Buku Heart Of Sun… - Sue Lynn… | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0
Rp 114,750
15% Rp 135,000

Deskripsi

Liwei begitu dekat, tetapi terasa jauh dari jangkauan. Wenzhi telah membuat kesalahan tak termaafkan, tetapi terus saja menyerbu benteng yang Xingyin dirikan untuk melindungi hatinya.
Namun, tak ada waktu untuk mengurus romansa ketika pertempuran kedelapan alam untuk memperebutkan semesta sudah mengadang. Sekutu berkhianat, musuh bersiasat. Berapa banyak lagi Xingyin harus berkorban, sementara mayat orang-orang terdekat terus bergelimpangan?
Bersediakah Xingyin mengambil risiko bukan saja kehilangan nyawa mereka yang dia cintai, melainkan juga nyawanya sendiri?

Keunggulan
? Rating 4,04 di Goodreads.
? Telah diterjemahkan ke dalam 16 bahasa.
? Terinspirasi dari mitologi Tiongkok tentang dewi bulan,Chang’e.
? Kisahnya terasa segar karena membahas mitologi Asia, mengingat selama ini novel-novel fantasi didominasi kisah-kisah mitologi Yunani, Romawi, dan Nordik.
? Tokoh utamanya, Xingyin, terasa sangat menonjol sebagai prajurit perempuan yang hebat, dengan sikap yang sangat realistis sebagai remaja yang tengah beranjak dewasa.
? Bagian-bagian dari ceritanya sangat relate dengan situasi sekarang, dari masalah perisakan, pemerintahan yang tiran, dan isu politik yang pelik.
? Ada kisah cinta segitiga yang akan membuat pembaca gemas harus mendukung Pangeran Liwei atau Kapten Wenzhi.
? Ada twist mengejutkan dengan tokoh-tokoh berkarakter abu-abu yang penuh intrik.
? Ada banyak adegan aksi yang seru, musuh-musuh mengerikan, dan misi mengancam nyawa yang membuat pembaca tenggelam dalam plotnya.
? Sampul versi Indonesia sempat membuat heboh, dibicarakan di akun Literay Base dan diunggah juga oleh penulisnya di akun IG pribadi.
? Buku ini langsung melejit menjadi satu dari lima karya terlaris versi Sunday Times.
? ALA Alex Award (2023), Goodreads Choice Award Nominee for Fantasy and for Debut Novel (2022).

