Buku CAMP HALF-BLOOD CONFIDENTIAL - Rick Riordan | Mizanstore
Ketersediaan : Tersedia

CAMP HALF-BLOOD CONFIDENTIAL

    Deskripsi Singkat

    Selamat datang di Perkemahan Blasteran! Butuh bantuan? Mau kuajak berkeliling? Ke Rumah Besar, mungkin? Siapa tahu kau mau bertemu Chiron si Centaurus. Atau ke Gua Oracle, mendengar ramalan tentang kapan kau akan mati? Tidak? Ya sudah, kuputarkan saja untukmu sedikit cuplikan video orientasi luar biasa mengerikan menarik dari, tak lain… Baca Selengkapnya...

    Rp 64.000 Rp 54.400
    -
    +

    Selamat datang di Perkemahan Blasteran! Butuh bantuan? Mau kuajak berkeliling? Ke Rumah Besar, mungkin? Siapa tahu kau mau bertemu Chiron si Centaurus. Atau ke Gua Oracle, mendengar ramalan tentang kapan kau akan mati? Tidak? Ya sudah, kuputarkan saja untukmu sedikit cuplikan video orientasi luar biasa mengerikan menarik dari, tak lain tak bukan, Apollo yang beken (sungguh, aku tidak bermaksud memujinya)!

    Omong-omong, ini aku. Percy Jackson. (Iya, cowok yang sudah berkali-kali menyelamatkan dunia.) Sekarang, kau tahu, ‘kan, kenapa kau harus membeli buku ini?

    Tentang Rick Riordan

    Rick Riordan

    Rick Riordan pernah lima belas tahun menjadi guru Sejarah dan Bahasa Inggris di sekolah menengah negeri dan swasta di San Francisco Bay Area dan Texas. Bahkan pada 2002, dia dianugerahi Master Teacher Award oleh sekolah Saint Mary’s Hall. Karya fiksi dewasanya pernah memenangi tiga penghargaan nasional dalam genre misteri, yaitu Edgar, Anthony, dan Shamus. Fiksi-fiksi pendeknya pun pernah dimuat di Majalah Misteri Mary Higgins Clark dan Ellery Queen. Rick Riordan sekarang menjadi penulis full time dan tinggal di San Antonio dengan istri dan kedua putranya.

    Kali pertama Rick Riordan menulis buku fantasi adalah demi anak laki-lakinya. Ternyata penerimaannya sungguh luar biasa. Seri Percy Jackson yang pertama, The Lightning Thief merupakan New York Times Notable Book pada 2005. Film layar lebarnya telah tayang pada Februari 2010. The Sea of Monsters menyusul pada 2013, The Titans Curse, The Battle of the Labyrinth, dan The Last Olympians adalah seri lainnya yang telah diterbitkan. Tak hanya itu, dia juga menulis banyak buku lagi di dalam seri-seri: Kane Chronicles (The Red Pyramid, The Throne of Fire, The Serpents Shadow),  The Heroes of Olympus (The Lost Hero, The Son of Neptune, The Mark of Athena, The House of Hades, The Blood of Olympus), Magnus Chase and The Gods of Asgard (The Sword of Summer, The Hammer of Thor, dan The Ship of the Dead), dan The Trials of Apollo (The Hidden Oracle, The Dark Prophecy, dan tentu saja The Burning Maze).

    Atas keberhasilan Riordan mengemas kisah-kisah berdasarkan cerita mitologi, para pembaca terus memintanya menuliskan lebih banyak lagi kisah bertema serupa. Hal itulah yang mendorong Disney-Hyperion membentuk sebuah imprint baru bernama Rick Riordan Presents. Dalam proyek itu, Riordan akan membantu memeriksa naskah dari penulis terpilih, memberi catatan editorial, juga mempromosikannya di dunia maya. Wowo, keren banget, kan?

    Ingin tahu lebih banyak tentang seri ini atau penulisnya? Jangan lupa mampir ke situs www.rickriordan.com dan www.percyjacksonbooks.com.




    Keunggulan Buku

    Pujian untuk Seri Percy Jackson and the Olympians

    “Penuh petualangan dan kejadian yang sungguh tak terduga! Menegangkan dan kreatif. Buku yang luar biasa.”
    TIME for Kids

    “Dikisahkan dengan kecepatan sempurna, dengan momen-momen yang menyentak dan saling berkejaran laksana detak jantung.”
    New York Times Book Review

    “... bacaan ini begitu memikat.” —KIRKUS


    “Dengan humor dan alur yang cerdas ... Riordan telah meramu sekuel yang lebih kuat dari seri perdananya yang begitu menarik.”
    Publishers Weekly



     

    Resensi

    NUKILAN

    NONTON BARENG

    oleh Percy Jackson


    Hai, Semuanya. Ini Percy Jackson. Kalian mungkin mengenalku sebagai cowok yang membantu menyelamatkan dunia dari kehancuran total—dua kali, tetapi siapa pula yang menghitung? Aku suka menganggap diriku sebagai satu lagi demigod mujur yang bisa menemukan Perkemahan Blasteran.

    Jika kalian bisa membaca ini, kejutan! Kalian barangkali demigod juga. Soalnya, cuma demigod—dan segelintir manusia biasa yang istimewa, seperti ibuku dan Rachel Elizabeth Dare— yang bisa membaca tulisan sesungguhnya di sini. Bagi semua orang lain, buku ini berjudul Sejarah Lengkap Trotoar dan isinya mengenai ... sudah jelas, ‘kan?! Kalian boleh berterima kasih kepada Kabut atas topik pilihan tersebut.

