Percy Jackson #4: The Battle Of The Labyrinth (Republish)
Deskripsi
Masuk sekolah baru, bertemu gadis manusia yang bisa melihat menembus Kabut, dan lagi-lagi dituduh membakar gedung sekolah. Awal petualangan yang menjanjikan, bukan?
Misi teranyar: menjelajahi Labirin ciptaan Daedalus, pencipta terhebat dalam sejarah. Variasi teror: terancam gila, tersesat selamanya, bertemu monster dan kemungkinan besar—lagi-lagi—berakhir tewas, dan salah langkah akan mengakibatkan Kronos, sang Raja Titan, mendapatkan kembali sosoknya yang sejati. Yang berarti perang terakbar Titan versus dewa-dewi resmi dimulai.
Kenapa aku tidak kabur saja? Karena Perkemahan Blasteran akan diserang pasukan Kronos. Dan, aku tidak ingin kehilangan keluarga dan tempat yang sudah kuanggap rumah.
Hancur beserta napas terakhir seorang pahlawan. Aku sudah bosan. Ramalan ini semakin lama semakin tidak kreatif. Topiknya itu-itu saja. Maut, kematian, kehancuran. Mungkin sudah saatnya Apollo pensiun sebagai dewa ramalan?
Percy Jackson,
Gagal tidur dan berakhir melamun,
Labirin Daedalus
Spesifikasi
| SKU | : | ND-467 |
| ISBN | : | 9786232422568 |
| Berat | : | 360 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 344 |
| Tahun Terbit | : | 2021 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Buku ke-4 seri Percy Jackson. Masih menawarkan hal yang sama dengan buku² sebelumnya. Dengan ciri khas, jenaka dan remaja.
Percy harus menghadapi ancaman dari Labirin yang dibuat oleh Deadalus. Konfliknya makin kompleks dan lebih mengandakan strategi. Perkembangan Percy yg bukan lagi, anak² harus sigap terhadap bahaya. Bukan sekedar petualangan mencari sumber masalah, tapi juga bertindak sebagai pemimpin dan mengambil keputusan, tanggungjawab dan konsekuensi atas pilihan yang diambil. Tentu saja hal ini makin matang. Karena penulis juga menggunakan analogi sesuatu lewat labirin. Simbol dari pilihan, dan jalan kehidupan. Dimana, banyaknya jalan dan pilihan itu akan mengantarkan pada tujuan yang sama.
Di sini juga kerumitan itu makin menonjol dengan adanya karakter yang bersifat abu-abu. Setiap tokoh mendapatkan ruang yang cukup untuk menunjukkan motivasi dan bersifat manusiawi. Pertemuan antara tokoh manusia dan mitologi juga bagus.... Lihat selengkapnya
JUJUR, aku udah di tahap kasihan banget sama Percy.
Tapi oke lanjut dulu deh. Setelah insiden itu, dia jadi ketemu sama Rachel, mortal alias manusia biasa yang punya pengelihatan menembus kabut. Hal itu langsung bikin Percy bingung sekaligus penasaran karena nggak biasanya kaaan ada manusia "normal" yang paham dunianya. NAH... menurutku, keberadaan Rachel ini untentionally nambahin sedikit bumbu-bumbu love triangle gitu buat perkembangan dynamic relationship Percy-Annabeth >_< BUT of course, #prioritas Percy (selain buat nggak meninggoy) yaaa tetep Annabeth, HEHE.
Di buku keempat ini, Percy udah FIX ditandain Raja Titan alias Kronos dan Camp lagi-lagi juga berada dalam keadaan terancam. Jadi, dibandingin sama buku-buku sebelumnya, Percy jauh lebih hati-hati buat memutuskan sesuatu karena emang banyak... Lihat selengkapnya
Perkembangan karakternya makin kuat, karakter baru, monster baru, perkembangan cerita. Mau nangis aku suka banget buku 4 ini


