Buku PELIK - ARY NILANDARI | Mizanstore
  • PELIK
Ketersediaan : Tersedia

PELIK

Deskripsi Singkat

Rayn mengidap prosopagnosia, enggak bisa mengenali wajah orang. Kelainan ini ia rahasiakan mati-matian demi keamanan. Ardi, sahabat setia, menjadi malaikat pelindungnya. Semuanya baik-baik saja sampai Rayn jatuh hati pada Megan tanpa sempat tahu namanya. Ardi pun membantu Rayn menemukan Megan. Masalah muncul saat Ardi enggak mampu menolak pesona Megan untuk… Baca Selengkapnya...

Rp 69.000 Rp 58.650
-
+

Rayn mengidap prosopagnosia, enggak bisa mengenali wajah orang. Kelainan ini ia rahasiakan mati-matian demi keamanan. Ardi, sahabat setia, menjadi malaikat pelindungnya.

Semuanya baik-baik saja sampai Rayn jatuh hati pada Megan tanpa sempat tahu namanya.

Ardi pun membantu Rayn menemukan Megan. Masalah muncul saat Ardi enggak mampu menolak pesona Megan untuk dirinya sendiri. Dan, semakin pelik karena Megan kayak magnet yang menarik banyak masalah lain.

Layak enggak sih, cewek itu dikejar dengan taruhan persahabatan Rayn-Ardi dan rahasia kelainannya?
 

Tentang ARY NILANDARI

ARY NILANDARI

Ary Nilandari sudah menulis sejak SD. Karya pertamanya berupa puisi yang diam-diam dikirimkan ke media oleh guru Bahasa Indonesia. Kejutan yang so sweet dan karena itu ia lebih rajin lagi menulis. Kelas 6, novel pertamanya lahir, ditulis tangan memenuhi dua buku. Di SMP dan SMA, karyanya merambah majalah remaja.
Selepas kuliah, ia meniti karier sebagai penerjemah dan editor lepas, yang membuatnya jadi pembaca segala. Selama satu dasawarsa, ia menghasilkan lebih dari 100 karya terjemahan dan suntingan, salah satunya memenangi penghargaan Islamic Book Fair pada 2011, kategori terjemahan terbaik. Sementara itu, ia juga tetap menulis fiksi.
Penghargaan yang pernah diterima:
uuJuara 1 Lomba Nasional Menulis Naskah Sketsa Keagamaan 2004, Departemen Agama RI.
uuGadis Jendela, Juara 1 Lomba Menulis Cerpen Remaja Lip Ice-Selsun Golden Award 2007, Yayasan Raya Kultura dan Rohto Mentholatum.
uuCincin Mama Brownies, cerpen favorit Lomba Menulis Cerita Detektif Majalah Bobo 2009.

Pada 2010, Ary memutuskan pensiun dari dunia penerjemahan dan fokus menulis bacaan anak. Sampai sekarang, ia telah menghasilkan lebih dari 50 judul cerita anak. Beberapa picture book-nya memenangi penghargaan Internasional.
Pandu the Ogoh-Ogoh Maker, First Runner Up, Scholastic Picture Book Award 2015
You Know What I Mean, Second Prize, Samsung Kids Time Author Award 2015
The Fellowship of the Pinisi, Second Prize, Samsung Kids Time Author Award 2016
Nabang and the Legend of Smong akan diterbitkan oleh Elmi Farhrnagi Publishing, Iran.
Keenam seri Keo & Noaki yang ditulisnya untuk praremaja mendapatkan sambutan antusias dari pembaca segala usia, dan pernah ia presentasikan di Konferensi Penulis-Ilustrator Bacaan Anak se-Asia di Singapura.
Ary sering diundang untuk memberikan pelatihan creative writing oleh berbagai komunitas dan penerbit. Ia juga diminta membuat konsep bacaan anak antikorupsi oleh KPK dan menjadi mentor bagi guru-guru yang menulis bacaan antikorupsi. Di tingkat Internasional, ia diutus BEKRAF dan Komisi Buku Nasional untuk berbicara tentang buku anak Indonesia di Frankfurt Book Fair pada 2016.
Wattpad adalah media yang baru digelutinya mulai akhir 2016. Ary ingin memberikan bacaan yang sehat, cerdas, renyah, dan rapi dengan kualitas setara buku terbit kepada pembacanya. Selain Pelik, beberapa karyanya di Wattpad sudah dipinang Penerbit Mizan, antara lain: Write Me His Story, The Visual Art of Love, dan Hexotic Café.
Temui Ary Nilandari dan karya-karyanya di:
www.arynilandari.com
Wattpad @AryNilandari
Instagram @arynilandari
Facebook @AryNilandari
Twitter @Ary_Nilandari
 




