Rp 44,500
50%
Rp 89,000
Deskripsi
Berpura-pura menjadi korban, viral, dan musuh tersingkirkan. Tiga sahabat mencecap ketenaran dan terhanyut di dalamnya. Yang perlu mereka lakukan hanya mengunggah sesuatu di media sosial dan mendapatkan simpati netizen.
Intensitas permainan semakin tak terbendung. Menjadi korban kekerasan, dibuntuti penguntit, hingga disiksa orangtua sendiri. Skenario diperankan dan saat plot mencapai puncak, mereka menyadari satu hal: netizen menginginkan sesuatu yang dramatis. Akhir yang tragis.
Untuk menjadi yang terbaik, beranikah mereka menghalalkan segala cara? Bahkan berkorban nyawa?
Spesifikasi
| SKU | : | ND-403 |
| ISBN | : | 9786023858873 |
| Berat | : | 320 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 13 cm/ 20 cm/ 3 cm |
| Halaman | : | 400 |
| Tahun Terbit | : | 2019 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Dilihat dari tahun terbitnya, ternyata buku ini ditulis hampir sekitar 8-9 tahun yang lalu, ya... dan konflik utamanya sampe saat ini masih sangat-sangat relatable: huru-hara selebgram atau influencer.
Sering kan lihat konten-konten yang ngejar fyp pake bumbu drama & ragebait yang nggak jarang merugikan bahkan membahayakan diri mereka sendiri dan orang lain?
NAH. Kurang lebih itu yang dilakuin sama Isvara, Alfeen, dan Calya di buku ini.
Awalnya, Isvara, Alfeen, dan Calya tuh influencer jalur viral perkara pura-pura pingsan waktu mapel olahraga. Apakah pas itu mereka bertiga viral karena dirujak netizen? Sesuai judulnya, jawabannya enggak. Justru, yang terjadi adalah sebaliknya alias mereka bertiga mendadak jadi seleb & punya banyak followers.
Huru-hara dimulai ketika mereka bertiga (dengan seabrek problem masing-masing) jadi kecanduan validasi netizen dan rela ngelakuin apapun biar eksistensi mereka sebagai selebgram nggak redup. Hal itu berlanjut sampe jadi obsesi yang jatuhnya toxic, bahkan membahayakan nyawa mereka sendiri.
Menurutku, buku ini lebih masuk ke psychological... Lihat selengkapnya
Sering kan lihat konten-konten yang ngejar fyp pake bumbu drama & ragebait yang nggak jarang merugikan bahkan membahayakan diri mereka sendiri dan orang lain?
NAH. Kurang lebih itu yang dilakuin sama Isvara, Alfeen, dan Calya di buku ini.
Awalnya, Isvara, Alfeen, dan Calya tuh influencer jalur viral perkara pura-pura pingsan waktu mapel olahraga. Apakah pas itu mereka bertiga viral karena dirujak netizen? Sesuai judulnya, jawabannya enggak. Justru, yang terjadi adalah sebaliknya alias mereka bertiga mendadak jadi seleb & punya banyak followers.
Huru-hara dimulai ketika mereka bertiga (dengan seabrek problem masing-masing) jadi kecanduan validasi netizen dan rela ngelakuin apapun biar eksistensi mereka sebagai selebgram nggak redup. Hal itu berlanjut sampe jadi obsesi yang jatuhnya toxic, bahkan membahayakan nyawa mereka sendiri.
Menurutku, buku ini lebih masuk ke psychological... Lihat selengkapnya
Saat membaca buku Playing Victim rasanya seperti mendapatkan ingatan bahwa kejadian tersebut sering ada di sekitar kita. Demi mendapatkan sesuatu yang menguntungkan seringkali kita bisa melakukan apapun tanpa takut konsekuensi maupun hukum karma yang akan dituai selanjutnya. Memang ada orang-orang yang kacau ketika pengikut media sosialnya menurun. Baginya yang terpenting adalah mendapatkan ketenaran di dunia maya untuk mendapatkan pengakuan kalau mereka terkenal. Bagaimana seseorang rela berpura-pura menjadi korban demi empati dan ketenaran bagaimana juga mereka akhirnya hidup ketergantungan dengan mencari empati orang lain untuk mendapatkan simpati dan angka pengikut.
Dimulai dengan drama pura-pura sakit karena tidak terima atas hinaan dari guru olahraga mereka akhirnya banyak orang bersimpati dan menyoroti kehidupan ketiganya. Ketiga sahabat tersebut juga membuat janji untuk terus mendukung dan selalu ada apapun alasannya bahkan videonya juga diunggah ke akun sosial media masing-masing. Ternyata semakin bertambahnya followers membuat mereka melupakan janji itu dan fokus pada ketenaran serta tujuan masing-masing.
