Buku Iblis Tidak Pernah… - Seno Gumira… | Mizanstore.com
Rp 75,650
15% Rp 89,000

Deskripsi

Kumpulan cerita Iblis Tidak Pernah Mati pertama kali terbit pada 1999. Isinya ditulis dari tahun 1994 sampai 1999. Artinya, kronologi penulisan cerita-cerita dalam buku ini melalui momen historis Reformasi 1998, rangkaian peristiwa yang menjadi penanda peralihan zaman. Susastra menjadi dunia alternatif dari realitas faktual, tetapi realitas faktual tak terhindarkan keberadaannya dalam ruang imajinasi. Jika hubungan susastra, politik, dan sejarah perlu diperiksa, Iblis Tidak Pernah Mati menawarkan perbincangan yang selalu kontekstual.

Keunggulan :

- Ditulis oleh sastrawan besar Indonesia, Seno Gumira Ajidarma.

- Salah satu karyanya yang paling politis. Sesuai dengan momen penerbitan ulangnya yang berdekatan dengan pelantikan rezim baru, seperempat abad setelah Reformasi yang jadi titik kisar cerita-cerita di buku ini.

- Isu-isu seperti penguasa yang serakah, penggusuran, pembredelan, spionase, kemelaratan, dan tentu, kekerasan negara, bertebaran di setiap cerpennya, membuat buku ini senantiasa relevan.

- Dilengkapi ilustrasi dan komik yang digambar dan dipoles ulang.

Spesifikasi

SKU  :  BU-537
ISBN  :  9786231864420
Berat  :  200 gram
Dimensi (P/L/T)  :  13 cm/ 21 cm/ 1 cm
Halaman  :  192
Tahun Terbit  :  2024
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Nini Maryana Rayanti Sari Dewi
Nini Maryana Rayanti Sari Dewi 09-10-2026 15:48
Buku ini memuat 15 cerpen, yang terbagi dalam 3 segmen: sebelum mundurnya Soeharto, ketika demonstrasi memuncak di Jakarta, dan setelah Soeharto melepaskan kekuasaan. Cerpen-cerpen Pak Seno Gumira sangat renyah, tetapi membungkus hal-hal yang tidak sederhana. Saya kagum pada bagaimana Pak Seno mengemas tragedi ke dalam cerita yang dituturkan dengan lincah, ada kalanya jenaka, tetapi sesungguhnya penuh kesedihan.

Keseluruhannya menggambarkan situasi politik Indonesia di era Orde Baru. Betapa orang kaya menjadi semakin kaya, sedang si miskin semakin miskin, seperti yang tecermin lewat cerpen "Kematian Paman Gober". Lalu ada pula cerita soal memanasnya ibukota akibat gelombang demonstrasi massa yang menuntut turunnya Soeharto, tetapi dikemas dengan sentuhan fantasi, seperti yang tecermin dalam cerpen "Sembilan Semar".

Cerpen kesukaan saya ada beberapa, salah satunya, berjudul "Taksi Blues". Mengisahkan seorang supir taksi yang membawa 3 tentara yang ingin membalas dendam kepada atasannya, sebab menjadi korban kambing hitam setelah menculik dan menghilangkan paksa aktivis. Sang supir taksi merepresentasikan warga...
Lihat selengkapnya