Deskripsi
Novel ke-3 dari cerita Best Seller Once Upon A Broken Heart (Spin-off Novel Caraval)
Tak ada yang lebih diinginkan Evangeline Fox selain akhir bahagia selamanya. Dia menikahi pangeran tampan dan tinggal di istana kerajaan. Dia seharusnya bersenang-senang tanpa satu pun kekhawatiran.
Namun, mengapa dia malah merasa hampa? Mengapa rasanya seolah ada sesuatu yang hilang dan meninggalkan lubang menganga di hatinya? Mengapa jantungnya berdebar kencang untuk lelaki asing selain suaminya? Malaikat rupawan berambut keemasan yang memicu sebuah ingatan yang sepertinya terlupakan:
Lelaki itu rela menggendongnya melewati apa saja, bukan hanya perairan membekukan. Lelaki itu akan menyeretnya menerjang api jika perlu, menggotongnya agar selamat dari impitan perang, dari kota-kota yang runtuh dan dunia-dunia yang hancur ....
Ada yang berubah dalam diri Evangeline. Sepertinya, saat ini, dia bukan lagi gadis yang memiliki harapan abadi, yang memercayai dongeng, cinta pandangan pertama, ataupun akhir bahagia selamanya.
Keunggulan
- Sampul versi Indonesia untuk buku 1 dan 2 sempat membuat heboh ketika dibagikan oleh Stephanie Garber di Instagram pribadinya. Sampul ini menarik perhatian pembaca internasional dan telah dijual ke berbagai belahan dunia, seperti Amerika, Kanada, dan Jerman.
- Tokoh-tokoh ciptaan Stephanie tidak ada yang sepenuhnya baik atau sepenuhnya jahat. Karakter mereka selalu abu-abu dan inilah salah satu kelebihan yang menarik bagi para pembaca fantasi.
- Tulisan Stephanie mampu mengaduk emosi, alurnya sulit ditebak, dan penggambaran semestanya (yang masih berkaitan engan seri Caraval), masih seajaib biasanya. Terasa nyata sekaligus magis.
- Inti cerita terasa sangat dekat bagi kebanyakan orang, terutama yang pernah mengalami patah hati dan diselingkuhi pasangan.
- Ada tokoh-tokoh magis yang disebut Takdir, dengan kutukan yang beragam. Menarik dan penuh intrik.
- Kisah pada buku ketiga ini melibatkan banyak dongeng, kutukan, dan tempat-tempat magis yang memesona.
- Daya tarik utama buku ini adalah tokoh lelakinya, Jacks, yang bisa disebut sebagai villain atau penjahat.
- Buku ketiga versi Indonesia disisipi dengan ilustrasi karakter Jacks dan Evangeline.
- Untuk versi pra-order, akan ada satu bonus epilog yang hanya dimiliki oleh 3 versi lain di seluruh dunia (hanya Indonesia yang akan menerbitkan versi selain bahasa Inggris untuk bonus epilog ini).
- Ada lebih banyak konflik yang sarat isi dalam buku yang menjadi penutup seri Once upon a Broken Heart ini, juga kehadiran tokoh-tokoh lain yang tak disangka-sangka.
- Pada buku ketiga ini, Stephanie menggunakan sudut pandang bergantian dari tiga tokoh sekaligus: Evangeline, Apollo, dan Jack
Spesifikasi
| SKU | : | ND-526 |
| ISBN | : | 9786232424197 |
| Berat | : | 380 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 364 |
| Tahun Terbit | : | 2023 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Apollo yang sakit jiwa ini mengontrol ingatan Eva, memutarbalikkan fakta dan parahnya lagi menggunakan sihir dan kutukan. Eva dimiliki seolah-olah bukan sebagai pasangan/cinta sejati... tapi sebuah "piala" yang dikoleksi dan dimiliki.
Disisi lain Jack masih dengan ingatannya akan semua memori yang dilalui bersama-sama dengan Eva. Jack selalu ada untuk Eva walaupun perempuan itu dalam keadaan lupa ingatan. Melindungi, menemani, dan memperhatikan dari jauh.
