Deskripsi
Seseorang yang tak pernah mencintai, tak akan pernah bisa mencintai Tuhan dengan sepenuh hati. Maka, mencintai hal-hal yang bersifat duniawi menjadi penting sebagai persiapan mencintai Tuhan. Meski cinta kepada manusia ada batasnya, tapi mengajarkan hati untuk berkorban, memberi manfaat, dan hidup bermakna.
Jatuh cinta juga berarti siap mengalami kekecewaan dan patah hati dalam perjalanannya, yang jika dirawat dengan benar justru akan menumbuhkan cinta sejati. Karena cinta tidak sekadar relasi antarmanusia, tetapi berakar pada kasih sayang Ilahi yang menyatukan segala sesuatu. Sehingga, cinta tidak hanya menghangatkan jiwa, tetapi juga membersihkan hati dari belenggu duniawi.
Jatuh Cinta kepada-Nya adalah perjalanan menuju cinta hakiki, cinta yang mengalir dari hati yang telah melampaui keduniawian. Melalui ajaran-ajaran para sufi dan filsuf yang telah menempuh jalan ini, pembaca diajak merenungkan makna mendalam tentang cinta Ilahi dan langkah-langkah untuk menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.
-------
“Bagi mereka yang membutuhkan asupan jiwa dengan perluasan hati yang tak terbatas dan pencarian mutiara ilmu pengetahuan dan kebijaksanaan, sangat perlu membaca buku ini, tanpa jeda, hingga tuntas!”
—Neng Dara Affiah, Akademisi, Penulis, dan Pegiat Kemanusiaan
“Melalui refleksi sufistik yang mendalam, buku ini menjadi pemandu spiritual, juga sumber ketenangan batin. Sebuah bacaan wajib bagi siapa saja yang mencari kedamaian dan kebahagiaan melalui cinta yang tulus tanpa pamrih kepada-Nya.”
—Neng Hannah, Akademisi, Penulis, Pencinta Filsafat dan Tasawuf
Spesifikasi
| SKU | : | NA-263 |
| ISBN | : | 9786232424630 |
| Berat | : | 320 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 13 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 296 |
| Tahun Terbit | : | 2024 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
Penulis: Fahrudin Faiz, Penerbit: Noura Books, PT Mizan Publika, 296 hal., Cetakan ke 1, 2024, ISBN: 978-623-242-463-0
Cinta bagi sebagian orang terasa sangat begitu menyenangkan. Bagi sebagian yang lain justru sebaliknya, cinta teramat sangat menyakitkan. Semua tidak lepas oleh pengalaman para pelaku cinta. Pengalaman seseorang yang menyenangkan tentang cinta, akan membawanya pada sebuah kebebasan, tetapi bagi sebagian orang yang memiliki pengalaman menyakitkan membawa mereka pada penjara yang amat menyakitkan.
Berangkat dari sanalah barangkali kita perlu menengok lagi tentang arti sebuah cinta. Berawal dari mencintai sesuatu yang terlihat, manusia yang bisa jadi juga asmara, benda, ataupun makhluk hidup lainnya sesame ciptaan Tuhan. Dari sana kemudian bergeser kepada makna cinta lebih luas, dalam dan berpuncak pada sang Maha Cinta. Muara segala bentuk kasih dan sayang, yang bahkan kita pun berada di dunia ini atas ekspresi sebuah cinta dari-Nya.
Buku Jatuh Cinta Kepada-Nya yang ditulis... Lihat selengkapnya
Lewat kisah alegori seperti Laila Majnun hingga kisah penuh makna Nabi Yusuf, kita diajak memahami berbagai wajah cinta. Uniknya, buku ini juga membahas patah hati—bukan sekadar derita, tapi jalan menuju pencerahan. Siapa sangka patah hati bisa jadi momentum untuk mendekat kepada-Nya, menemukan diri, dan memandang hidup dengan perspektif lebih jernih?
Tak hanya itu, buku ini mengupas gambaran umum tentang kecerdasan emosi dan kecerdasan spiritual. Bagaimana keduanya bisa kita kembangkan agar menjadi pribadi yang lebih utuh, kuat, dan penuh makna. Berbeda dari IQ, kecerdasan emosi dan spiritual selalu bisa diasah selama kita mau belajar.
Di dalamnya juga terselip pembahasan menarik tentang manusia sebagai makhluk spiritual, bagaimana menjadi pribadi yang stoik, bijaksana, hingga cara meraih kebahagiaan sejati—yang erat kaitannya dengan... Lihat selengkapnya
- Pada Buku “ JATUH CINTA KEPADA-NYA " merupakan genre non fiksi agama islam yang menjelaskan tentang spiritual cinta sejati kepada Tuhan. Buku ini tidak hanya menawarkan wacana tentang cinta dalam konteks ilmu tasawuf, tetapi menyajikan panduan praktis untuk mendekatkan diri kepada Allah. Adapun konsep mahabbah ( cinta ilahiah ) dan maqam ( tingkatan spiritual ) yang dituliskan oleh penulis bertujuan bagi pembaca untuk merenungkan kembali tujuan manusia dalam bingkai spiritualitas.
- Pada buku ini berisi pembahasan materi 10 bab yang diawali dengan kisah cerita alegori cinta Laila Majnun karangan dari Nizami Ganjavi dan kisah cinta Yusuf dan Zulaikha karangan Abdurrahman Jami. Penulis juga membahas kecerdasan emosi secara komprehensif dan berbagai strategi & tips mengembangkan kecerdasan emosi. Bagaimana menjadi pribadi stoik, spiritualitas sakit hati, mengenal cinta kepada Rasulullah.... Lihat selengkapnya


