47
Kumpulan cerpen di buku ini menghadirkan perasaan yang campur aduk. Waktu aku memabca satu per satu cerpen di buku ini, kadang ada perasaan kesepian dan hampa. Tapi tiba-tiba bisa terasa begitu intens. Sisi kelam manusia digambarkan dalam latar yang terasa begitu realis. Bahkan ada sebuah cerpen yang rasanya menggambarkan kondisi yang dihadapi oleh banyak manusia modern saat ini: rasa kesepian dan mendamba keterhubungan dengan manusia-manusia lain.

Pokoknya, buat yang pengen mendapatkan pengalaman baca kumcer yang bakal terngiang-ngiang terus di kepala, coba deh baca buku ini!
Nezli Rohmatullaili
Nezli Rohmatullaili 30-01-2026 12:27
Membaca Orang-orang Bloomington terasa seperti mengintip kehidupan orang lain lewat lubang pintu alias kepo banget.

Orang-orang Bloomington menghadirkan kumpulan cerpen dengan narasi yang mengalir, mirip seperti recount text, tapi dengan sentuhan yang tidak terduga di bagian akhir. Setiap cerita ditutup dengan kejutan yang membuat pembaca tertegun dan berpikir tentang peristiwa yang dialami tokoh-tokohnya.

Kekuatan buku ini ada pada penggambaran karakter manusianya yang unik, konyol, dan tak terduga. Naratornya terasa seperti tetangga yang terlalu ingin tahu. Ia suka ikut campur, mengamati, dan menilai. Mirip tetangga di kampung halamanku.

Meski berbentuk cerpen, kisah-kisah dalam buku ini cukup konsisten menjaga ketertarikan pembaca, bahkan bagi yang biasanya kurang menyukai cerita pendek. Setiap cerita berdiri sendiri, tetapi meninggalkan kesan, dan menyajjkan potret manusia yang tidak selalu ideal.

Buku ini cocok untuk pembaca yang menyukai cerita tentang manusia dengan sisi-sisi ganjil dan realistis, serta menikmati kejutan yang membekas.
arafah izdhi
arafah izdhi 28-01-2026 09:29
Di bagian kata pengantar, aku mendapat info bahwa buku ini adalah fiksi yang berdasarkan pada kenyataan berbentuk kumpulan cerpen mengenai kehidupan orang-orang Bloominton saat penulis sedang berkuliah di Indiana University.

Ekspektasi awalku, ketujuh cerita yang berbeda di sini menceritakan tentang hubungan tokoh utama dengan orang-orang Bloominton yang mungkin terkesan 'unik'. Pada cerita pertama, semuanya oke, sesuai ekpektasi. Si tokoh utama ini terkesan kepo, tapi jujur dari kacamata orang Indo masih terbilang wajar hehe.

Memasuki cerita kedua, aku pikir tokoh utama di setiap cerita itu sama karena selalu menggunakan pov "saya". Di sini aku mulai tidak nyaman, kayaknya ada yang salah deh sama "saya". Dia baik diluar, tapi pikiran dan hatinya licik?

Sampai pada cerita ketiga, aku berubah keyakinan. Sepertinya setiap "saya" ini orang yang berbeda? Mulai dari bagian ini hingga akhir. Aku selalu mengumpat perbuatan "saya", psikopat gila.

Aku ragu, apakah ada kata lain yang pantas disandang selain gila? tokoh-tokoh saya ini...
Lihat selengkapnya
Gianluigi Fahrezi
Gianluigi Fahrezi 25-01-2026 07:43
Aku bakal bilang ini:
Orang-Orang Bloomington adalah salah satu pembacaan terbaikku di tahun ini!

Berawal dari dikasih teman (terima kasih teman-teman MOSMA-ku sayang), aku jadi berkenalan dengan bukunya Pak Budi Darma. Sebelumnya aku sudah pernah baca kumpulan esainya, "Solilokui", dan aku juga suka.

Buku ini persis menjawab pertanyaanku pribadi tentang gaya penulisan dan topik cerpen yang dari dulu ingin sekali kuangkat: topik yang datang dari kegiatan orang-orang biasa. Di atas kertas, sebetulnya premis dari 7 cerita yang ditulis sebenarnya biasa saja, malah cenderung tidak menarik. Cerita di kumcer ini berkutat pada orang yang punya tetangga baru, orang yang ngegebet perempuan tapi gak berani ngomong, pasangan kena baby blues, dan lainnya.

Tetapi, di sini magisnya. Pak Budi secara lihai mampu meramu keseharian Orang-Orang Bloomington dari yang biasa, menjadi sampai "Eh ko tiba-tiba jadi begini ceritanya ya?" Beliau pintar sekali menaikkan tensi cerita dan memainkan ekspektasi pembaca.

Cerpen-cerpennya memang tergolong panjang dan temponya terasa bertele-tele. Dari pengalamanku,...
Lihat selengkapnya