Deskripsi
Sepuluh tahun pernikahan yang terancam berakhir.
Sepuluh tahun penuh rahasia yang terancam muncul ke permukaan.
Satu akhir pekan untuk memperbaiki.
Kapel terpencil. Tak ada listrik. Tak ada sinyal. Badai salju membekukan. Dan, sepasang suami istri yang berharap mendapatkan kembali percik romansa yang telah mati.
Akhir pekan penuh harapan itu dengan cepat menjadi tragedi.
Seseorang mengawasi. Mereka tidak sendiri.
Liburan ini bukan lagi tentang bertahan satu tahun lagi, melainkan apakah mereka bisa selamat hidup-hidup dari perayaan ulang tahun pernikahan kali ini?
Review
Plot disusun dengan berani, rajutannya sangat kuat—thriller provokatif yang membuatmu menebak-nebak mana yang benar dan mana yang salah, makin dalam dan gelap seiring makin dekatnya dengan bagian akhir yang ditulis dalam tinta pekat. Menakjubkan.”
—A.J. Finn
“Novel debut yang mencengkeram, dengan plot penuh kejutan yang brilian. Aku mencintainya.”
—B.A. Paris
Spesifikasi
| SKU | : | ND-522 |
| ISBN | : | 9786232424425 |
| Berat | : | 400 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 368 |
| Tahun Terbit | : | 2024 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Hal menarik lainnya, novel ini menceritakan tokoh utama bernama Adam yang menderita prosopagnosia—ketidakmampuan mengenali wajah, bahkan wajahnya sendiri. Kondisi ini membuat ceritanya terasa semakin unik dan menambah lapisan misteri.
Buku ini bukan sekadar fiksi thriller yang berfokus pada siapa pelakunya, melainkan juga mengungkap misteri hubungan pernikahan—pengkhianatan, perselingkuhan, luka emosional, hingga perpisahan. Selain itu, novel ini juga mengungkap teror tentang siapa yang mengundang Adam dan Amelia ke kapel, serta misteri kecelakaan tabrak lari yang menimpa ibu Adam saat ia berusia 13 tahun.
Menggunakan sudut pandang Adam, Amelia, dan Robin, penulis dengan piawai membangun cerita dari alur yang awalnya tenang dan datar, hingga aku sama sekali tidak berekspektasi bahwa plot twist di akhirnya benar-benar membuatku ternganga. Jujur, akhir ceritanya sangat memuaskan, meskipun tempo di bagian awal terasa cukup lambat.
Cerita ini banyak didominasi oleh surat-surat yang mengaku ditulis oleh istri Adam, serta dinamika hubungan pernikahan yang rumit. Dari sanalah misteri perlahan dibangun, lapis demi lapis.
Selain itu, suasana yang dibangun di novel ini terasa mencekam, sunyi, dan penuh luka.
Pesan yang aku tangkap dari novel ini adalah pentingnya menjaga komunikasi dalam hubungan, menghargai momen-momen kecil, memelihara kepercayaan, dan tidak melampiaskan emosi sesaat, terutama melalui perselingkuhan.
Buku ini dimulai dengan cerita pasangan suami istri yang mencoba “menyelamatkan” hubungan mereka lewat perjalanan akhir pekan ke sebuah penginapan terpencil. Dengan nuansa yang mencekam dan narasi yang terasa ganjil, tentu akan membuat pembaca sadar ada hal yang disembunyikan oleh pasangan ini. Sebuah kebenaran yang tidak akan datang dengan mudah.
Alur ceritanya bergerak perlahan karena diselingi oleh surat-surat yang dituliskan sang istri untuk suaminya di setiap ulang tahun pernikahan mereka. Dengan surat tersebut serta POV yang bergantian antara suami dan istri, lapisan misteri dan tekanan psikologis makin terasa.
Penulis sangat piawai memainkan persepsi pembaca. Saya betul-betul kegocek dan sulit menebak siapa yang jujur, siapa yang memanipulasi, dan siapa yang sebenarnya korban. Atau malah semuanya adalah pelaku?!
Kekuatan utama buku ini terletak pada twist-nya yang berlapis dan tidak mudah ditebak. Saat kebenaran mulai terkuak, saya sampai harus mengulang halaman-halaman sebelumnya karena belum percaya dan mencoba membaca ulang dengan sudut pandang yang baru.
Rock Paper Scissors adalah buku yang sangat cocok bagi pembaca yang menyukai thriller psikologis dengan akhir cerita yang berkesan (bukunya sudah selesai dibaca, tetapi masih menancap di ingatan).
BRAVO!!!
Cerita bermula dengan kisah sepasang suami istri yang berlibur ke sebuah kapel. Liburan yang didapatkan dari hadiah Giveaway dan diharapkan mampu memperbaiki hubungan rumah tangga itu ternyata justru menjadi malapetaka yang tak pernah dipikirkannya. Ada banyak kejanggalan yang terjadi mulai dari penataan dan juga sosok tak terlihat yang menghantui apakah hantu atau justru manusia yang menyusup? Pembaca juga akan membaca beberapa surat yang ditujukan untuk Adam melalui halaman buku dengan tertanda pengirim “Istrimu.”
Di tengah keributan yang terjadi dan komunikasi keduanya yang semakin buruk muncullah tokoh Robin dengan segala kemisteriusannya. Banyak hal-hal yang terkadang hanya tertinggal sepotong dalam ingatan seperti melupakan detail penting yang sebenarnya terjadi layaknya yang dialami Adam. Entah siapa yang salah kita akan menemukan celah antara ketiga tokoh tersebut Adam, Amelia dan Robin. Kisah cinta segitiga yang rumit dengan runtutan kejadian balas dendam terstruktur cukup baik dan sangat rapi. Kisah-kisah yang mulai terungkap dan fakta yang sengaja disembunyikan terkuak satu persatu dari masing-masing tokoh maupun suratnya. Entah khayalan atau kenyataan kadang manusia lupa batas antara keduanya. Yang jelas mereka hanya tinggal berdua dan satunya tertinggal. Terkubur dalam kemisteriusan dan kengerian kapel bersama rahasia kematian yang tak pernah terkuak selamanya. Aku suka bagaimana kisah ini mengalir tanpa ujung dan menyisakan kengerian setelah membacanya.
Aku setuju 100?ngan ini.
Dan buku ini juga mendapat bintang 5 dariku karena aku sendiri juga tertipu dengan ceritanya.
Awal aku tertipu tentu saja dengan narasi yang menggambarkan bahwa yang menguntit kedua pasangan bahagia ini adalah orang dari masa lalu sampai aku pada plot twist pertama yang benar-benar bikin aku kaget.
Penulis berhasil membuatku terpukau dengan kemampuan beliau mengecoh para pembaca, sehingga pembaca tidak dapat melihat bahwa masalah sesungguhnya ada di depan mata.
Tidak cukup hanya 1 plot twist, kita masih akan disuguhkan lagi dengan twist ganda dari buku satu ini.
Twist yang tidak disangka-sangka dan aku pun sedikit pun tidak membayangkan apabila akan menuju ke arah itu.
Namun memang seperti halnya buku thriller khas barat, buku ini juga dipenuhi dengan adegan menegangkan klise seperti pintu ruang bawah tanah yang tertutup sendiri, lampu rumah yang mati semua dan sinyal HP yang kosong di daerah pedalaman.
Sehingga tidaklah berlebih apabila aku menilai buku ini dengan bintang 5, ditambah suspense yang sangat terasa di antara setiap karakternya.


