Aku suka dengan tokoh utamanya, Meave (ini bacanya gimana sihh? wkwk Miv, Mev ????????).
Walaupun karakter Meave ini kayak tokoh utama novel fantasi pada umumnya: yang rebel, keras kepala, suka bertindak semaunya; tapi cocok aja gitu dengan kondisi dia. Kek memang keadaan yang membentuk dia jadi kayak gitu..
World building baguss. Alurnya juga pass, ga yang bikin bosen. Aku malah penasaran terus kalo si Meave lagi sok-sokan mau nyelidikin semuanya sendirian (ala ala detektif amatir gituu,wkwk), kadang gregetan juga karena dia impulsif bangeet.
Novel ini juga diselipkan unsur romance nya, walaupun porsinya dikit aja. Pokoknya untuk aku yang bukan penggemar cerita romance, ini tuh pas, ga cringe, ga cheesy.
Garis besar ide buku The Otherwhere Post ini ditulis sangat jelas, berawal dari adanya sebuah surat misterius yang diterima oleh Maeve. Surat anonim itu menyatakan bahwa ayahnya tidak bersalah atas hancurnya salah satu portal dari 3 dunia yang ada. Tetapi karena nama Ayahnya yang sudah dicap buruk sama orang-orang, Maeve harus melanjutkan hidup dengan menyembunyikan identitasnya. Setelah mengetahui isi surat itu Maeve keluar dari tempat kerjanya di sebuah toko tinta dan memutuskan untuk ke sebuah sekolah dan menyamar menjadi orang lain demi mendapatkan akses untuk masuk ke The Otherwhere Post. Segala syarat, ujian, dan kewajiban yang harus dilakukan sudah dijalankan oleh Maeve dengan kebohongan. Namun walaupun begitu, Maeve berhasil masuk ke Otherwhere Post. Dalam perjalanan menuju ke Otherwhere Post Maeve bertemu dengan Tristan, laki-laki pembawa kereta kuda. Konyol dan kecerobohan Maeve sangat terlihat pada adegan ini wkwkwk. Identitas samaran yang digunakan oleh Maeve menyatakan bahwa ia adalah seorang penggemar kuda....
Garis besar ide buku The Otherwhere Post ini ditulis sangat jelas, berawal dari adanya sebuah surat misterius yang diterima oleh Maeve. Surat anonim itu menyatakan bahwa ayahnya tidak bersalah atas hancurnya salah satu portal dari 3 dunia yang ada. Tetapi karena nama Ayahnya yang sudah dicap buruk sama orang-orang, Maeve harus melanjutkan hidup dengan menyembunyikan identitasnya.
Setelah mengetahui isi surat itu Maeve keluar dari tempat kerjanya di sebuah toko tinta dan memutuskan untuk ke sebuah sekolah dan menyamar menjadi orang lain demi mendapatkan akses untuk masuk ke The Otherwhere Post. Segala syarat, ujian, dan kewajiban yang harus dilakukan sudah dijalankan oleh Maeve dengan kebohongan. Namun walaupun begitu, Maeve berhasil masuk ke Otherwhere Post.
Dalam perjalanan menuju ke Otherwhere Post Maeve bertemu dengan Tristan, laki-laki pembawa kereta kuda. Konyol dan kecerobohan Maeve sangat terlihat pada adegan ini wkwkwk. Identitas samaran yang digunakan oleh Maeve menyatakan bahwa ia adalah seorang penggemar kuda. Tristan melihat adanya ketidakcocokan informasi dengan identitas Maeve. Maeve sama sekali tidak mengerti terkait kuda, real kocak.
Keseharian Maeve yang di Otherwhere Post mulai mencari tahu lebih dalam terkait kebenaran akan ayahnya. Tristan yang merupakan anak dari seorang pejabat yang punya peran penting memiliki akses lebih dibandingkan dengan orang-orang lainnya. Kebersamaan Maeve dan Tristan yang pada akhirnya membuka fakta bahwa Tristan juga mengalami hal yang sama. Fitnah yang dilemparkan padanya.
Tristan selalu membantu Maeve dalam proses investigasi dan pada suatu waktu hal tersebut ketahuan dan berujung pencabutan hak istimewa yang dimilikinya.
Setelah sekian lama akhirnya terbongkar fakta bahwa ayahnya bukan orang yang bertanggung jawab akan kejadian itu.
Nan dan Shea muncul sebagai teman yang sangat menyayangi Maeve yang dimasa hidupnya selalu bersembunyi dengan identitas lain. Proses kejar mengejar sampai kedalam hutan dan menemukan tempat penelitian ayahnya dulu menjadi salah satu game changer dalam buku ini. Semua buku-buku terkait Scriotomancy milik ayahnya ditemukan.