Kita... Lihat selengkapnya
Dimulai dengan drama pura-pura sakit karena tidak terima atas hinaan dari guru olahraga mereka akhirnya banyak orang bersimpati dan menyoroti kehidupan ketiganya. Ketiga sahabat tersebut juga membuat janji untuk terus mendukung dan selalu ada apapun alasannya bahkan videonya juga diunggah ke akun sosial media masing-masing. Ternyata semakin bertambahnya followers membuat mereka melupakan janji itu dan fokus pada ketenaran serta tujuan masing-masing.
Kita... Lihat selengkapnya
Banyak yang bilang dari seri Urban Thriller, cuma Dua Dini Hari-lah yang paling bagus.
Iya sih memang bagus, aku juga mengakui itu.
Tapi bukan berarti judul-judul lainnya tidak ada yang bagus lagi.
Seperti buku ini contohnya.
Awalnya aku skeptis dengan penamaan judul yang sangat klise dan simpel, sehingga aku sudah tidak menaruh harapan lebih kepada buku ini.
Ternyata aku salah.
Buku ini memberikan dampak yang sangat dramatis untukku selesai membacanya.
Dimulai dari babak awal pertemanan tiga serangkai Afreen, Isvara, dan Calya yang sudah menampakkan bibit iri & dengki kepada satu sama lain.
Penulis berhasil membuatku benci setengah mati di awal kepada karakter Isvara yang sangat lamban, plin plan, dan juga memiliki pemikiran bodoh.
Penulis juga berhasil membuatku marah setengah mati kepada karakter Calya yang arogan, jahat, dan tone-deaf.
Sepanjang membaca babak-babak awal hingga ke tengah konflik, aku harus menahan rasa amarah karena ingin (maaf) menoyor kepala 3 perempuan di buku ini, terutama Isvara.
Penulis juga mampu menggambarkan secara detail setiap adegan... Lihat selengkapnya
Iya sih memang bagus, aku juga mengakui itu.
Tapi bukan berarti judul-judul lainnya tidak ada yang bagus lagi.
Seperti buku ini contohnya.
Awalnya aku skeptis dengan penamaan judul yang sangat klise dan simpel, sehingga aku sudah tidak menaruh harapan lebih kepada buku ini.
Ternyata aku salah.
Buku ini memberikan dampak yang sangat dramatis untukku selesai membacanya.
Dimulai dari babak awal pertemanan tiga serangkai Afreen, Isvara, dan Calya yang sudah menampakkan bibit iri & dengki kepada satu sama lain.
Penulis berhasil membuatku benci setengah mati di awal kepada karakter Isvara yang sangat lamban, plin plan, dan juga memiliki pemikiran bodoh.
Penulis juga berhasil membuatku marah setengah mati kepada karakter Calya yang arogan, jahat, dan tone-deaf.
Sepanjang membaca babak-babak awal hingga ke tengah konflik, aku harus menahan rasa amarah karena ingin (maaf) menoyor kepala 3 perempuan di buku ini, terutama Isvara.
Penulis juga mampu menggambarkan secara detail setiap adegan... Lihat selengkapnya
Kamu Mungkin Suka
Lihat Semua
Dee Lestari
Supernova 6: Inteligensi Embun Pagi Republish 2026
Rp 203,150
15%
Rp 239,000
Aya Widjaja
Seri Light Novel Bentang – Love-Hate Relation(Sick) - Special Offer Bonus Sticker + Keychain
Rp 41,650
15%
Rp 49,000
Asmira Fhea
Seri Light Novel Bentang – Hope And Home - Special Offer Bonus Sticker
Rp 41,650
15%
Rp 49,000
Nara Lahmusi
Seri Light Novel Bentang – Shutdown - Special Offer Bonus Sticker
Rp 41,650
15%
Rp 49,000
Risma Ridha Annisa X Pit Sansi
Seri Light Novel Bentang – Flower Power- Special Offer Bonus Sticker
Rp 41,650
15%
Rp 49,000
Asmira Fhea
Hope And Home
Rp 41,650
15%
Rp 49,000
Risma Ridha Annisa X Pit Sansi
Flower Power
Rp 41,650
15%
Rp 49,000
Dan Brown
The Secret Of Secrets
Rp 203,150
15%
Rp 239,000
Dan Brown
Inferno Edisi Ke-3, Republish 2025 (Softcover)
Rp 169,150
15%
Rp 199,000
Dan Brown
Angels And Demons (Republish 2025, Edisi Ke-3)
Rp 169,150
15%
Rp 199,000
Dan Brown
Origin (Sc)
Rp 169,150
15%
Rp 199,000
Dan Brown
The Lost Symbol (Edisi Ke-3, Republish 2025)
Rp 169,150
15%
Rp 199,000