Spesifikasi

SKU  :  ND-512
ISBN  :  9786232424364
Berat  :  500 gram
Dimensi (P/L/T)  :  14 cm/ 21 cm/ 3 cm
Halaman  :  484
Tahun Terbit  :  2024
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Marshella
Marshella 30-01-2026 23:30:51
Buku Heart of The Sun Warrior ini jauh lebih seru dibandingkan buku pertamanya yang slow burn. Sangat seru walaupun membutuhkan energi lebih untuk bisa mencerna apa yang terjadi. Terjadi perang di Laut Timur yang secara tiba-tiba diserang hingga pangeran YanXi harus memutar otak bagaimana untuk melawannya. Terungkap bahwa Houyi adalah ayah dari Xingyin dan masih hidup. Dibawa flashback berkali-kali terkait kehidupan Houyi sebelumnya yang sangat akrab dengan 4 naga. Naga-naga yang tidak pernah tunduk pada siapapun bisa mempercayaai Houyi yang memiliki peran penting. Bagaimana kehidupan Chang'e dan Houyi sebelumnya sebelum terpisah. Menceritakan Houyi yang selalu setia dengan Chang'e hingga selalu mendoakan istrinya itu didepan altar. Funfact tradisi kue bulan karena dari cerita ini loh wkwkwkw. Pertarungan melawan ratu SuiHe di Laut Selatan yang mengakibatkan pangeran YangMing terbunuh. Houyi muncul. Kilas balik lagi dimana momen Houyi bisa membunuh 9 ekor burung matahari hingga mendapatkan eliksir kehidupan. Mereka bersama-sama melawan pasukan-pasukan ratu... Lihat selengkapnya
Kadita Kazread_
Kadita Kazread_ 30-01-2026 19:50:21
Menurutku, buku ke-2 ini membuatku capek (tapi seru) karena 484 halaman sebagian besarnya berisi konflik dan pertarungan. Berawal dari situasi Istana kayangan yang memanas dan mengakibatkan Liwei kehilangan restu ayahnya. Istana Kayangan semakin melemah karena banyaknya musuh yang tidak terlihat dan penyerangan yang terjadi di Bulan membuat Xingyin dan keluarganya harus pergi mencari tempat persembunyian. Konflik di novel ini sangat banyak dan kompleks, selain karena politik istana dan sentimen pribadi permaisuri kepada Xingyin, musuh tak terduga datang dan berhasil membuat pasukan baru. Demi menyelamatkan dunia dari musuh, Xingyin harus mencari bantuan kepada dewi matahari yang tentu saja akan semakin sulit karena Ayah Xingyin, Houyi adalah pemanah burung matahari. Jika novel pertama banyak menceritakan tentang Liwei, novel kedua ini banyak menceritakan tentang Wenzhi. Di novel ini perkembangan karakter Wenzhi menjadi semakin baik dan semakin memikat (tapi tetap, aku tim Liwei????). World building di novel kedua ini juga sangat baik dan tidak... Lihat selengkapnya
Hirai Vii
Hirai Vii 26-01-2026 11:44:12
Setelah menamatkan buku Daughter of the Moon Goddess langsung lanjut ke buku keduanya yakni Heart of the Sun Warrior karena sudah kangen dengan interaksi menggemaskan dari Xingyin bersama kedua lelakinya itu wkwkwkwk. Aku pikir setelah kebebasan ibunya di buku pertama kehidupan Xingyin akan membaik namun ternyata justru di sinilah awal dari semua ujian panjang yang menguras air mata dan tenaga itu. Jujur dibandingkan buku pertama, buku kedua ini lebih melelahkan dan menguras emosional pembaca. “Pada akhirnya kita memang hanya memiliki diri sendiri dan harus percaya dengan diri sendiri dengan begitu kekecewaan yang dirasakan tidak akan terlalu tinggi apalagi semua hal yang diperjuangkan belum tentu berhasil dan menjadi milik kita kan?” Sejujurnya cukup marah dengan ending yang diberikan KENAPA??? KENAPA SEJAK AWAL TIDAK ADA KEBAHAGIAAN BENER-BENER JUSTICE FOR XINGYIN YA HUHU….. sebenarnya artian bahagia itu memang luas bisa jadi dengan kembali ke lini awal dan mencapai semua ketenangan yang didambakannya Xingyin... Lihat selengkapnya
moodreader yy
moodreader yy 12-01-2026 03:01:31
Setelah kejadian di Daughter of the Moon Goddess, Xingyin akhirnya menemukan kedamaian kecil bersama orang-orang yang ia cintai. Tapi kedamaian itu nggak bertahan lama. Sebuah kekuatan baru muncul dan mengancam keseimbangan dunia langit, memaksa Xingyin kembali ke medan pertempuran. Dan bukan hanya melawan musuh, tapi juga menghadapi masa lalu dan perasaannya sendiri. Dalam perjalanan ini, ia dihadapkan pada pilihan sulit, melindungi keluarganya, atau mengikuti kata hatinya yang mulai rapuh. Kalau buku pertamanya lebih berfokus pada petualangan dan rasa ingin bebas, sekuel ini justru jauh lebih emosional. Ceritanya banyak menyorot sisi rapuh Xingyin. Tentang kehilangan, penyesalan, dan cinta yang nggak bisa berjalan seiring dengan takdir. Rasanya jauh lebih gelap, tapi juga lebih dalam. Yang paling aku nikmatin adalah cara penulisnya memperluas dunianya. Detail kerajaan langit, makhluk abadi, sampai intrik politiknya terasa lebih hidup dan matang. Nggak cuma cantik secara visual, tapi juga punya bobot emosional. Romansenya sendiri lebih bittersweet daripada manis.... Lihat selengkapnya