Keberanian Maeve untuk mencari tahu kebenaran yang ada. Kabur-kaburan dari kejaran akibat berkali-kali hampir ketahuan sewaktu menyelidiki tentang dokumen ayahnya di perpustakaan. Tristan yang siap membantu setiap saat, mengecoh, menarik perhatian demi membantu Maeve. Tristan yang akan selalu menepati janjinya... meleleh :)
Menggunakan portal-portal yang tersisa untuk menjelajahi kebenaran, menemukan fakta dari teman ayahnya membuat Maeve lega. Ayahnya bukan pelaku dari kejadian tersebut.
Novel yang sangat menarik untuk penyuka fiksi terutama genre dark academia. Kecerobohan Maeve dan Kesigapan Tristan menjadi highlight dalam buku ini. Romance dalam buku ini terhitung cukup tipis dibanding series-series lainnya yang sudah diterjemahkan oleh Noura.
Lihat selengkapnya
Bertemu kembali dengan sang penulis, kali ini melalui dunia Scriptomancy—sihir menera di mana kamu bisa merasakan isi tulisan yang ditulis untukmu. Bisa menyenangkan, menghangatkan, atau malah berujung kepada sesuatu yang tak pernah diduga. Setelah "melahap" kedua buku karya sang penulis, ku memutuskan bahwa Emily J. Taylor akan menjadi penulis auto-read untukku? 4.5 ?? Berkisah tentang Maeve Abenthy yang harus berkali-kali menyamar dan bersembunyi karena ayahnya adalah dalang dari sebuah tragedi mematikan yang hampir menghancurkan 3 dunia yang diakui. Namun, suatu hari, Maeve menerima surat dari "teman lama" ayahnya, bahwa ternyata ayahnya tidak bersalah. Setelah itu, Maeve bertekad untuk melakukan investigasi mandiri mengenai tragedi itu. Dan langkah pertama yang dia lakukan adalah magang sebagai kurir di The Otherwhere Post. Tempat segala sihir menera—Scriptomancy—berada. Di sana Maeve bertemu dengan Tristan Byrne. Mentornya di Post yang berulang kali berada di situasi "berbahaya" bersama Maeve. Yang aku sukai di buku ini: World building. Diksi...
Bertemu kembali dengan sang penulis, kali ini melalui dunia Scriptomancy—sihir menera di mana kamu bisa merasakan isi tulisan yang ditulis untukmu. Bisa menyenangkan, menghangatkan, atau malah berujung kepada sesuatu yang tak pernah diduga. Setelah "melahap" kedua buku karya sang penulis, ku memutuskan bahwa Emily J. Taylor akan menjadi penulis auto-read untukku?
4.5 ??
Berkisah tentang Maeve Abenthy yang harus berkali-kali menyamar dan bersembunyi karena ayahnya adalah dalang dari sebuah tragedi mematikan yang hampir menghancurkan 3 dunia yang diakui. Namun, suatu hari, Maeve menerima surat dari "teman lama" ayahnya, bahwa ternyata ayahnya tidak bersalah. Setelah itu, Maeve bertekad untuk melakukan investigasi mandiri mengenai tragedi itu. Dan langkah pertama yang dia lakukan adalah magang sebagai kurir di The Otherwhere Post. Tempat segala sihir menera—Scriptomancy—berada. Di sana Maeve bertemu dengan Tristan Byrne. Mentornya di Post yang berulang kali berada di situasi "berbahaya" bersama Maeve.
Yang aku sukai di buku ini:
World building. Diksi yang cantik. Well-written. Magical. Mulai dari: Tera lacak, Tera kopi, Tera sensasi, Tera memori, Tera perjalanan, Tera perak, dan segala ilmu sihir Scriptomancy yang membawa pembaca seolah menjadi kurir magang di Otherwhere Post.
Dan ku suka bagaimana plot ceritanya mengalun pelan hingga perlahan menguak alasan bagaimana tragedi yang memilukan bisa terjadi. Selain itu, romance-nya pun tipikal slow burn and burning you in chapter 31, oops!
Interaksi Maeve dengan Nan dan Shea begitu menghangatkan hati. Maeve yang bertahun-tahun selalu berganti identitas dan tidak memiliki teman, kini ada mereka yang mencemaskan Maeve. Apalagi Maeve ini nyawanya seperti kucing. Hampir selalu berada di ujung kematian.
?Tolong jangan mati dulu untuk sementara waktu. ?
—Shea Widden.
?Jangan mati tanpa pengawasan kami. ?
—Nan (p. 457)
Tristan. That man! Dinamika hubungannya dengan Maeve yang awalnya full of bickering each other layaknya mentor vs mentee, menjelma menjadi lovers who burning you with scriptomancy. Tristan ini tipikal laki-laki yang memegang janjinya dan sekali cinta akan selalu cinta. Ddang!
