Buku Ruang Tanpa Nama - Denny Turner… | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0
Ruang Tanpa Nama
Rp 84,150
15% Rp 99,000

Deskripsi

Blurb

“Ada ruang tanpa nama, mari berjumpa di sana.”
—Rumi

Dialog dua orang pencari jalan menuju moksha yang bersifat eksperiensial ini, mengakar jauh ke dalam. Tidak hanya menyentuh pengalaman fisik dan psikologis, tetapi juga utamanya, spiritual. Pengalaman-pengalaman itu direnungkan dalam-dalam, dijadikan pelajaran, hingga menjadi pisau tajam untuk memotong, mengikis, semua jejak hawa nafsu. Hingga yang tersisa hanya diri sejati, diri Ilahi.

Lewat puisi-puisi legendaris, Deny dan Dame—penulisnya, mengajak kita menemukan kearifan tersembunyi tentang tujuan hidup, cinta, dan kesadaran Ilahi.


Keunggulan

• Ditulis oleh Dynamic Duo Denny Turner dan Pardamean Harahap, tokoh muda yang sudah aktif berkecimpung selama belasan tahun di majelis Sufi dan forum spiritual lintas agama.
• Buku ini mengajak kita untuk merenungkan derita sebagai panggilan Ilahi.
• Buku ini membawa pembaca ke alam 0, yang merupakan ekspresi kekosongan namun sangat berisi, yakni suwung.
• Relate dengan kehidupan saat ini.
• Buku ini menjadi bekal perlancongan spiritual bagi pembaca.
• Berisi kisah nyata penulis dalam menapak tilas perlancongan penuh keseruan spiritual dari penulis
• Berisi kumpulan hasil dialog di antara dua orang pencari jalan menuju suwung atau moksha.
• Mengajak pembaca untuk menjalani hidup bahagia dengan tanpa syarat.

Spesifikasi

SKU  :  NA-258
ISBN  :  9786232424296
Berat  :  300 gram
Dimensi (P/L/T)  :  14 cm/ 21 cm/ 2 cm
Halaman  :  252
Tahun Terbit  :  2024
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Sefri Ayuliana
Sefri Ayuliana 21-01-2026 10:13:05
Ruang Tanpa Nama menyajikan cara menikmati puisi secara berbeda, karena pembaca diajak merasakan dan merenungi sepuluh puisi legendaris, salah satunya karya Hakim Sanai (saya pribadi paling suka puisi ini dan bahasannya juga paling menarik). Sebenarnya, buku ini adalah rekaman dialog Bang Dame dan Coach Denny di IG Live mingguan Dialog Suwung (yang sekarang sudah berganti nama menjadi Ruang Tanpa Nama) yang mendiskusikan dan mengontemplasikan puisi-puisi tersebut. Bahasannya sangat mendalam, lalu mengajak kita sesama "pencari jalan" untuk bertemu dengan diri sejati, yang ada di suatu ruang kosong namun utuh, yang bernama Ruang Tanpa Nama, melalui puisi. Rasa tenang dan penuh keindahan justru hadir melalui penderitaan yang kita alami: hal ini yang tercermin dari puisi-puisi tersebut. Di setiap akhir bab untuk tiap puisi di buku ini, terdapat halaman yang bisa kita isi sebagai kontemplasi kita pribadi. Pendekatannya, meski bersifat universal, cenderung pada ajaran Islam, sehingga kita bisa lebih memaknai esensi agama yang... Lihat selengkapnya