Ketika Quran Jatuh Di Hati Hamba Yang Merasa Biasa
Deskripsi
Tafsir surat-surat pendek (Juz Amma/Juz 30), dikemas dengan kisah-kisah orang dari berbagai profil yang relate dengan masing-masing kandungan suratnya.
Al-Qur'an tidak pernah pilih kasih. Dia datang bukan terbatas hanya kepada hambanya yang paling rajin ibadah sepertiga malam. Bukan cuma kepada mereka yang kencang kajiannya. Ibadah, mengkaji kitab, atau membangun masjid dan memakmurkannya, hanya sekian cara dari banyak cara lainnya untuk bisa disentuh Al-Qur'an. Tidak ada rumus pastinya untuk manusia bisa tersentuh Qur'an, kecuali membuka hati kepada-Nya.
Keikhlasan dan keberserahan dalam membuka hati ini bisa dilakukan oleh siapapun hamba-Nya. Mau tukang ojek, pedagang beras, kyai kondang, atau biduan sekalipun, bila mereka mengizinkan hatinya merenungi hidupnya lewat bacaan Qur'an, maka mereka itulah yang disentuh hatinya oleh Al-Qur'an. Ikhlas, barangkali, jadi satu-satunya rumus untuk bisa mendekatkan diri kepada kalam Ilahi.
Spesifikasi
| SKU | : | BA-066 |
| ISBN | : | 9786231865298 |
| Berat | : | 340 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 1 cm |
| Halaman | : | 332 |
| Tahun Terbit | : | 2025 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Penerbit : Bentang
Jumlah Halaman : 326
Tafsir dibuka dengan terjemahan surat Al Fatihah dari sudut pandang Rania, seorang dokter yang dilanda kelelahan dunia. Melalui Al-Fatihah, dr. Rania diingatkan kembali bahwa jangan hanya bergantung pada diri sendiri. Bersandarlah pada Allah SWT, sumber segala kekuatan.
Kisah berlanjut dengan tadabbur surat An-Nas, dari sudut pandang Arman, seorang direktur yang merasa kosong dengan dunia. Melalui An-Nas, Arman diingatkan bahwa manusia membutuhkan Allah selaku Rabb, Ilah, dan Malik (Merajai) manusia.
Seterusnya, pembaca diajak merenungi masing-masing surat dalam juz 30 melalui sudut pandang tokoh yang beragam.
Kalau kamu ingin memperdalam tafsir, tetapi dengan bahasa yang cukup ringan, buku inilah jawabannya