Yang menjadi catatanku di buku ini:
Klimaks ceritanya terasa nanggung karena Maeve tak sadarkan diri selama 16 pekan. Setelah sebelumnya nyaris 1 minggu tertidur. Jadi, pas lagi seru, cliffhanger dan sudah ada penyelesaian. Memang bukan tipikal fantasy-action sih, jadi tidak ada pertarungan yang dar der dor dengan sang villain.
Apa yang terjadi dengan Tristan selanjutnya? Karena sebelumnya Tristan mengalami perundungan untuk hal [redacted], tapi setelah situasi aman terkendali, maka bagaimana tanggapan orang-orang yang merundung Tristan sebelumnya. Sayangnya, ceritanya ini hanya fokus ke Maeve, jadi seakan kisah Tristan hanya pelengkap dan penunjang saja. Karena menurutku tokoh Tristan itu tak kalah rumitnya dibandingkan Maeve.
Akhir kata, bagi penyuka fantasi-magis dengan romansa yang pelan namun dapat membakarmu seketika, buku ini sangat direkomendasikan.
Lihat selengkapnya
Sejujurnya aku rada sebel sama Maeve to the point aku males peduli sama dia. Tapi aku melanjutkan baca karena world buildingnya yang rumit dan menarik. Well, semakin membaca ternyata Maeve ngga senyebelin itu.
Inti ceritanya tentang scriptomancy art—sihir tulisan yang memiliki efek supernatural. Premisnya adalah tentang Maeve yang mendaftar sebagai magang di The Otherwhere Post demi membersihkan nama ayahnya, yang dituduh sebagai pembunuh saat insiden Aldervin dan menemukan sosok pengirim surat yang menyatakan bahwa ayahnya tidak bersalah. Novel ini nggak sekadar tentang memecahkan misteri siapa dalang sebenarnya di balik insiden Aldervine, tetapi juga menyelipkan romansa yang manis dan bikin salting >.< Aku benar-benar menikmati interaksi antara Maeve dan Tristan. Hubungan mereka, tuh, bikin aku senyum-senyum sendiri sampai jantungku jumpalitan. Tristan juga memiliki nasib yang sama dengan ayah Maeve—dituduh melakukan sesuatu yang tidak ia lakukan hingga menjadi sasaran bully-an. Kasihan banget! Tristan digambarkan sebagai sosok cowok berkacamata yang sabar, greenflag, dan rela melakukan apa pun demi Maeve. Pendekatan mereka terasa perlahan, tapi justru itu yang bikin salting & deg-degan. Di awal, aku sempat kesulitan mencerna ceritanya karena konsep dunia dan sistem sihirnya cukup kompleks....
Inti ceritanya tentang scriptomancy art—sihir tulisan yang memiliki efek supernatural.
Premisnya adalah tentang Maeve yang mendaftar sebagai magang di The Otherwhere Post demi membersihkan nama ayahnya, yang dituduh sebagai pembunuh saat insiden Aldervin dan menemukan sosok pengirim surat yang menyatakan bahwa ayahnya tidak bersalah.
Novel ini nggak sekadar tentang memecahkan misteri siapa dalang sebenarnya di balik insiden Aldervine, tetapi juga menyelipkan romansa yang manis dan bikin salting >.<
Aku benar-benar menikmati interaksi antara Maeve dan Tristan. Hubungan mereka, tuh, bikin aku senyum-senyum sendiri sampai jantungku jumpalitan. Tristan juga memiliki nasib yang sama dengan ayah Maeve—dituduh melakukan sesuatu yang tidak ia lakukan hingga menjadi sasaran bully-an. Kasihan banget!
Tristan digambarkan sebagai sosok cowok berkacamata yang sabar, greenflag, dan rela melakukan apa pun demi Maeve. Pendekatan mereka terasa perlahan, tapi justru itu yang bikin salting & deg-degan.
Di awal, aku sempat kesulitan mencerna ceritanya karena konsep dunia dan sistem sihirnya cukup kompleks. Ditambah lagi, nama-nama tempat yang cukup banyak sempat membuatku bingung. Namun, seiring berjalannya cerita, alurnya mulai terasa lebih jelas. World building-nya sendiri kuat dan menarik. Adegan Maeve yang harus kucing-kucingan dengan para pengurus The Otherwhere bikin aku ikut waswas, dia, tuh, benar-benar tipe cewek nekat, tapi berani.
Yang membuat novel ini semakin unik adalah adanya beragam jenis tera sihir yang dibahas, seperti tera kulit, tera wujud, tera perjalanan, tera lacak, hingga tera sensasi yang mampu memengaruhi emosi dan hasrat seseorang. Nah, bagian tera sensasi ini cukup bikin aku senyum-senyum sendiri, apalagi saat Maeve dan Tristan yang mati-matian menahan diri untuk nggak ciuman, tapi dalam hati mereka memang kepengen! Wkwkwk
Intinya, novel ini seru dan memiliki plot twist yang benar-benar bikin melongo sekaligus emosi. Romansanya pas dan gak berlebihan!
Lihat selengkapnya