Buku Ayah Paruh Waktu - Kurniawan Gunadi | Mizanstore.com
Rp 92,650
15% Rp 109,000

Deskripsi

Ayah mungkin bukan sosok yang fasih dalam merangkai kata dan bersikap manis. Bukan juga sosok yang paham 'benar' akan pentingnya sebuah kehadiran. Bahkan, di sisi lain, tak jarang Ayah justru hadir sebagai guru kehidupan.

Ayah yang bahasa cintanya adalah tetesan keringat di bawah terik matahari, langkah kaki di tengah hujan badai, dan tangan yang kasar demi memastikan 'rumah' tetap hangat.

Buku ini hadir sebagai suara dan inspirasi bagi hati yang merindu, mewakili tangan-tangan yang ingin memeluk sosoknya namun tertahan ego atau malu untuk sekadar mengucap terima kasih. Inilah kado tulus untuk para Ayah, calon Ayah, dan siapa pun yang menjadi pilar pelindung. Mengingatkan kita bahwa kehadiran Ayah adalah anugerah yang melampaui segala gelar.

 

Spesifikasi

SKU  :  BI-190
ISBN  :  9786231866561
Berat  :  240 gram
Dimensi (P/L/T)  :  13 cm/ 21 cm/ 1 cm
Halaman  :  288
Tahun Terbit  :  2026
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Afan Bachtiar
Afan Bachtiar 14-10-2026 15:41
Sejak kapan kata "ayah" mulai terdengar seperti kata negatif?
Mungkin sejak isu fatherless rame dibahas belakangan ini kali ya, bikin orang-orang spill cerita fatherless mereka ke media sosial
Tapi tenang, gw nggak mau spill cerita kayak gitu. Justru mau spill cerita ayah di buku ini justru jauh banget dari kesan itu.
Dan inilah review gw soal AYAH PARUH WAKTU

AYAH PARUH WAKTU
Sebuah buku kumpulan kisah tentang perjuangan & cinta seorang ayah ke keluarganya. Yang terkadang terlihat dingin, tidak bersahabat, tapi punya tanggung jawab yang luar biasa
Uniknya, buku ini dibagi jai dua bagian.
Bagian pertama ditulis langsung sama Kurniawan Gunadi.
Bagian kedua diisi 12 kontributor lain yang nulis versi "ayah" mereka sendiri.

Yang bikin gw relate, baca buku ini kayak lagi ngaca ke kehidupan sendiri.
Gw jadi mikir, mungkin bokap gw dulu juga mikirnya kayak ayah-ayah di buku ini, yang diem-diem mikul tanggung jawab keluarga.
Dan sebagai pria yang udah ber-title PAPAH, gw paham banget rasanya khawatir mikirin masa depan...
Lihat selengkapnya