    Jadi, Demigod, kalian barangkali sedang dalam perjalanan ke perkemahan bersama satir pemandu kalian. Atau, mungkin kalian sudah tiba dan sedang membaca ini dalam rangka menenangkan ketegangan. Soal nantinya tenang atau tidak, menurutku peluangnya lima puluh-lima puluh.

    Namun, aku melantur. (Itu sering terjadi. Aku mengidap gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas. Taruhan, kalian pasti tahu rasanya.) Yang mesti kujelaskan adalah cerita di balik buku ini.


    Beberapa bulan lalu, Chiron—dia centaurus abadi sekaligus direktur kegiatan di perkemahan kita—dipanggil untuk menyelamatkan dua demigod yang belum diklaim dan satir pemandu mereka. (Satir itu terjerumus dalam situasi pelik—lengket, maksudku. Butuh berhari-hari sampai bulunya bersih lagi.) Pokoknya, Argus, penjaga keamanan perkemahan dan sopir paruh waktu, mengantar Chiron menjalani misi tersebut karena—coba, bisa kalian bayangkan centaurus menyetir SUV? (Bisa? Hmm. Mungkin kalian anak Hypnos dan melihatnya dalam mimpi.)— direktur perkemahan kita, Pak D (alias Dionysus, Dewa Anggur), sedang absen, maka kami para demigod tidak diawasi siapa-siapa.

    “Jangan hancurkan Perkemahan Blasteran selagi aku pergi,” adalah instruksi Chiron sebelum berangkat. Argus menunjuk matanya dengan dua jari, kemudian menunjuk kami. Aksi ini memakan waktu yang lumayan karena matanya berjumlah seratus, tetapi kami paham pesannya—bersikaplah yang baik, atau awas.

    Kami mengerjakan rutinitas yang biasa—latihan bertarung, latihan voli, latihan panahan, latihan memetik stroberi (jangan tanya), latihan memanjat dinding lava .... Kalian akan mendapati bahwa di sini kami sering berlatih. Kami niscaya menghabiskan malam seperti biasa juga, andaikan Nico di Angelo tidak melontarkan celetukan sambil lalu saat makan malam. Kami masing-masing menyampaikan hendak membuat perubahan apa andaikan diserahi tanggung jawab mengelola perkemahan dan Nico berkata:

    “Pertama-tama, akan kupastikan agar demigod baru yang malang tidak disiksa dengan tontonan berupa film orientasi.”

    Seluruh percakapan terhenti. “Film orientasi apa?” tanya Will Solace.

    Nico tampak bingung. “Tahu, ‘kan ….” Dia melirik kanan kiri, kentara sekali jengah karena diperhatikan semua orang. Dia akhirnya berdeham dan bernyanyi melengking mengikuti irama “The Hokey Pokey”: “Demigod boleh masuk! Monster tidak boleh! Blasteran jadi aman, yang lain kebingungan! Berkat pembatas sihir yang melindungi kita: Kabut namanya!” Baris terakhir lagu dia beri penekanan dengan tepuk tangan setengah hati.

    Kami menatapnya sambil membisu dan terbengong-bengong.

    “Nico.” Will menepuk lengan cowok itu. “Kau menakut-nakuti para pekemah lain.”

    “Lebih dari biasanya,” gerutu Julia Feingold lirih.

    “Ah, jangan begitu,” protes Nico. “Kalian semua pernah mendengarnya, ‘kan? Lagu menyebalkan itu dari Selamat Datang di Perkemahan Blasteran.”

    Tidak ada yang menanggapi.

    “Film orientasi,” imbuh Nico.

    Kami semua kompak mengangkat bahu.


    Nico mengerang. “Maksud kalian, aku barusan bernyanyi di depan umum dan ... cuma aku yang pernah melihat film tolol itu?”

    “Sampai saat ini, memang,” kata Connor Stoll. Dia mencondongkan tubuh, matanya berkilat-kilat jail. “Di mana persisnya kau menonton mahakarya sinematik tersebut?”

    “Kantor Chiron di Rumah Besar,” jawab Nico.

    Connor mendorong dirinya ke belakang meja dan bangkit.
    “Mau ke mana kau?” tanya Will.

    “Kantor Chiron di Rumah Besar.”

    Annabeth Chase—pacarku yang keren, putri Athena—mengerutkan kening dengan curiga. “Connor ..., kantor Chiron dikunci.”

    “Masa?” Connor menautkan jemarinya menjadi satu dan menggemeretakkan buku-buku jarinya. “Kita lihat saja nanti.” Dia menoleh kepada Harley, putra Hephaestus yang kelewat berotot untuk ukuran anak delapan tahun. “Mau ikut denganku? Aku mungkin butuh bantuan untuk mengoperasikan proyektor.”

    “Proyektil! Ya!” Harley meninju udara.
    “Proyektor,” ralat Connor. “Dan fungsinya hanya untuk menayangkan film. Tidak ada fitur meledak. Tidak ada fitur berubah menjadi robot pembunuh.”

    “Yaaah ….” Harley merengut kecewa meski tetap mengikuti Connor ke Rumah Besar.
    Kulirik Nico. “Nah, lihat apa yang sudah kau mulai.”

    Dia mendengus. “Ini salahku? Kau ingin aku melakukan apa—menghentikan mereka?”


    “Menghentikan mereka?” Aku menyeringai. “Tidak, Bung. Menurutku, sebaiknya kita siapkan berondong jagung.”

    Beri ulasan produk ini

    Spesifikasi Produk

    SKU ND-376
    ISBN 978-602-385-741-8
    Berat 160 Gram
    Dimensi (P/L/T) 14 Cm / 20 Cm/ 0 Cm
    Halaman 176
    Jenis Cover Soft Cover