Deskripsi
Catherine selalu mengkhayalkan petualangan romantis seperti novel-novel yang dibacanya. Pesta dansa di Bath mendekatkannya kepada impian tersebut. Dua pria menghampirinya: John Thorpe, yang punya jutaan cerita untuk dibagi dan amat memuja kecantikan Catherine; dan Henry Tilney, yang misterius, tetapi hangat dan selalu bisa diandalkan.
Saat diundang untuk menginap beberapa hari di rumah keluarga Tilney, Northanger Abbey yang tersohor, Catherine menemukan petualangan baru: penyelidikan atas kematian ibu Henry. Dan, dia mulai curiga bahwa kepala keluarga Tilney yang ramah dan hangat mungkin tidak sebaik yang terlihat dari luar.
Di tengah kegelisahannya, John yang cemburu dan ingin memisahkan Catherine dari Henry makin memperkeruh suasana.
Spesifikasi
| SKU | : | ND-371 |
| ISBN | : | 9786232423596 |
| Berat | : | 280 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 284 |
| Tahun Terbit | : | 2022 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Meski memiliki latar tempat yang sama dengan Persuasion, Catherine memiliki keseharian yang jauh berbeda dari Anne. Bersama Mr dan Mrs Allen, Catherine bertemu dengan kenalan-kenalan baru di Bath. Disana pula, ia bertemu dengan kakak beradik Thorpe, John dan Isabella, juga berjumpa dengan Henry Tilney dan saudarinya Eleanor.
Teman baru, wajah baru, kepribadian baru. Aku dibuat super kesel sama tingkah dua saudara Thorpe, rasanya pengen jitak kepalanya satu-satu. Selama di Bath, Catherine terus menjalin pertemanan dengan Isabella juga Eleanor. Hubungan yang sebatas kenalan kemudian berkembang menjadi pertemanan, hubungan ini yang mengantarkan Chaterine mendapatkan undangan untuk tinggal bersama keluarga Tilbey di Northanger Abbey.
Northanger Abbey adalah nama sebuah rumah besar milik keluarga Tilbey yang dulunya adalah sebuah biara. Dinding-dinding... Lihat selengkapnya
Aku suka gimana Jane Austen ngeledek genre gothic dengan halus tapi ngena. Ekspektasi Catherine soal misteri, rahasia besar, dan rumah angker malah ketabrak sama realita yang biasa aja wkwk.
Catherine ini naif dan kadang konyol, tapi nggak bikin sebel. Dia jujur, tulus, dan gampang percaya, jadi pertumbuhannya kerasa natural. Romancenya tipis, manis, dan nggak berlebihan.
Overall novel ini ringan, hangat, dan witty. Cocok buat yang pengen baca klasik tanpa harus mikir berat, tapi tetap dapet sindiran sosial. Khas Jane Austen banget pokoknya.
Mengikuti kisah petualangan Catherine ke Bath hinggan Northanger Abbey, pembaca akan diajak menyelami pemikiran dan kepribadian sang tokoh utama dan bagaimana cara dia menilai orang lain. Saya suka bagaimana Catherine begitu menghargai persahabatan dan janji yang ia buat, dan bagaimana imajinasi liarnya bekerja hehe...
Tokoh-tokoh dalam buku ini juga kuat. Mereka digambarkan dengan baik sehingga pembaca dapat ikut jengkel dengan Thorpe bersaudara dan senyam senyum dengan Tilney bersaudara. Dua keluarga ini memberikan saya gambaran bagaimana di zaman itu "persahabatan, kejujuran, tanggung jawab, dan harga diri begitu dijunjung tinggi." Sungguh berbeda dengan zaman sekarang hikzz....
Yang terpenting, saya suka dengan endingnya. Bravo untuk Catherine!!!
Pertama, karena buku ini ternyata ditulis Jane Austen sebagai parodi novel-novel gothic yang booming pada masanya. Kedua, karena Udolpho adalah novel favorit Catherine sekaligus salah satu sumber terbesar kehaluan & overthinkingnya :)
Jadi, ceritanya, waktu diundang buat berkunjung ke Northanger Abbey, Catherine semangat banget soalnya kediaman keluarga Tilney adalah bekas biara tua keluarga bangsawan. Karena mabok influence novel-novel gothic, Catherine jelas menggebu-gebu pengen mecahin kasus misteri, at the point semua peti, lemari, dan kamar terkunci dia curigain... PLUS jenderal Tilney pun dia curigain WKWKWK.
So far, dari tokoh perempuan di buku Jane Austen yang pernah kubaca, menurutku Catherine ini yang paling nyentrik. Terus, romance di buku ini nggak neko-neko, mungkin karena Henry Tilney soft-spoken, emotionally mature, dan komunikasinya oke alias ngimbangin Catherine yang tiap detik overthinking. Karakter-karakter lain juga relatable, manusiawi, dan... Lihat selengkapnya