Keunggulan Buku

Pelik  merupakan naskah terpilih dari Kompetisi Menulis Belia Writing Marathon Batch 2 di Wattpad. Cerita remaja ini telah dibaca lebih dari 460 ribu kali di Wattpad.  Selain gaya bercerita yang lugas dan renyah, Ary Nilandari juga menyuguhkan ide cerita yang nggak biasa. Bisa dibilang ide utamanya unik, tentang seorang remaja yang mengidap prosopagnosia, yaitu kelainan tidak mampu mengenali wajah orang lain. Ide utama ini membuat cerita bergulir dengan sangat menarik, dan tentunya pembaca akan sulit berhenti untuk terus membacanya. Seperti testimoni para pembaca berikut ini J

Testimoni


 “Kamu percaya sihir? Jangan. Musyrik katanya. Tapi, setelah baca Pelik, kamu bakal tahu rasanya dimantrai. Membuatmu nyaris lupa kalau mereka tokoh fiksi. Believe me. It’s different.”
—@HitamArang, sang Pembaca Budiman
“Pada skala 1-10, Pelik menempati 9,50! 0,50-nya adalah sisa kewarasan agar aku enggak menganggap Rayn, Ardi, Megan, si Resek Raiden, dan Lucy, nyata. Seharusnya Kak Ary menuliskan WARNING! KONTROL BAPERMU KARENA INI HANYA FIKSI BELAKA! Pelik bakal blow your mind! Kak Ary memang begitu, skill menulisnya bikin jungkir balik.”
—@Gama_Sarial, agen Pelik yang pengin peluk Ardi sampe penyet
Pelik, cerita yang berhasil buat aku plin-plan. Aku jatuh cinta sama semua tokoh cowoknya. Rayn, Ardi, dan Raiden. Nggak bisa pilih. Feel-nya kerasa banget sampai aku menganggap diriku sebagai Megan. Pokoknya Pelik beda dari cerita teenlit lainnya. ?
—@akuausi, agen Pelik kembaran Megan
WARNING! Novel ini mengandung zat adiktif tingkat tinggi. Once you start, you won’t stop. Believe me, kamu bakal jatuh hati sejak halaman pertama dan enggak mau pisah sampe akhir kisah. PS: novel ini memiliki efek samping yang bikin kamu gagal move on.”
—@Alya Adzkya, RaynArdi Squad yang mupeng diskusi buku sama Rayn
“Ide cerita yang menarik tentang Rayn pengidap face-blindness, bromance yang kuat Rayn-Ardi, peliknya cinta quadrangle Rayn-Megan- Ardi-Raiden yang semakin diaduk Lucy, sukses bikin aku terpesona dan jatuh hati! Belum lagi dialog antartokoh yang supermanis, dan uniknya Check Point Ardi yang bikin senyum-senyum. Selamat ber-Pelik ria!!!”
—@Umi Nuraeni, yang ingin diperebutkan jadi pacar oleh Rayn-Ardi- Raiden
Cuplikan