Plot twist terbesar saat ingatan Eva perlahan-lahan pulih. Ingatan itu membuka fakta pahit bahwa Apollo yang sangat ia percaya ternyata menghianatinya. Jack orang paling ia benci selalu ada untuk melindunginya.
Ditutup dengan Jack dan Eva yang saling memilih tanpa unsur paksaan, tanpa sihir, dan tanpa adanya manipulasi.
Walaupun menurut saya... Lihat selengkapnya
Ceritanya di sini si Eva lupa sama Jacks, dan Jacks masih berusaha buat dapetin Eva kembali. Si Jacks dan Eva ini udah kayak dipermainkan sama Takdir. Cuma mau bersatu aja kayaknya susah bener ????
Aku jujur di part ini agak kesel sama si Apollo. Di cerita ini juga pembaca jadi tau banyak hal tentang masa lalu Jacks. Bahkan pohon yang ada di covernya pun punya arti khusus lhoo????.
Aku puas banget sama endingnya. Kalau dibilang ini adalah novel fan service, maka aku sebagai kipas angin eh maksudnya fans, merasa diservice dengan sangat excellent????????
Evangeline di sini kerasa jauh lebih matang. Dia nggak cuma perempuan yang percaya cinta, tapi seseorang yang mulai berani menentukan pilihannya sendiri. Ada part di mana dia akhirnya berdiri buat dirinya sendiri, dan itu satisfying dengan caranya yang tenang.
Jacks yaa masih Jacks. Masih penuh rahasia, masih morally grey, tapi di buku ini kita lebih banyak lihat sisi lelahnya. Sisi seseorang yang terlalu lama dikutuk, terlalu lama berharap, dan akhirnya cuma pengin satu hal sederhana. Hubungan mereka nggak lagi soal tarik-ulur tajam, tapi soal kepercayaan dan keberanian untuk jujur.
Worldbuilding fairytale-nya tetap cantik, penuh simbol, kutukan, dan takdir. Tapi fokus ceritanya lebih personal.... Lihat selengkapnya
Apollo mengaku bahwa mereka saling mencintai dan telah menikah. Namun ada sesuatu yang janggal, kenapa hati Evangeline tidak berdebar sedikit pun saat bersama Apollo?
Sepanjang membaca buku ini, aku merasa waswas, takut akhir ceritanya tidak memuaskan. Apalagi konflik yang dibangun terasa semakin rumit. Namun, setelah menutup halaman terakhir, aku jauh lebih lega.
Menurutku, inti dari novel ini adalah kisah cinta segiempat antara Apollo, Evangeline, Jacks, dan Aurora Valor. Apollo dan Aurora merencanakan sesuatu agar Evangeline dan Jacks tidak akan bersama. Dari situ emosiku teraduk-aduk, ditambah hati Jacks yang berada di bawah kendali Aurora.
Meski ending-nya memuaskan, secara pribadi aku masih paling menyukai buku kedua dari seri ini. Romansa antara Evangeline... Lihat selengkapnya
Asli kalian rugi banget. Kalian tidak ikut merasakan gila, hectic, uring-uringannya semua fans OUABH + Evajacks sedunia menggila disemua lini sosmed. Seru banget berteori isi cerita buku 3 ini bersama manusia-manusia luar negeri ini. Tidak dipersatukan secara politik tp dipersatukan oleh Evajacks. All credit to Stephanie Garber.
Aku tamat baca buku #2 di bulan April. Dan aku rasanya udah obsesif-ly tercekik tiap hari nungguin Buku 3 nya terbit. Aku ngga kebayang gimana rasanya jadi orang-orang yang nunggu lebih lama dari aku. Karena series ini beneran mencuri fungsi otak, mental, dan pikiran. Ngawur banget emang TT
Mereka cuma bilang ke aku, "wellcome to the group (therapy), Darling" [dengan nada menertawakan diri masing-masing yang mengenaskan soalnya naksir cowo fiksi sebegitunya]
Actually lumayan heboh di awal penerbitannya yang versi US dan UK, ya. Heboh karena isi bukunya tidak sesuai ekspektasi, teori, dan dugaan pembaca. Bukan jelek, bukan. Ngga... Lihat selengkapnya


