Deskripsi
Ranya Khalil adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Kakaknya, Una, bekerja sebagai pegawai bank sekaligus tulang punggung keluarga. Adiknya, Trez, menderita down syndrome dan butuh perawatan khusus. Ibunya berjualan ayam goreng serundeng untuk menyambung hidup sehari-hari, sementara ayahnya sudah lama sakit dan rutin melakukan cuci darah setiap minggu.
Situasi keluarga ini membuat Ranya merasa seperti di-shutdown saat berada di rumah. Ia lebih banyak diam, mengiyakan dan mematuhi permintaan ibu, termasuk soal pilihan jurusan kuliah. Ibu meminta Ranya untuk mengambil SNBP jurusan Akuntansi demi menggantikan tugas Una yang sudah harus memikirkan soal jodoh.
Padahal, Ranya sama sekali tidak tertarik pada jurusan Akuntansi. Seni, khususnya menggambar, adalah dunianya. Ia bahkan membuka drawing commission di sekolah yang hasilnya dipakai untuk menambah uang jajan dan membeli peralatan menggambar. Orderan gambarnya banyak, ia sampai dibantu oleh Gamal Sahrir (cowok populer, si atlet voli sekolah) yang self-appointed sebagai manager untuk taking dan distributing order.
Ranya gagal menembus SNBP jurusan Akuntansi seperti kemauan ibunya. Gamal menemukan cara supaya Ranya bisa tetap kuliah, yaitu dengan mendaftar jalur portofolio menggambar. Jalur ini memungkinkan Ranya untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, gratis, sesuai minatnya, tetapi sekaligus melanggar perintah ibu yang menuntutnya untuk kuliah Akuntansi supaya bisa bekerja di bank seperti Kak Una. Ranya galau, juga sedih karena ia ingin mengejar impiannya, tapi juga menyayangi keluarganya.
Karena mendapatkan dukungan penuh dari Gamal, Ranya memutuskan untuk mencoba. Di sela pengumuman, ia juga terlibat dalam deep talk bersama Una yang mendukung penuh keputusannya. Una ingin Ranya memilih jalan hidup sesuai kemauannya, jangan sampai Ranya seperti Una. Menjalani kehidupan demi orang lain, sekalipun itu keluarga, jika tidak membuat bahagia.
Pada akhirnya, Ranya diterima berkuliah di jurusan Seni Rupa ISI Yogyakarta dengan full beasiswa. Namun, ibu yang tidak sengaja menemukan berkas-berkas pendaftarannya meledak marah. Ibu tidak memberikan restu pada Ranya untuk berkuliah seni, di luar kota. Ranya mencoba mempertahankan keinginannya, tapi situasi berubah chaos.
Kondisi bapak drop, sampai harus dilarikan ke rumah sakit. Di rumah sakit, bapak berpesan pada ibu dan Una untuk merestui pilihan Ranya.
Bapak ingat bahwa sejak kecil Ranya memang menaruh minat yang tinggi pada dunia menggambar. Dia selalu minta dibelikan pensil warna (dan alat menggambar lainnya). Bapak juga berbicara langsung kepada Ranya, memberikan restu atas pilihan Ranya, sebelum kemudian meninggal dunia.
Pada akhirnya, Ranya tetap melanjutkan kuliah di jurusan Seni Rupa ISI Yogyakarta bersama Gamal yang diterima jalur SNBP di jurusan Pendidikan Luar Biasa UNY.
Spesifikasi
| SKU | : | BE-200 |
| ISBN | : | 9786231866127 |
| Berat | : | 160 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 13 cm/ 19 cm/ 1 cm |
| Halaman | : | 132 |
| Tahun Terbit | : | 2026 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Belum ada ulasan