Kepada
Ketua Asosiasi Malaikat Pelindung
Yang Mulia Ketua, masih ingat aku?
Namaku Lazuardi Aristides Parahita. Lihat arsip kalau lupa. Dalam sepuluh tahun ini, sudah kukirim empat permohonan membership. Tapi, enggak pernah ada tanggapan. Aku masih cowok biasa-biasa saja yang enggak mampu melindungi mereka yang kusayangi. Boro-boro dijadikan Malaikat Pelindung (MP) buat orang yang kupilih.
Anda tahu siapa dia?
Rayn.
Kenal, kan? Bukan, bukan Ryan, tapi R—A—Y—N, dibaca sama dengan rain (hujan). Aku pilih dia dengan segudang alasan, sudah kupaparkan di surat-suratku dulu. Intinya, he is like a brother to me. Tapi, ada baiknya aku paparkan lagi profil singkatnya, biar jelas Rayn mana yang kumaksud.
Nama lengkapnya Rayn Xavier Wrahaspati. Iya, namanya emang bikin lidah kebelit.
Setahun lebih tua dariku, tapi sama-sama baru mau masuk kelas 10. Bukan karena tinggal kelas. Rayn pernah cuti sekolah waktu SD untuk ikutan riset medis. Rayn yang jadi objek riset itu karena kelainan saraf otak yang dideritanya. Rayn mengidap prosopagnosia, face blindness.
Di mata Rayn, enggak ada bedanya kepala sekolah dengan tukang kebun, karena sama-sama botak. Dia enggak kenal cewek dari kecakepannya. Buat Rayn, Saskia yang mirip Raisa adalah si galing. Anna yang dijuluki kembaran Emma Watson jadi si kucir. Widya yang bercita-cita jadi Miss Universe, si jangkung. Lalu, ada si cerewet, si merdu, si ceroboh, yang rupanya Diana, Arlene, dan Gina. Eh, buset, ke mana cewek-cewek itu sekarang, ya?
Ehem. Sampai di sini, jelas ya, Rayn itu yang kumaksud.
Jadi, jangan bilang enggak kenal. Karena aku tahu, Anda justru mengutus Rayn untuk jadi Malaikat Pelindungku sejak kami pertama bertemu di SD. Tepatnya sejak Rayn bisa mengenaliku lewat dua unyeng-unyeng di kepalaku. Beruntung, aku punya ciri istimewa. Saat orang lain melabeliku si bocah bengal gara-gara unyeng-unyeng, Rayn malah menganggapku sahabat. Sampai sekarang, kami tetap dekat, meski pisah sekolah lepas SD.
Eh sebentar, Ketua. Ada cewek lewat depan rumah ….
Yup. Si kepang dua yang manis. Pindahan baru di rumah ujung sana. Belum kelihatan punya lesung pipit atau enggak. Nanti kusamperin, deh, sekalian tanya nama. Aku kan, tetangga yang baik ….
Ehem. Oke, aku lanjutin.
Soal Rayn, ini sungguh kebalik, Yang Mulia. Aku yang meminta posisi MP, Rayn yang dikasih. Rayn yang punya kelainan malah diberi kesempatan berbuat banyak untukku yang normal. Aku sebutkan beberapa peristiwa sebagai pengingat:

