Deskripsi
Sejatinya menghadap ke mana pun, kita melihat kebesaran Allah yang membuat kita menyebut nama-Nya. Bukan hanya di Ka‘bah, tapi juga di gubuk-gubuk orang miskin, di rumah-rumah yatim, bahkan di lembaga pemasyarakatan.
Masjid bisa roboh, Ka‘bah bisa sepi, tapi hati manusia yang beriman akan abadi dalam ketaatan dan kecintaan pada-Nya.
***
“Habib Husein adalah oase di tengah dahaga keberagamaan di kalangan anak muda. Dengan gayanya yang santai, sederhana dan penuh humor membangun dialog yang mudah dicerna antar-berbagai kelompok anak muda. Buku ini mengajak kita kembali membersihkan hati agar Tuhan berkenan bersemayam di hati kita.”
--Sakdiyah Ma‘ruf, Stand Up Comedian & BBC 100 Women 2018
“Masyarakat yang gandrung formalisme, menjebak agama dalam simbol dan hitungan matematika—untung-rugi, pahala-dosa. Mereka hanya menawarkan dua warna: hitam atau putih. Habib Husein berusaha melepas bias jebakan itu. Sebab, yang dilihat sebagai hitam atau putih barangkali hanya bungkus belaka. Ia mengajak pembaca agar tak berhenti pada yang tampak oleh mata. Karena, proses berpikir dengan akal dan batin yang tak tampak, justru menjadikan kita jernih.”
--Kalis Mardiasih, Penulis Buku Sister Fillah, You’ll Never be Alone
“Buku ini akan membawa kita masuk dalam petualangan ruhani untuk menemukan Sang Pencipta yang berdiam di dalam kita.”
--Pendeta Yerry Pattinasarany
“Ucapan Habib Husein ini udah mulai mengakar. Terngiang-ngiang. Karena kalau Habib Husein ngejelasin itu, kok aku suka ya. Kok make sense, ya. Saya itu dari bangun tidur sampai mau tidur lagi kepikiran omongan Habib Husein terus.”
--Onadio Leonardo, musisi, aktor, komika
“Ibarat kata, kita ini lagi tarik tambang, lawannya Habib Husein. Kita udah maju-mundur, sementara Habib Husein masih bisa narik kita dengan senyum, hayuk sini, lembut. Gak pernah kasar. ‘Sini, Boris, mari mampir. Di sini enak, adem, sejuk. Jadilah insan yang rahmatan lil-alamin.’”
--Boris Bokir, komika
Spesifikasi
| SKU | : | NA-248 |
| ISBN | : | 9786232423534 |
| Berat | : | 250 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 236 |
| Tahun Terbit | : | 2022 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
dan ngasih tau juga kalau dakwah itu banyak caranya.
Quotes-quotesnya banyak yang nyes di hati dan bikin mikir. Di tengah banyaknya narasi dan berita tentang intoleransi, penjelasan Habib Jafar di buku ini terasa adem dan menurutku bisa dibaca semua kalangan, bukan hanya umat muslim.
Buku ini membahas topik-topik yang related dengan kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa ringan, penyampaian buku ini terasa tidak menggurui melainkan seperti diskusi yang menarik.Buku ini juga memberikan pandangan berbagai hal dalam sudut pandang Islam. Misalnya saja mengenai hijrah, akhlak Islam, hukum musik, dan tentang bagaimana pandangan mengenai candaan.
Part yang paling aku suka justru tepat di prolog nya. Prolog dalam buku ini seakan memberikan kita motivasi dalam menjalani kehidupan.
Apalagi di tengah masyarakat kita yang kadang masih "intoleran" terhadap yang berbeda, buku ini perlu sekali dissebarluaskan dan dijadikan pembahasan di ruang-ruang literasi.


