Buku Ekspedisi Paus Yunus - Ahmad Mustafa | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0

Ekspedisi Paus Yunus


Rp 84,150
15% Rp 99,000

Deskripsi

 Satu kapal selam rakitan, dua remaja nekat, dan jutaan misteri di dasar Palung Agung.

Bagi Yunus Bahari, laut bukan sekadar rahim purba tempat kehidupan bermula, tetapi juga tempat peradaban lain bersembunyi di dasarnya. Keyakinan itulah yang membuat ahli maritim tersebut dianggap gila karena berusaha mencarinya ke Palung Agung. Sayang, dia tewas secara misterius dalam ekspedisinya ke palung tersebut.

Cucunya, Yunan, menolak kabar itu. Lima tahun kemudian, bersama sahabatnya, Mutiara, dia memulai pencarian dengan kapal selam rakitannya: Paus Yunus. Namun, apakah Kakek Yunus memang masih hidup? Di tengah ketidakpastian dan mara bahaya laut, keduanya menjumpai beragam spesies asing yang memunculkan pertanyaan: adakah mereka berasal dari “Kota Dalam” di Palung Agung? Dan apakah peradaban tersebut benar-benar ada?

Ekspedisi Paus Yunus lahir dari kegelisahan tentang relasi manusia dengan laut—yang melahirkan kehidupan, tetapi kini harus menanggung beban peradaban manusia. Melalui pertualangan yang dibalut romansa, fantasi, fiksi-ilmiah spekulatif, pembahasan teologi, dan kritik ekologi, novel ini mengajak pembaca bertanya: bagaimana seharusnya manusia hidup berdampingan dengan alam yang melahirkannya?

 

 Satu kapal selam rakitan, dua remaja nekat, dan jutaan misteri di dasar Palung Agung.

Bagi Yunus Bahari, laut bukan sekadar rahim purba tempat kehidupan bermula, tetapi juga tempat peradaban lain bersembunyi di dasarnya. Keyakinan itulah yang membuat ahli maritim tersebut dianggap gila karena berusaha mencarinya ke Palung Agung. Sayang, dia tewas secara misterius dalam ekspedisinya ke palung tersebut.

Cucunya, Yunan, menolak kabar itu. Lima tahun kemudian, bersama sahabatnya, Mutiara, dia memulai pencarian dengan kapal selam rakitannya: Paus Yunus. Namun, apakah Kakek Yunus memang masih hidup? Di tengah ketidakpastian dan mara bahaya laut, keduanya menjumpai beragam spesies asing yang memunculkan pertanyaan: adakah mereka berasal dari “Kota Dalam” di Palung Agung? Dan apakah peradaban tersebut benar-benar ada?

Ekspedisi Paus Yunus lahir dari kegelisahan tentang relasi manusia dengan laut—yang melahirkan kehidupan, tetapi kini harus menanggung beban peradaban manusia. Melalui pertualangan yang dibalut romansa, fantasi, fiksi-ilmiah spekulatif, pembahasan teologi, dan kritik ekologi, novel ini mengajak pembaca bertanya: bagaimana seharusnya manusia hidup berdampingan dengan alam yang melahirkannya?

 

 Satu kapal selam rakitan, dua remaja nekat, dan jutaan misteri di dasar Palung Agung.

Bagi Yunus Bahari, laut bukan sekadar rahim purba tempat kehidupan bermula, tetapi juga tempat peradaban lain bersembunyi di dasarnya. Keyakinan itulah yang membuat ahli maritim tersebut dianggap gila karena berusaha mencarinya ke Palung Agung. Sayang, dia tewas secara misterius dalam ekspedisinya ke palung tersebut.

Cucunya, Yunan, menolak kabar itu. Lima tahun kemudian, bersama sahabatnya, Mutiara, dia memulai pencarian dengan kapal selam rakitannya: Paus Yunus. Namun, apakah Kakek Yunus memang masih hidup? Di tengah ketidakpastian dan mara bahaya laut, keduanya menjumpai beragam spesies asing yang memunculkan pertanyaan: adakah mereka berasal dari “Kota Dalam” di Palung Agung? Dan apakah peradaban tersebut benar-benar ada?

