Ibu, Kamu Tidak (Gila) Sendirian
Deskripsi
Orangtua, terlebih ibu, sering kali terkecoh dengan iklan-iklan susu kehamilan dan produk perawatan bayi yang sering berseliweran di televisi. Dalam iklan tersebut, seakan momen terindah bagi seorang perempuan adalah ketika hamil, melahirkan, dan mengasuh anak. Hari-hari dipenuhi senyum dan tawa, tanpa ada duka yang datang bersama. Namun kenyataannya tidak selalu begitu. Proses persalinan yang kadang tidak mudah, bahkan bisa menjadi ajang mengadu nyawa bagi sang ibu, masa adaptasi menjalani peran baru dengan segala dampaknya, seringkali tidak diperhitungkan oleh orangtua baru, terutama ibu, sehingga menimbulkan kelelahan fisik dan emosional yang luar biasa.
Sebenarnya, roller coaster emosi pasca melahirkan adalah hal yang biasa, tetapi apabila tidak ditangani dengan tepat, dampaknya bisa menjadi “luar biasa”. Masa ini sering disebut dengan baby blues, yakni masa peralihan alami saat bayi yang selama ini ada di dalam kandungan hingga akhirnya lahir ke dunia. Pada masa peralihan ini, hormon dalam tubuh ibu sedang berproses untuk kembali seimbang, yang berdampak pada perasaan dan mood seorang ibu. Pada saat yang sama, kadar kortisol cenderung meningkat karena begitu banyak hal yang dapat memicu stres setelah bayi lahir. Kurang tidur juga berkontribusi menyebabkan penurunan kadar melatonin yang membantu tubuh beristirahat. Perubahan berbagai kadar hormon inilah yang menyebabkan ibu mengalami baby blues pada awal pasca-persalinan.
Proses terjadinya baby blues serta cara mengatasinya disajikan dengan apik dan hangat, berbalut kisah nyata yang menyentuh dari para penyintas baby blues yang dibuat pertema sesuai dengan kisah ibu. Tak seperti membaca buku teks yang membosankan tentang baby blues, buku ini terasa lebih relate karena menyadarkan kita bahwa kita tidak sendiri. Banyak ibu di luar sana yang mengalami hal serupa, bahkan mungkin lebih parah.
Spesifikasi
| SKU | : | ND-551 |
| ISBN | : | 9786232425064 |
| Berat | : | 300 gram |
| Dimensi (P/L/T) | : | 14 cm/ 21 cm/ 2 cm |
| Halaman | : | 256 |
| Tahun Terbit | : | 2025 |
| Jenis Cover | : | Soft Cover |
Ulasan
- Pada Buku “ IBU, KAMU TIDAK ( GILA ) SENDIRIAN " merupakan salah satu referensi buku kategori parenting. Melihat dari sudut padang judul bukunya memiliki unsur pembahasan tentang sosok seorang ibu dan ditambahkan ilustrasi gambar seorang perempuan yang sedang hamil pada cover buku. Penyertaan kedua unsur yaitu judul buku dan ilustrasi gambar membuat pembaca tertarik menyelami isi pembahasan di buku tersebut.
- Terbitnya buku perenting ini yang di tulis oleh 3 penulis bernama Lucia Priandarini, Fransisca Kumalasari, dan Rinda Amalia dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda memberikan kesan pengalaman kisah cerita kepada pembaca tentang kondisi menjadi seorang ibu setelah persalinan / pasca kelahiran. Buku ini tidak hanya ditujukan kepada pembaca seorang ibu, tetapi dapat dibaca oleh kalangan calon suami atau pun pihak keluarga sehingga mendapatkan hikmah pembelajaran bagaimana kondisi yang dialami oleh seorang ibu setelah melahirkan. Pada proses itulah yang harus dipahami sehingga menjalin keluarga harmonis dengan kehadiran sang buah hati.
- Pembahasan pada buku parenting ini tidak hanya menjelaskan tentang seputar permasalahan yang di alami oleh seorang ibu setelah persalinan seperti perasaan sedih, khawatir, rasa cemas dan frustrasi ( Baby Blues ), tetapi kondisi itu juga dirasakan oleh seorang ayah. Selain itu buku ini memuat 14 kisah dari setiap orang yang mengalami kondisi Baby Blues dan adapun penjelasan berupa referensi dari beberapa pakar tokoh psikolog sehingga dijadikan dasar pengetahuan bagi pembaca.
- Buku parenting ini mengingatkan pembaca untuk tetap mengejar hal diluar peran khususnya bagi seorang ibu. Kita tetaplah menjadi seorang individu yang berhak memiliki mimpi dan aspirasi. Dengan memiliki identitas baru bukan hanya terpaku pada anak dan kondisi rumah saja tetapi kita boleh memiliki ruang untuk diri sendiri.
“ Setiap ibu memiliki ritme, tantangan, dan proses adaptasinya masing-masing. Tentu pasca melahirkan butuh dukungan dari orang terdekat, hingga budaya turut mempengaruhi bagaimana seorang ibu beradaptasi dengan peran barunya. “ ( Lucia Priandarini )
Penulis Ulasan : Choirul Anam ( IG : @Rintisan_semu )


