Deskripsi
Namanya Imar Mulyani. Semua orang menyebutnya Sang Peramal. Dia sering muncul tiap akhir tahun di TV, membacakan nasib-nasib yang tertera pada kartu-karu Tarot-nya.Bencana alam, skandal artis atau pejabat, semua yang buruk-buruk, pokoknya. Yang bisa membuat seluruh Indonesia heboh.
Para kliennya, baik yang terkenal maupun orang biasa, memiliki satu kesamaan: punya rahasia kelam. Ketika suatu hari Imar mendadak hilang, di tengah-tengah jamuan makan malam yang dia selenggarakan, siapa lagi yang harus disalahkan kalau bukan salah satu dari mereka?
"Ketegangannya dibangun perlahan dari awal dan misterinya sukses bikin terpana. Salah satu buku yang sukses bikin saya tercengang dari awal sampai akhir."
-- Vie Asano, penulis Suicide Knot
Spesifikasi
| SKU | : | ND-465 |
| ISBN | : | 9786232422308 |
| Berat | : | 300 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 316 |
| Tahun Terbit | : | 2021 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Sang Peramal dibuka dengan seorang perempuan bernama Imar Mulyani yang memiliki bakat untuk meramal nasib seseorang. Orang-orang yang datang untuk menanyakan nasibnya itu juga bukan dari kalangan biasa saja bahkan sampat pejabat-pejabat juga menggunakan jasanya.
Cerita pada bagian awal terasa menarik bagaimana tokoh Imar Mulyani ini diperkenalkan sebagai peramal hebat. Tetapi pada bagian tengah buku terlalu banyak information dumping yang tidak perlu sehingga fokus pembaca terbagi.
Munculnya karakter Phil, Pramista, Bu Meliana, dan tokoh-tokoh lainnya yang ternyata mereka juga punya kepentingan sendiri. Bahkan sampai pertengahan saya merasa bingung dikarenakan seolah-olah tokoh utama dalam buku ini adalah Phil. Setiap kali saya membalik halaman bukunya selalu berpikir "ini Imar kemana dah?" :(
Penarik dan pembeda pada buku ini jelas terletak pada pembahasan tentang tarotnya sih. Apalagi... Lihat selengkapnya
.? ??
((This book is for adults and contains depictions of violence and m*rder. Please read with caution))
.? ??
Imar Mulyani, peramal terkenal dari sudut Jogjakarta, Bantul. Banyak orang sudah berkunjung ke sana, minta dibacakan masa depannya oleh kartu tarot Imar. Bahkan ia kemudian menjadi tenar dan masuk ke acara TV. Sampai kemudian, ia menghilang secara tiba-tiba. Padahal ia sedang menjamu tetangga dan kenalannya di rumah. Berhari-hari. Berminggu-minggu. Setahun kemudian, datanglah Yasmin, seorang perempuan muda yang mengaku sebagai anak Imar. Ia mencari ibunya? Atau mencari penculik? Apakah mungkin kalau Imar juga sudah mat* dibun*h?
.? ??
Aku mengagumi cara Kak Chandra memotret intrik dan konflik kepentingan antar manusia dalam novel ini. Tidak hanya terkait warga kota Bantul, teman dan tetangga Imar. Tetapi juga keterlibatan side character lain yang menyokong kompleksitas cerita Sang Peramal. Setelah menyabet penghargaan di... Lihat selengkapnya