  1. Bisa dibilang, aku selalu naik kelas berkat Rayn. Bahkan, Ibu yang seorang guru pun enggak bisa menembus kebekuan otakku. Rayn bisa. Dia menyulap semua pelajaran jadi mudah buatku. Otaknya benar-benar encer, kecuali bagian khusus yang memproses informasi tentang wajah manusia. Kayaknya Rayn malah enggak punya itu. Sigh ....
  2. Waktu kelas 4, Rayn menyelamatkanku dari serbuan si Cimot. Anjing jelek milik Pak RT yang mengincarku sejak pandangan pertama. Nafsu banget setiap lihat aku, kayak lihat sepatu bekas saja, enak buat digigit-gigit.
  3. SMP kelas 7, aku berutang nyawa sungguhan. Enggak tanggung-tanggung, dua jiwa sekaligus. Banyak orang mengira akulah pahlawan yang menyelamatkan Ibu dan Jihan dari rumah yang kebakaran.
  4.  
  5.  
  6. Padahal, Rayn yang pertama menerjang masuk tanpa ragu, sampai bahu kanannya terluka. Sementara aku terpaku shock. Baru setelah Rayn berteriak-teriak, aku sadar. Rayn enggak bisa sendirian. Ia berhasil membawa Ibu keluar, tapi adikku masih di dalam. Aku tertular keberanian Rayn untuk menyelamatkan Jihan.
  7. 4. Belum lama ini, aku dan Rayn dipalak tiga orang preman. Kupikir itu kesempatanku melindungi Rayn. Dua tahun berlatih taekwondo, sabuk merah, masa sih, aku enggak bisa melawan mereka? Ya, aku memang sanggup menjatuhkan satu. Tapi, Rayn mengusir ketiganya. Rupanya, selama homeschooling, Rayn juga belajar bela diri secara privat. Macam-macam aliran, enggak jelas sabuknya, tapi kekuatan dan kelincahannya enggak main-main.
  8. Yang Mulia Ketua, Anda lihat sendiri, siapa yang lebih banyak berutang budi? Enggak seimbang. Pertanyaanku sekarang, mau sampai kapan permohonanku untuk jadi MP Rayn dicuekin? Kapan keadaan berbalik? (Eh, interupsi bentar, Ketua ... handphone-ku berbunyi. Jangan ke mana-mana ….)
  9. I am back. Yang Mulia Ketua, terima kasih. Tahu, kan, siapa yang barusan telepon?
  10. Mami Kiara. Maminya Rayn.
  11. Katanya, sudah diputuskan, Rayn enggak homeschooling lagi, tapi mau masuk SMA. Sudah diterima di Darmawangsa International High School.
  12. Waaah. Susah dipercaya, kalau ingat kondisi Rayn. Di SD negeri saja, di mana ada aku dan Ibu, Rayn susah bergaul. Enggak tahu gimana dia di SMP swasta. Tapi, pasti kelimpungan, buktinya dia lanjut homeschooling. Eh, sekarang pilih SMA elite dengan siswa-siswa mancanegara?

Mami Kiara bilang, itu maunya Rayn sendiri. Dia ingin mencoba sekolah biasa lagi. Tapi, Rayn minta aku sekolah di sana, sebangku dengannya kayak SD
dulu. Katanya, kalau ada aku, ia yakin bisa menghadapi apa pun. Mami Kiara menawarkan full scholarship kalau aku mau.
Tentu saja aku mau, Yang Mulia Ketua. Karena kukira, ini jawaban instan buatku, bahkan sebelum protes ini kulayangkan. Kesempatan untuk jadi Malaikat Pelindung Rayn. Aku siap.
Terima kasih.
Yours faithfully,
Ardi
 

Resensi

  • avatar
    2018-08-16 04:09:34

    Wajib dibaca dan dikoleksi. Karakternya loveable, melekat terasa nyata. Checkpoints Ardi yang antimainstream. Konflik khas remaja yang manis dan jauh dari adegan sinetron.

    balas review
    • avatar
      Administrator 2018-08-30 18:24:02

      hai kakak, terima kasih atas reviewnya :)

Beri ulasan produk ini

Spesifikasi Produk

SKU BE-115
ISBN 978-602-430-329-7
Berat 260 Gram
Dimensi (P/L/T) 15 Cm / 21 Cm/ 0 Cm
Halaman 280
Jenis Cover Soft Cover
DILAN DIA ADALAH DILANKU TAHUN 1990 (MOVIE TIE-IN)
15%
The Magical Balls
83%
The Magical Balls

Belum Ada Ulasan

Rp. 29.000 Rp. 5.000
Beli
KALISHA, DKK
NEVER FADE, TAKKAN PERNAH PUDAR
15%
NEVER FADE, TAKKAN PERNAH PUDAR

Belum Ada Ulasan

Rp. 98.500 Rp. 83.725
Beli
Alexandra Bracken
BAD ROMANCE
15%