Ekspedisi Paus Yunus lahir dari kegelisahan tentang relasi manusia dengan laut—yang melahirkan kehidupan, tetapi kini harus menanggung beban peradaban manusia. Melalui pertualangan yang dibalut romansa, fantasi, fiksi-ilmiah spekulatif, pembahasan teologi, dan kritik ekologi, novel ini mengajak pembaca bertanya: bagaimana seharusnya manusia hidup berdampingan dengan alam yang melahirkannya?

 

 Satu kapal selam rakitan, dua remaja nekat, dan jutaan misteri di dasar Palung Agung.

Bagi Yunus Bahari, laut bukan sekadar rahim purba tempat kehidupan bermula, tetapi juga tempat peradaban lain bersembunyi di dasarnya. Keyakinan itulah yang membuat ahli maritim tersebut dianggap gila karena berusaha mencarinya ke Palung Agung. Sayang, dia tewas secara misterius dalam ekspedisinya ke palung tersebut.

Cucunya, Yunan, menolak kabar itu. Lima tahun kemudian, bersama sahabatnya, Mutiara, dia memulai pencarian dengan kapal selam rakitannya: Paus Yunus. Namun, apakah Kakek Yunus memang masih hidup? Di tengah ketidakpastian dan mara bahaya laut, keduanya menjumpai beragam spesies asing yang memunculkan pertanyaan: adakah mereka berasal dari “Kota Dalam” di Palung Agung? Dan apakah peradaban tersebut benar-benar ada?

Ekspedisi Paus Yunus lahir dari kegelisahan tentang relasi manusia dengan laut—yang melahirkan kehidupan, tetapi kini harus menanggung beban peradaban manusia. Melalui pertualangan yang dibalut romansa, fantasi, fiksi-ilmiah spekulatif, pembahasan teologi, dan kritik ekologi, novel ini mengajak pembaca bertanya: bagaimana seharusnya manusia hidup berdampingan dengan alam yang melahirkannya?

 

 Satu kapal selam rakitan, dua remaja nekat, dan jutaan misteri di dasar Palung Agung.

Bagi Yunus Bahari, laut bukan sekadar rahim purba tempat kehidupan bermula, tetapi juga tempat peradaban lain bersembunyi di dasarnya. Keyakinan itulah yang membuat ahli maritim tersebut dianggap gila karena berusaha mencarinya ke Palung Agung. Sayang, dia tewas secara misterius dalam ekspedisinya ke palung tersebut.

Cucunya, Yunan, menolak kabar itu. Lima tahun kemudian, bersama sahabatnya, Mutiara, dia memulai pencarian dengan kapal selam rakitannya: Paus Yunus. Namun, apakah Kakek Yunus memang masih hidup? Di tengah ketidakpastian dan mara bahaya laut, keduanya menjumpai beragam spesies asing yang memunculkan pertanyaan: adakah mereka berasal dari “Kota Dalam” di Palung Agung? Dan apakah peradaban tersebut benar-benar ada?

Ekspedisi Paus Yunus lahir dari kegelisahan tentang relasi manusia dengan laut—yang melahirkan kehidupan, tetapi kini harus menanggung beban peradaban manusia. Melalui pertualangan yang dibalut romansa, fantasi, fiksi-ilmiah spekulatif, pembahasan teologi, dan kritik ekologi, novel ini mengajak pembaca bertanya: bagaimana seharusnya manusia hidup berdampingan dengan alam yang melahirkannya?

Spesifikasi

SKU  :  QN-157
ISBN  :  9786024414054
Berat  :  300 gram
Dimensi (P/L/T)  :  13 cm/ 21 cm/ 2 cm
Halaman  :  356
Tahun Terbit  :  2026
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Belum ada ulasan