Buku Urban Thriller: Sang… - Chandra Bientang | Mizanstore.com

(0) KERANJANG

Rp 0
Urban Thriller: Sang Peramal
Rp 75,650
15% Rp 89,000

Deskripsi

Namanya Imar Mulyani. Semua orang menyebutnya Sang Peramal. Dia sering muncul tiap akhir tahun di TV, membacakan nasib-nasib yang tertera pada kartu-karu Tarot-nya.Bencana alam, skandal artis atau pejabat, semua yang buruk-buruk, pokoknya. Yang bisa membuat seluruh Indonesia heboh.

Para kliennya, baik yang terkenal maupun orang biasa, memiliki satu kesamaan: punya rahasia kelam. Ketika suatu hari Imar mendadak hilang, di tengah-tengah jamuan makan malam yang dia selenggarakan, siapa lagi yang harus disalahkan kalau bukan salah satu dari mereka?

 

"Ketegangannya dibangun perlahan dari awal dan misterinya sukses bikin terpana. Salah satu buku yang sukses bikin saya tercengang dari awal sampai akhir."

-- Vie Asano, penulis Suicide Knot

Spesifikasi

SKU  :  ND-465
ISBN  :  9786232422308
Berat  :  300 gram
Dimensi (P/L/T)  :  14 cm/ 21 cm/ 2 cm
Halaman  :  316
Tahun Terbit  :  2021
Jenis Cover  :  Soft Cover

Ulasan

Marshella
Marshella 31-01-2026 21:09:23
Buku Sang Peramal merupakan buku kedua dari karya Chandra Bientang ayng sudah saya baca. Sejujurnya buku ini berbeda dengan Dua Dini Hari dari segi tema dan latar tempat kejadiannya. Sang Peramal dibuka dengan seorang perempuan bernama Imar Mulyani yang memiliki bakat untuk meramal nasib seseorang. Orang-orang yang datang untuk menanyakan nasibnya itu juga bukan dari kalangan biasa saja bahkan sampat pejabat-pejabat juga menggunakan jasanya. Cerita pada bagian awal terasa menarik bagaimana tokoh Imar Mulyani ini diperkenalkan sebagai peramal hebat. Tetapi pada bagian tengah buku terlalu banyak information dumping yang tidak perlu sehingga fokus pembaca terbagi. Munculnya karakter Phil, Pramista, Bu Meliana, dan tokoh-tokoh lainnya yang ternyata mereka juga punya kepentingan sendiri. Bahkan sampai pertengahan saya merasa bingung dikarenakan seolah-olah tokoh utama dalam buku ini adalah Phil. Setiap kali saya membalik halaman bukunya selalu berpikir "ini Imar kemana dah?" :( Penarik dan pembeda pada buku ini jelas terletak pada pembahasan tentang... Lihat selengkapnya
Caren Gultom
Caren Gultom 30-01-2026 13:18:30
"Ramalan adalah pelarian paling manis yang bisa diterima manusia atas ketidak pastian". (Chandra Bientang dalam Sang Peramal) .? ?? ((This book is for adults and contains depictions of violence and m*rder. Please read with caution)) .? ?? Imar Mulyani, peramal terkenal dari sudut Jogjakarta, Bantul. Banyak orang sudah berkunjung ke sana, minta dibacakan masa depannya oleh kartu tarot Imar. Bahkan ia kemudian menjadi tenar dan masuk ke acara TV. Sampai kemudian, ia menghilang secara tiba-tiba. Padahal ia sedang menjamu tetangga dan kenalannya di rumah. Berhari-hari. Berminggu-minggu. Setahun kemudian, datanglah Yasmin, seorang perempuan muda yang mengaku sebagai anak Imar. Ia mencari ibunya? Atau mencari penculik? Apakah mungkin kalau Imar juga sudah mat* dibun*h? .? ?? Aku mengagumi cara Kak Chandra memotret intrik dan konflik kepentingan antar manusia dalam novel ini. Tidak hanya terkait warga kota Bantul, teman dan tetangga Imar. Tetapi juga keterlibatan side character lain yang menyokong kompleksitas cerita Sang... Lihat selengkapnya
Hirai Vii
Hirai Vii 13-01-2026 12:27:35
Ngeri dan takjub menjadi dua kata yang bisa mewakili perasaan saya setelah membaca buku Sang Peramal. Kisah misteri yang kompleks menghadirkan penyelewengan, pemerasaan sekaligus pemberantasan orang-orang jahat meskipun cara yang dipilih tidak dibenarkan. Kita akan dipertemukan dengan tokoh Imar yang dikenal sebagai peramal hebat. Klien yang datang bukan main-main ada artis sampai pejabat tak ketinggalan para tetangga juga hadir untuk minta diramal. Sampai suatu ketika sang peramal itu hilang tanpa bekas. Mau dibilang meninggal namun mayatnya di mana? Sehingga status yang paling tepat adalah sebagai orang hilang. Kondisi makin kisruh setelah kedatangan orang yang mengaku sebagai anaknya Imar. Banyak keganjilan mengenai kebenaran dan juga maksud sebenarnya yang disembunyikan. Alur yang menarik dengan kilas balik dan hubungan antar tokoh sangat erat. Aku suka bagaimana penulis merepresentasikan setiap kartu tarot dengan ramalan yang diberikan pada orang-orang yang datang pada Imar. Dari buku ini kita menjadi lebih memahami konsep “dia orangnya baik” apakah... Lihat selengkapnya