Buku The Magic Library… - Jostein Gaarder | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0

The Magic Library (Edisi Ke-4, Republish 2025) Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken


Rp 75,650
15% Rp 89,000

Deskripsi

Pembaca yang baik,
Buku di tangan Anda ini benar-benar unik. Susah menggambarkan isinya. Tapi, kira-kira seperti ini:

Dua saudara sepupu, Berit dan Nils, tinggal di kota yang berbeda. Untuk berhubungan, kedua remaja ini membuat sebuah buku-surat yang mereka tulisi dan saling kirimkan di antara mereka. Anehnya, ada seorang wanita misterius, Bibbi Bokken, yang mengincar buku-surat itu. Bersama komplotannya, tampaknya Bibbi menjalankan sebuah rencana rahasia atas diri Berit dan Nils. Rencana itu berhubungan dengan sebuah perpustakaan ajaib dan konspirasi dunia perbukuan. Berit dan Nils tidak gentar, bahkan bertekad mengungkap misteri ini dan menemukan Perpustakaan Ajaib.

Buku ini juga berisi cerita detektif, cerita misteri, perburuan harta karun, petualangan ala Lima Sekawan, Astrid Lindgren, Ibsen, Klasifikasi Desimal Dewey, Winnie the Pooh, Anne Frank, kisah cinta, korespondensi, teori sastra, teori fiksi, teori menulis, puisi, sejarah buku, drama, film perpustakaan, penerbitan, humor, konspirasi ....


"Buku terbaik mengenai buku dan budaya-baca yang ada saat ini. " 
—Oldenburgische Volkszeitung

"Sebuah surat cinta kepada buku dan dunia penulisan." 
Ruhr Nachricht

"Gaarder memamerkan kecermatan terhadap detail lokasi, karakter, dan situasi." 
The Sunday Tribune

"Gaarder adalah garansi bagi bacaan bermutu." 
—Kompas

"Gaarder dikaruniai bakat untuk mengomunikasikan ide." 
Guardian

"Kemampuan Gaarder untuk merasakan ketakjuban akan dunia menyinari karya-karyanya." 
The Irish Time

 

 

Bab 1
Buku-Surat

 

Berit yang baik,

Senang sekali kita bisa bertemu waktu musim panas lalu. Menyenangkan sekali. Besok sudah mulai sekolah dan aku tak yakin akan gembira. Banyak sekali anak nakal. Tapi terserahlah, toh tahun depan aku tamat dan Nils Bøyum Torgersen ini akan pindah ke sekolah menengah.

Tapi begini, aku sudah memikirkan gagasan tentang buku-surat itu. Terpaksa kuakui, itu bukan ide buruk. Menulis surat berbentuk sebuah buku yang kita kirimkan bolak-balik Oslo dan Fjærland, bagiku seolah memenuhi album foto dengan kata-kata, bukan foto. (Ha, ha.) Tetapi, aku sangsi apakah ada sesuatu yang dapat kita tuliskan. Itu yang masih jadi pertanyaan. Firasatku mengatakan bahwa musim gugur ini akan sama asyiknya dengan sepotong roti garing plus keju susu kambing, dan menurutku di Fjærland hampir tak ada kejadian apa-apa juga, kan?! Atau, dalam gletser kalian di sana ditemukan manusia salju yang misterius?

Nah, aku harus berhenti sekarang. Salam dari ibuku. Ia berharap bahwa Tante Grete menyukai pekerjaannya di hotel, dan ia bilang “looking forward to seeing you again” (menantikan saat untuk bertemu denganmu lagi), seperti yang dikatakan di pesawat udara. Ayahku pasti juga mau titip salam, tapi ia harus menyopir taksi dan tidak tahu bahwa aku menulis surat ke padamu.

Salam hangat pula dari sepupumu yang sangat terpandang.

Nils.


NB. Aku harus cerita bahwa ada kejadian aneh saat aku membeli buku ini. Kejadian itu tidak kualami di Oslo, tetapi dalam perjalanan pulang dari Fjærland, yaitu di Sogn dal. Apa kamu masih ingat perempuan tua aneh itu? Yang bermata bak piring dan punya buku robek-robek di dalam tas tangannya? Yang melongok dari balik pundak kita untuk membaca buku tamu di Pondok Flatbre di atas sana, saat kita menuliskan puisi kita dalam buku itu? Masih ingat tidak dengan puisi itu? Aku masih:

Dalam keriangan musim panas ini,
Segelas Coca-Cola kami nikmati,
Nils dan Berit, itulah kami,
Menghabiskan liburan kami di sini.
Sangat indah di atas sini,
Sampai kami tak ingin pergi.


Puisi yang cukup bagus. Menurutku, sih.

Tapi, bukan masalah puisi itu yang ingin kutulis di sini, melainkan perempuan itu. Karena, saat aku masuk ke sebuah toko buku di Sogndal, ia ada di sana. Ia menelusuri rak-rak buku dan memandangi buku-buku itu. Dan Berit, ia ngiler! Iya, tak bisa kuungkapkan dengan kalimat lain, perempuan itu berada dalam toko buku dan ngiler, seolah buku-buku itu terbuat dari cokelat atau marzipan (manisan dari buah dan gula—penerj.), begitu lho. Dan, yang paling aneh adalah saat aku ingin membayar. Ia menghampiriku dan bertanya, apa ia boleh ikut membayari bukuku. Aku tak tahu harus berkata apa, tapi ia memandangku dengan tatapan luar biasa aneh, hingga aku sama sekali tak bisa bilang “tidak”. Aku tak tahu bagaimana harus menggambarkan kesanku tentang matanya. Saat itu, aku merasa ia bisa membaca pikiranku bak buku yang terbuka lebar. Aku hanya bisa menerima uang sepuluhan itu dan mengatakan “terima kasih banyak”. Bisakah kau bayangkan, apa jawabnya? “Tidak, aku yang harus berterima kasih!” Lalu, ia mengambil sapu tangan, mengelap mulutnya, dan menghilang.

Ini bukunya. Kusertakan pula kuncinya. Jika sedang tak menulis di buku ini, kamu harus menguncinya. Ingat, isinya “for your eyes only” (cuma kamu yang boleh tahu). Kamu harus terima saja gambar sampul buku ini. Tadinya aku menimbang-nimbang antara gambar Sogneford dan matahari terbenam, dengan gambar hati warna merah sebagai mentarinya. Seandainya kamu jadi aku, yang mana yang akan kamu pilih?

Spesifikasi

SKU  :  UB-512
ISBN  :  9786024413743
Berat  :  280 gram
Dimensi (P/L/T)  :  14 cm/ 20 cm/ 2 cm
Halaman  :  292
Tahun Terbit  :  2025
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Belum ada ulasan